Mudahnya Kata "PUTUS" Bagi Pasangan Lama

Thursday, 17 January 2013

Mudahnya Kata "PUTUS" Bagi Pasangan Lama

Banyak kita temui pasangan yang mungkin umur pacarannya bisa terbilang lama, hitungan tahun, dan ternyata bisa putus sebelum akhirnya mereka menikah. Sebenarnya apa yang menjadi masalah? Bukankah seharusnya waktu yang ckup lama itu lebih dari cukup untuk mereka saling memahami, mengerti dan tahu baik dan buruknya?

Dulu aku kalau lihat infoteiment, artis pacaran bertahun tahun lamanya, lalu tibaa infoteimen di mana mana heboh. Mereka putus!
Nah lo, masalahnya apa mbak mas artis? Andalan dan jawaban klasik yang slalu meseka lontarkan, "kita sudah ngak cocok lagi."; "kita beda visi ke depan."; "kita udah nggak bisa sama sama lagi".

Contoh Anang KD, mereka pernah dinobatkan sebagai sepasang suami istri yang paling langgeng, nyatanya?
Aku salah satunya yang antipati dengan fenomena itu. Jangankan pernikahan, paaran juga gitu. Dalam benakku, yang namanya "nggak cocok lagi" itu MUSTAHIL!

Kenapa? Karena nggak mungkin -misal- 10th pernikahan harus kandas cuma perbedaan pendapat, aku maunya gini, dan kamu begitu. Dan juga berpikir, Kalo nggak cocok, kenapa nggak dari dulu? Kenapa dulu dipaarin? Kenpa yakin kalo dia pacaran akan memilki persepsi yang sama? Maka aku akan selalu berkomentar demikian, tapi kemudian aku menikungkan pemahamanku. Mengubah nalarku karena sebuah tregedi besar menimpa aku dan pacar.

Sekedar gambaran, kami pacaran dari 4 juni 2009, bisa scroll page ini paling bawah ada count up lamanya hubungan kami. Bukan tak ada sama sekali masalah. Berbagai masalah kecil sampai ke masalah rumit. Tentu aku tetap konsisten dengan argumenku, ketidakcocokan ketika pacaran itu tidak ada! Maka setiap masalah kami mendiskusikan sampai selesai permasalahnya.

Lalu beberapa hari lalu kami bertenkar hebat bla bla bla akhirnya PUTUS. Aku yang minta. Lalu aku mengoreksi diriku, memang benar aku merasa persepsi kami akhirnya berbeda. Tapi ternyata bukan pada akhirnya itu yang menjadi masalah, 'pembentukan karakter pribadi masing masing yang akhirnya membuat yang biasanya selama 4th pacaran itu sama, kini berbeda'

Misal begini.
Si cewek dan cowok baru jadian, tentu bukan tanpa pertimbangan. Si cewek merasa, cocok; merasa bahwa si cowok memahami betul dirinya; sehati; dan tentu siap menghadapi apapun masalahnya.
Bertahun tahun, mereka pacaran, hidup bersama, gaya hidup baru membuat sebuah kebiasaan baru, hingga terbentuk sebuah kepribadian yang berbeda.

Orang jomblo pun bisa berubah sesuai dengan apa yang ia jalani. Wujud timbal balik sosialisasinya, akan mewujudkan sebuah watak baru. Itulah sejatinya ketidakcocokan antar pasangan. Sering kan denger, "Kamu berubah. Kamu bukan pacarku yang dulu. Yang manis dan bla bla bla."

Yang berubah adalah sikap, watak, dan ego yang kian dewasa, kian rumit. Benar bukan? Aku bisa menulis ini, karena aku baru saja mengalaminya. Aku pun juga bertanya pada diri sendiri, "kenapa baru sekarang nggak cocoknya? Kenapa?"

Terjawab sudah.
Published with Blogger-droid v2.0.10

3 comments :

  1. Hai Vindy :)

    keren tulisan nya :)

    Mungkin itulah yang dinamakan proses pendewasaan yah...

    Karena manusia itu kan sejatinya berubah, jadi wajar aja kalo ada benturan :)

    Gak papaaa...dinikmati aja jomblo nya yaaa :)

    Insya Allah bisa dapet yang lebih baik lagi :)

    ReplyDelete
  2. memang, jangankan pacaran, suami dan istri yang sudah sebegitu deketnya juga bisa ngalamin masalah yang demikian.

    perbedaan tata cara hidup suatu pasangan meresikokan pertumbuhan pribadi yang berbeda..

    ketidak sinkronan pertumbuhan antar lelaki dan perempuannya ini yang membawa dampak seakan timbulnya "ketidak cocokan" yang "baru" muncul...

    tapi apabila kita sadari, ketidak sinkronan tersebut seharusnya bisa membawa pemikiran pemikiran baru , atau metode metode baru dalam keadaan yang kamu alami sekarang, sehingga mampu memperluas pemahamanmu mengatasi masaalah yang lebih kompleks..

    ReplyDelete
  3. @teteh bibi: iya teh..., tapi alhamdulillah skarang membaik kok..., sama2 sepakat mau introspeksi diri :) sepertinya itu solusi paling tepat ya....

    @Rhps: iya..., baru menyadari hal itu... bersyukur aku mengalaminya. jadi ak tahu..., makasih ya semuanya :)

    ReplyDelete

Jejakkan komentar, saran, kritik, dan pertanyaan melalui Contact atau komentar di bawah ini. Gunakan komentar Facebook (di atas) jika ingin mendapat notifikasi balasan langsung dari Facebook. Atau bisa juga dengan akun Blog/Gmail.

Terima kasih berkenan membaca dan mampir di Vindy Pindy Mindy.
--- www.vindyputri.com