Mengembalikan Passion [Poison] Menulis yang telah Lama Hibernasi

Saturday, 21 March 2015

Mengembalikan Passion [Poison] Menulis yang telah Lama Hibernasi

Halo blogiest yang kece!
Apa kabar? Baik? Syukur alhamdulillah...

Sesuai dengan judul postku kali ini, aku sebenarnya masih bingung dan kaku untuk memulai membangkitkan gairah menulis. Kenapa aku memberi judul Passion yang artinya adalah gairah/hasrat, kusandingkan dengan Poison yang artinya racun?

Sebenarnya korelasinya mudah saja. Sangat mudah dan sedikit memaksa, hehe. Beberapa waktu lalu seorang kawan sangat bersemangat untuk memulai debut pertamanya dalam dunia blogging. Sepertinya dia terlalu lama meniti karir menulisnya di Trowongan Casablanca. Bagaimana bisa seorang penulis yang sudah memiliki 6 buku lebih dan tersebar di nusantara, tetapi masih belum memiliki blog? Ia lebih suka menumpahkan hasrat menulisnya pada catatan facebook. Padahal bukan penulis buku aja punya blog. Perkara blognya terkenal atau tidak paling tidak mereka mereka punya, meski isinya kosong.

Debut seorang kawan inilah yang akhirnya berpengaruh positif terhadap hasrat  menulisku yang mulai loyo. Hibernasi pada musim tekanan (musim di mana aku disiksa dan dianiaya oleh skripsi) dan tak kunjung bangun. Dalam hibernasi itu aku bermimpi. Bermimpi tahun 2015 ini ada satu buku yang di-ACC penerbit lagi. Bermimpi penjualan buku yang sebelumnya terbit dapat laporan terjual banyak. Bermimpi mendapat pekerjaan yang juga masih memiliki waktu untuk menuangkan hasrat menulis.


Mimpi tinggallah mimpi jika aku tidak bangun. Pernah merasakan tindihan ketika tidur? Itu loh ketika kita tersiksa tidak bisa bangun, udah berusaha bangkit tapi tubuh ini masih saja terasa sangat malas dan lemah. Dalam dunia mitos, itu artinya ditindihi oleh makhluk. Bisa jadi ita lupa baca doa ketika tidur, atau memang ada jin yang usil. Tapi dalam dunia medis, itu artinya suatu keadaan di mana tubuh kita dalam keadaan sangat lemas, kurang berolah raga, sehingga otot-otot tidak mampu bergerak.

Nah, seperti itulah aku saat ini.

Beruntung racun-racun yang dipercikkan oleh kawan-kawan penulis padaku mulai membangunkan aku dari tidur panjang. Wait..., yang ada sih putri makan racun apel lalu tertidur lama, sedangkan aku tidur lama terpercik racun jadi bangun. Sebentar aku berpikir........., Ah, sudahlah, anggap saja itu racun semangat!

Ini merupakan salah satu misi bangkit dari tindihan. Berkumpul dengan orang-orang soleh, lalu bergaul dengan sesama penulis, saling sharing, dan ‘sengaja’ menumbuhkan rasa iri dalam diri, akhirnya passion pun tumbuh kembali tatkala poison mulai menyebar dalam pembuluh darah.

Aku menyebut ‘sengaja’ dalam apostrop. Ya, aku memang sengaja membuat perasaan iri dalam hati, meski sebenarnya aku tidak mampu memandang kenyataan bahwa aku telah kalah! Kalah jauh dengan teman-teman yang terus berlari mengejar impiannya menjadi seorang penulis. Aku? Tertinggal jauh sambil gigit jari.

Layaknya minum obat, obat itu racun kan? Satu jam-dua jam pasca minum tidak ada pembaikan dalam tubuh. Tergantung kondisi tubuh masing-masing, jika sakit ringan, sekali-dua kali minum obat pasti sembuh. Namun jika parah? Butuh waktu lama, bahkan dibutuhkan bantuan terapi.

Skripsi kumulai dari pertengahan tahun 2013, selesai di awal tahun 2014. Di saat itu aku sedang menggebu-gebu dalam menulis karena buku terakhir baru saja terbit. Tapi tetap saja, hak tidak akan bisa dikerjakan dengan tenang jika kewajiban belum selesai. Kewajibanku adalah menyelesaikan pendidikan. Skripsi adalah tantangan terakhir. Kuputuskan saja tali cintaku dengan dunia menulis demi sang kewajiban skripsi. Susah, pasti. Bahkan tulisan skripsi kerap kali seperti menulis novel (kata dosen pembimbing). Layaknya putus cinta, masih saja terbayang-bayang oleh masa lalu yang indah. Jika kebanyakan mahasiswa selalu kurang detail dalam penjabaran skripsi, aku justri terlalu detail bahkan banyak yang tidak perlu dicantumkan dalam skripsi. Terlalu banyak kata majemuk dengan penghubung ‘yang’, kalimat tidak SPOK, dan bahkan ambigu. Untung saja aku tidak kasih blurb seperti sinopsis buku, "Bagaimana kisah skripsiku? Apakah hipotesa dapat terjawab, atau di PHP-in? Penasaran? Baca yuk!"
Baiklah, itu tidak masuk akal.

Di situ saya merasa sangat galau dan nyaris putus asa. Fakta, aku menulis Latar Belakang skripsi dari 6 halaman direvisi menjadi 2 halaman dengan coretan besar di belasan alenia bertuliskan ‘Tidak perlu dibahas dalam latar belakang.’ Itu pun saat hendak dijilid, dosen pembimbingku masiiiiih saja menemukan kalimat yang tidak ilmiah dalam latar belakangku. Sedih.

Alhasil?
Kaku dalam memulai. Ini salah siapa? Salah skripsi? Atau salahku?
Ya..., ini 98% salahku, 2% nya lagi  salah skripsi. Hahaha... tetap saja nggak mau kalah. Pokoknya ini juga salah skripsi!

Well, Setelah lulus berniat menulis buku lagi, tapi susah. Sangat susah. Inginnya refreshing mulu dari dunia skripsi yang sangat membosankan. Keasyikan refreshing, sampai akhirnya hiburan-hiburan dunia fana ini mencuci otakku.

Aaahh..., hasrat menulisku perlahan hilang!

Aku butuh racun! Racun semangat menulis... Aku mencari di mana jual racun semangat itu. Di google mungkin bisa membantu ke online shop penjual semangat, tapi tidak ada. Ke mas pacar, ternyata masih belum efisien. Mendengarkan musik-musik, nonton drama korea supaya dapat inspirasi, ternyata masih malas juga. Lalu jurus yang paling berat dilakukan adalah, langsung MENULIS! Ternyata masih belum mempan juga karena ujung-ujungnya bingung mau nulis apa. Bisa satu jam melompong tanpa hasil.

Seperti lagu, ‘tiga puluh menit, kita di sini... tanpa suaraaa....
Tapi bagiku terdengar seperti, ‘lebih dari satu jam, hadap komputer, tanpa tulisaaannn...
Oke itu pemaksaan lirik dan ketukan lagu. Abaikan.

Beruntung aku masih bisa produktif di hal lain. Crafting dan design misalnya. Aku pernah dalam masa vacum menulis diisi dengan membuat bros, jepit, dari pita yang alhamdulillah berpenghasilan. Aku juga masih aktif di desain grafis. Membuat foto menjadi gambar vektor untuk ucapan ulang tahun, congratulation, dan lain-lain (hasil bisa lihat di sini). Alhamdulillah juga berpenghasilan. Bahkan lebih sukses ini dari pada crafting. Selain gambar vektor, aku juga masih menjalin kerja sama dengan penerbit indie dalam pembuatan cover/layout bukunya.

Baiklah, rupanya Imajinasiku ingin sesuatu hal yang lain. Setidaknya aku masih tertidur.
Tidak mati.

Kemudian aku pasrah dan mengikuti apa yang ada di depanku. Sampai akhirnya aku bertekad sungguh-sungguh, memaksa untuk membaca karya orang lain (sebelumnya sempat malas membaca), memandang hasil orang lain sambil terus menumbuhkan rasa iri, dan diajak berkumpul dengan penulis yang kece-kece. Ohya, sering pula pembaca-pembaca buku-ku muncul satu persatu mengapresiasi karyaku. Itu juga salah satu pemompa semangat yang mulai kempis.

Maka di sinilah aku, di dunia yang penuh racun semangat dari kawan-kawan. Racun iri karena sampai saat ini tertinggal jauh dalam prestasi menulis. Ternyata tak perlu membeli racun di online shop juga tak perlu ikut MLM-nya.

GRATIS!
Asal hati ikhlas dan terbuka dalam menerima ilmu dan pengalaman. Tidak egois dan berpikir positif.

Aku ingin balas dendam. Oh yes!! Racun ini mulai menjalar dalam tubuhku. Tapi..., pengen yang selooww aja deh. Kumulai dengan merubah image blog menjadi lebih enak dipandang, kusebut dengan sweet blog, lalu menuliskan apa saja di blog ini (berbagi pengalaman dan review singkat).

Welcome in my new image
http://phiendpuz.blogspot.com

Semoga tetap konsisten! Dan terpeliharalah semangat menulisku ini. Amin.
By the way, gimana tampilan blog-ku yang sekarang? Udah sweet belum sih? Aku sengaja bikin image cewek sweet gitu. Warna-warna putih bersih dipadu warna soft. Dan teman blogwalking ingin blog ini diisi apa?

Ditunggu masukannya yah? Thank you..... ^_^

4 comments :

  1. Replies
    1. Hehe... iya memelihara dan menjaga konsistensi itu yang susah...

      Delete
  2. Hallo mb Vindy... kemarin hibernasi lagi sebulan, tapi mmg krn terjadi tragedi sih (ceritanya di postingan terbaru), hahahaha. Lucky me! Dapet kenalan penulis (kerjap-kerjap mata),. dan ini penulis betulan! Waah wow rasanya..
    Suka tulisan-tulisannya.. sepertinya nanti bakalan agak ngaruh ke tulisan blog saya mb (ijin duluan) ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleeehh..., hihihi... yuk semangat bersama-sama.. ^^

      Delete

Jejakkan komentar, saran, kritik, dan pertanyaan melalui Contact atau komentar di bawah ini. Gunakan komentar Facebook (di atas) jika ingin mendapat notifikasi balasan langsung dari Facebook. Atau bisa juga dengan akun Blog/Gmail.

Terima kasih berkenan membaca dan mampir di Vindy Pindy Mindy.
--- www.vindyputri.com