Mama Kenapa? Mama Kangen Sama Aku?

Saturday, 13 June 2015

Mama Kenapa? Mama Kangen Sama Aku?

Hai Blogiest yang penuh kasih sayang!
Hari ini aku pengen curhat deh. Ada yang nggak biasa dari Mamaku. Aneh banget. Nggak seperti biasanya. Akhir-akhir ini, ehm..., mungkin sekitar tiga hari ini beliau sangat baik padaku. Sikapnya begitu penuh kasih sayang.

*Nyodorin tissue* Kali aja mewek baca sampai bawah.

Emangnya selama ini nggak disayang, gitu?
Hehe..., bukan begitu maksudnya. Biasanya ya biasa aja gitu. Nggak pakai perhatian berlebihan. Jadi salah satu contohnya ketika aku pulang kantor pukul 22.00. Aku sebagai anak gadisnya yang bekerja sampai malam ini merasa kurang enak hati. Jadi aku selalu takut kalau bertemu Mama. Tapi berhubung aku lapar, aku begitu datang langsung cari dapur, dong. Belum ganti baju, langsung makan sambil menghampiri Mama dan Papaku di depan TV. Mama melihat aku datang bawa piring langsung suruh aku ambil ini itu, minum ini dan harus itu sebelum aku tidur. Aneh. Ini nggak biasanya. 
Mama yang hobi nyanyi.
Mama yang hobi nyanyi.

Besoknya juga begitu. Aku pulang jam 22.00 kurang. Tapi kebetulan nasi habis tapi di panci ada Ayam Pedas bumbu Padang. Aku ngiler. Aku datangi Mama sambil basa-basi.

"Ma, di panci itu apa? Mama tadi masak?" Ada sedikit perasaan bersalah, ada makanan tapi aku nggak bantuin masak. Akhir-akhir ini jarang banget ada waktu bersama untuk masak bareng.
"Itu Ayam Pedas. Tapi nasinya habis. Kamu kalau mau makan beli nasi putih dulu di jual nasi goreng. Mau bikin nasi tanggung."
"Ya udah nggak apa-apa. Besok aja deh makan Ayam Pedasnya, aku makan mie instan dulu aja."
"Ya pakai telur sama apa gitu, biar kenyang. Goreng nugget kek, tempe kayanya masih ada." Mama jawab denga raut kekhawatiran.

Nggak biasanya kaya begini. Kalau aku bilang makan mie aja, ya selesai. Nggak pake ditawarin macem-macem.

Hari ini juga begitu. Mama datang dari kantor jam 17.00. Jam segitu justru aku harus berangkat kantor. Begitu aku bersiap naik motor, Mama nyetop gerakanku sambil heboh.
"Ada jus jambu itu loh!"
"Iya, tadi udah nyicipin di kulkas."
"Bawa satu ke kantor. Mama beli buat kamu bawa ke kantor" Sigap, aku ambil jus jambu dari kulkas. Aneh. Itu artinya kan Mama beli jus jambu khusus buat aku. Ya kan? Aneh. Biasanya nggak begini.

Aku jadi bayangin, Mama pas beli jus jambu dalam hatinya membatin, "Beli satu lagi, buat dibawa Vindy ke kantor, ah!" Aku kan jadi terenyuh. Hal sekecil itu jarang sekali terjadi.

Malam ini aku pulang kantor kelaparan lagi. Aku pengen yang berkuah. Niat bikin mie instan rasa soto. Udah kebayang rasa sotonya. Begitu tau aku lagi buka laci dapur, Mama bersabda.

"Ada Bandeng di kulkas. Kalau mau dipanasin," kata mama sambil buka kulkas memperlihatkan Bandeng yang mulai dingin.
"Aku lagi nggak pengen Bandeng, Ma. pengen kuah-kuah," jawabku sedikit manja.
"Ya itu ayam pedasnya, masih ada."
"Hm....," masih mikir. Soalnya perutku masih panas abis makan ayam itu. Pengen istirahat pedes-pedes.
"Oh, itu ada Ayam Gepok di plastik itu! Makan, deh!"

Aneh. Nggak biasanya begini. Biasanya juga kalau ada Ayam Gepok masih utuh dan kondisi udah malam begini, bakalan disimpan buat besok pagi. Ini malah nyuruh aku makan segera. 

Aku ambil Ayamnya dan bersiap makan. Mama yang lihat aku makan langsung kembali ke kamarnya. Sambil bersabda lagi. "Kalau sudah makan, matikan lampu dapur. Cuci tangan, cuci kaki."

Hello, Ma!
Aku tahu kalau mau tidur harus cuci tangan, kaki, muka, pakai krim malam, ganti baju tidur, pakai lotion, dan lampu dapur juga harus dimatiin, piring kotor juga selalu rajin aku cuci biar nggak banyak tikus lewat dan pagi dapur nggak kotor. Why, Ma? Why?? Kenapa Mama bersikap manis begini sih?

Nggak lama kemudian Mama keluar kamar dan bersabda untuk kesekian kalinya, "Abis ini pijitin, Mama bentar ya? Kaki Mama sakit daritadi. Nggak bisa tidur entar Mama." Tanpa banyak babibu, kuselesaikan makan dan kupijitin Mama. Ini ada yang aneh.

Tadi sore juga sebelum aku berangkat kantor Mama memberi baju baru sambil bilang, "Ini baju lebaran. Nanti nggak usah beli baju baru lagi, ya? Nanti Mama belikan kain tambahan, Dipermak bagian sini-sini-sini. Kasih renda. Nanti kamu Mama ajarin. Gampang, kok."

Tuh, kan? Aneh. Biasanya juga nggak mau ribet, Ini beli jauh-jauh hari. Mungkin maksudnya biar nggak berdesakan. Harga juga bukan harga mendekati lebaran. Nggak lama setelah itu juga Mama pamerin kain-kain yang baru di beli di pasar. Mama mau bikinin aku baju sederhana. Antusias banget. Aku juga ikut dibeliin, loh! Entar maksudnya kembaran gitu.

Aneh. Ini nggak biasanya. Apakah:

Mama Kangen Aku, ya?
Jadi memang aku ini sudah bekerja. Di sebuah media press koran daerah, Jawa Pos Radar Jember di bagian Pracetak sebagai Layouter dan Desainer Grafis. Konsekuensinya, aku masuk kerja pukul 17.00 - 22.00. Sedangkan Mama kerja sebagai Pegawa Negeri dari pukul 08.00 - 16.00. Paginya jadi ibu anak rumah tangga -an malamnya kerja. So? Waktu kami bertemu hanya satu jam saja (aku pulang biasanya mama sudah tidur). Itu pun sering telisipan. Mama datang, aku berangkat. Sempatnya kadang cuma pamit mau berangkat sambil salim dan cipika-cipiki.  Mama mungkin kangen sama aku. Jadi begitu bertemu denganku, aku langsung diperhatiin gini. Kadang hari liburku, Mama paling semangat ajak keluarga lengkap makan-makan di luar. "Nunggu Vindy libur," katanya.

Keluargaku saat menyempatkan waktu liburku untuk berkumpul bersama. Mama yang ada di tengah.
Keluargaku saat menyempatkan waktu liburku untuk berkumpul bersama. Mama yang ada di tengah.

Apa Karena Akhir-akhir Ini Aku, Rajin Bersih-bersih?
Akhir-akhir ini memang aku lagi menerapkan kedisiplinan. Dari tidur, bangun tidur, ibadah, bersih-bersih rumah, hingga nyiram tanaman punya Mama di teras. Karena aku yakin kesempatan full day di dalam rumah pagi-sore ini bukan tanpa suratan dari Yang Maha Kuasa. Ini pasti sudah setting-an Tuhan untuk aku belajar jadi istri yang baik kelak. Jadi aku belajar untuk nggak males lagi. Mungkin Mama berusaha memberi timbal balik karena rumah jadi rapi kali, ya?

Mama Mulai Menyadari, Anaknya Tak Akan Lama Lagi Dibawa Orang Menikah?
Quality time. Biasanya orang nyebutinnya begitu. Jadi, bulan Februari 2015 lalu aku sebagai anak gadisnya membicarakan masalah pria. Aku pernah curhat, "Kalau nggak bicara gini aku mana tau siapa yang mama suka dan nggak suka." Percakapan ini sama sekali belum pernah selama 23 tahun aku hidup. Beliau hanya menjawab, "Gimana bisa bicara kalau jamnya telisipan terus. Mama pulang, kamu berangkat. Padahal waktu-waktu seperti ini harusnya dimanfaatkan kamu untuk lebih dekat sama Mama dan Papa. Sebentar lagi kamu keluar dari rumah ini ikut orang." Apakah ini alasan Mama?

Jadi sebenarnya, Mama kenapa? 
Aduh, sebentar lagi bulan ramadan. Tiap tahunnya, pukul 16.00 aku sudah stand by di dapur. Nungguin Mama pulang kerja kemudian lanjut bikin buka puasa. Tahun ini adalah kali pertama aku bekerja. Aku harus ninggalin Mama masak sendirian sedangkan aku bekerja sore. Aku nggak tega. Pengennya sama Mama terus untuk masak bersama buka puasa. Semoga adikku yang baru lulus SMP, bisa gantiin figur kakaknya ini. 

Mama dan ketiga anak gadisnya. (Kiri ke kanan) Adikku, Vinsky, Bona monyet kecil kami, dan Aku saat berkesempatan makan malam di luar, dua pekan lalu.
Mama dan ketiga anak gadisnya. (Kiri ke kanan) Adikku, Vinsky, Bona monyet kecil kami, dan Aku saat berkesempatan makan malam di luar, dua pekan lalu.

Ma, Mama kenapa?
Aku  ini akan selalu sayang sama Mama, kok! 
Makasih ya, Ma. Udah bersikap sangat manis bak mengayomi anak kecil. 
Ma, anakmu ini sudah besar. Tapi..., aku akan tetap menjadi anak kecil Mama sampai akhir hayat Mama.

Usap ingus. mewek.


65 comments :

  1. Uhuk... gak tau mau ngomen apa. Intinya sih kalo mama bersikap seperti itu ke gue, pasti seneng banget, ngohehe....

    Mungkin alasan ketiga bisa jadi kak, itu pertanda


    Pertanda...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hm.., iya. Aku juga bahagia banget kok. Hanya jadi penuh tanda tanya aja gitu. Ada apa? Apa aku baru saja melakukan sesuatu yang membuatnya berubah begini?

      Hahaha..., oertanda apaa?

      Delete
  2. kayanya mamahnya emang lagi kangen kamu ka vindy... Pengen lebih punya banyak waktu sama kamua, apalagi kamuanya sudah bahas calon suami...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gitu ya..., :( Duuh..., aku jadi pusing, kan. Bulan Ramadan moment buka bersama lengkap jadi nggak bisa terlaksana lagi dong. Huhuuu Semua berubah...

      Delete
  3. Mungkin mama nya mbak vindy lgi kangen sama mbak yg dulu karena akhir" ini mbak rajin bersih bersih padahal biasanya enggak kan? Dan itu membuat mama nya mbak vindy sadar kalo mbak lagi belajar menjadi istri yg baik dan tak lama lagi akan dibawa org menikah :3

    Wahahaha :v kesimpulan yg sangat sempurna :3 wahahaha (abaikan)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kesimpulan kamu itu menarik inti paragraf di setiap poinnya. :D Hahaha..., Bagus, Riz. Kamu pinter :D
      Sepertinya begitu ya... semoga memang bener Mama kangen aku. Soalnya hati kecilku sih memang bilang begitu.

      Delete
  4. Itu mama kangen sama Mbak Vindy. Gue juga gitu, nyokap kalo gue lagi pulang ke Pandeglang dan beliau cerita hal-hal sepele yang sebenernya nggak perlu diceritain, berarti dia lagi kangen. Padahal gue anak cowok, paling gede, udah kerja, tapi kalo gue pamit ke Jakarta tetep aja diselipin ongkos. Punya mama itu emang anugerah yang lebih baik daripada dunia dan seisinya. Salam buat mama ya Mbak Vindy... =)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, ya? Aku juga pengen dirindukan begitu saat kelak jadi istri orang. Pulang kampung dan suasana jadi syahdu. Rindu yang lama banget nggak ketemu, jadinya setiap pertemuan ad artinya gitu.

      Iya, terima kasih, Yosfiqar ^^

      Delete
  5. Ah, so sad :( *apasih

    Dari menurut pengamatanku dari membaca tulisan dan komentar diatas dapat disimpulkan bahwa mama kak vindy ini lagi kangen. Kayaknya juga khawatir gitu cewek kerja dari sore sampai malam, biasanya kalo cewek gak boleh kan keluar malam. Ini sih menurut pengamatanku sih.

    Sudah kak jangan mewek lagi *nyodorin tisu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyam sepertinya memang kangen aku ya. Ini berlanjut hingga hari ini.. :')

      Aku sebagai anak selalu punya jam malam sendiri. Dulu sebelum bekerja, kalau memang ada acara keluar, aku batasin diri pulang pukul 21.00. Semenjak bekerja, aku jadi punya jam malam 22.00. Aku juga termasuk anak yang nggak pernah keluar malam. Ya karena bekerja inilah aku jadi pulang malam.

      Delete
  6. Bingung mau komen sbg apa, anak atau ibu, krn sdh merasakan keduanya :)

    Saya lbh cenderung alasan pertama dan ketiga, walau mungkin yg ketiga adl poin yg paling utama :) hmmm, semacam sindrom bagi ortu yg anak perempuannya mgk tak lama lg akan menikah.

    Konon, ayah juga mengalami hal yg sama, cm umumnya beliau2 tdk seekpresif ibu dalam mengungkapkannya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Ririn. Sepertinya memang sedang rindu dan sedang memanfaatkan waktu bersama anak gadisnya yang paling besar ini. :') Kalau Papa sih sukanya nawarin diri nganter ke mana pun aku pergi meski dalam keadaan ngantuk sekalipun.

      Delete
  7. Tulisannya Keren Kak Vindy, serasa baca Novel tau gak

    ReplyDelete
  8. Huahua... aku terharu bacanya... bener kata komen diatasku ini, ceritanya mirip novel... itu tandanya mama kamu perhatian sama kamu sebenernya, karena pastinya setiap orangtua itu sayang dengan anaknya... haduh, kalo yang kek ginian aku ga bisa banyak komen deh... mana tisunya bagi dong... tisuku abis soalnya...

    Moga2 aja mama kamu sukses dan sehat selalu, punya mama yang sangat sayang dengan anaknya pastinya membuat kita menjadi salah satu anak paling bahagia di dunia ini. Semoga mama ku sehat selalu juga, amin... aku kangen mama pengen pulang :'( huahua....

    Oh iya aku lupa bilang.... ga baik lho makan malem2, tp aku juga sering sih makan malem2, soalnya kalo perut laper, ga bisa kompromi lagi... itu kalo aku sih, hmm... pokoknya nanti kamu wajib membahagiakan mama kamu dan juga keluarga :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin, terima kasih doanya ya, Aldo. Eh, biarin deh makan malam-malam. Biar aku gemuk juga. Soalnya akunya kurus sih...

      Semoga aku bisa membahagiakan kedua orang tuaku kelak. Amin!

      Delete
  9. Biasanya karena kangen sama anaknya, kan sebelumnya masih ngumpul-ngumpul di rumah karena emang Vindy belum kerja. Kalo hari Sabtu, Minggu off, ya bisalah kumpul-kumpul bareng keluarga, dan itu harus. Jadi positif thinking bae lah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, begitu ada moment, kami selalu keluar makan malam. Syahdu sekali. Tertawa lepas dan terlihat sangat bahagia! :')

      Delete
  10. mngkin semuanya benar tuh

    ibumu lagi kangen n manja-manjain kamu, dan lagi kalau emang udah nyangkut masalah anak rasanya itu udah biasa dilakuin oleh ibu manapun.

    kayaknya gitu deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Analisa kamu sepertinya bener, Ara. :D Sepertinya beliau ingin memanfaatkan waktu sebisa mungkin bahagia bersamaku. :')

      Delete
  11. Ciee seneng lebih diperhatiin mama :)
    Anak kos mah anaknya di rantau mamanya di kampung. Diperhatiin juga aneh gitu ya. Misal dbeliin jus jambu, tapi dikirim via jne. Kan gak asik :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku belum pernah kos. Itu sebabnya mungkin aku belum pernah rasanya dirindukan oleh orang tua. Jadi begitu berubah manis begini terasa aneh.

      Delete
  12. Mbak, mamanya melihara monyet ya? Unyu... jadi ingat monyet yg ada di film cinta brontosaursunya kita.

    Menurutku, terkadang sih gitu... ibu kangen dengan cara yang gak wajar. Bentar-bentar ambil ini, bawa ini, makan itu, pokoknya mendadak berubah. Aku juga pernah gini, pas diakhir kelas 12 karena sibuk les dan biasa pulang malem, hari liburnya pasti mamak bela-belain masak enak dan gak ngasih aku jalan2 atau maen-maen.

    Ibu sih gitu, kalau udah kangen. *Ini kok malah curhat -__-*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, aku lihat filmnya Raditya Dika itu ceritanya hampir mirip sih hahaha. melihara monyet seperti anak sendiri.

      Wah, jadi kamu juga mengalami hal serupa ya? :') Kayanya Ibu kamu juga sayang banget sama kamu.... bahagiakan beliau ya...

      Delete
  13. Cie cie. Kangen2an.btw, kunjungin balik ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah berkunjung di blogku, Mr. Aneh.

      Delete
  14. Kalo dilihat dari cerita yang kamu sampaikan, sepertinya mama kamu belum siap melepas kamu pergi dengan orang lain. Mungkin. *serius banget*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, terus aku nggak boleh menikah, dong? :'(

      Delete
  15. Ya namanya jarang ketemu mbak, wajarlah. Jam 4 sore pulang, mbak vindy jam 5 harus udah di kantor. Pulangnya (biasanya) udah tidur. Kan wajar. Nurut aja, biar seneng. Btw, adiknya cantik juga.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aih, gagal fokus hayooo :D
      Iya, sepertinya begitu :')

      Delete
  16. mungkin mama km emg rindu kebersamaan denganmu

    klo q malah q yg rindu mamaku
    soalnya mamaku dh mninggal saat q msh SMP
    ngiri deh liat kebersamaan kaya di foto2 keluarga km itu
    q udh lm bgt ga kaya gitu...
    kamgem mama
    (●̮̮__●̮̮)hiks(●̮̮__●̮̮)hiks
    *malahakuyangcurcol

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf ya, eM Fi. Kamu jadi teringat mam kamu yang sudah di surga. Jangan sedih dong. Aku nanti jadi merasa bersalah.. :(

      Delete
  17. Coba kamu kasih hadiah mama kamu juga deh Vin. Yang sederhana aja kek, apalah gitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apa ya? Aku selama ini mencoba membalas kebaikan Mama dengan berbakti dan menuruti apa yang diucapin Mama. Disuruh apa gitu, aku langsung kerjakan. Sepertinya itu lebih daripada sebuah hadiah. Aku nggak pernah kasih hadiahh :(

      Delete
  18. Ahh.. Sedih kaak bacanya... Aku nahan2 nih supaya gak mewek. Wkwk..

    Aku sendiri klo mama ku tiba2 berubah perhatiannya kyak gtu banget psti langsung nangis kejer aku kak. Haha

    Jadi gitu ya perasaan orgtua kalo anaknya mau nikah? Ah jd sedih:'( sempetin waktu untuk ngumpul brg kluarga kak, sblm nanti pisah rumah:(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mungkin begitu rasanya. Padahal aku sendiri kapan menikahnya belum tahu. :'D
      Kalau sudah menyangkut orang tua memang suka nggak kuat ya, Lu. :'( Yuk kita mewek bareng.

      Delete
  19. ternyata kalo udah kerja dan sudah menjadi orang dewasa seperti itu. Hmm... Mama yang paling mengerti mengenai permasalahan anaknya, dia ingin anaknya bahagia. Aduh saya jadi laper pengen indomie soto, saya udah lupa rasanya mie instan. Itu monyetnya lucu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makan dong, mie instan sekali-sekali. :D
      Iya monyetku cantik, ya. Hihihi..
      Begitulah rasanya jadi orang dewasa. Meski sebenernya aku belum merasa sebagai orang dewasa. Kalau diperlakukan seperti itu, akunya jadi kembali seperti anak kecil. :')

      Delete
  20. Ka vindy itu monyetnya lucuuu banget :3 aku salah fokus nih hahaha

    ReplyDelete
  21. pengen mewek bacanya, tapi kan saya cowo ya malu lah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak apalah mewek. Mewek dan tersentuh dengan hal yang begini sih masih tetep macho. Malah nambah kemachoan beberapa persen, karena hatinya berperasaan juga :D

      Delete
  22. Itu memang mama kamu lagi rindu banget kalau seperti itu :D

    Mama saya juga seperti itu, kalo saya dah mau ke koz. Apalagi saya jarang pulang :D. Jadi rindu ortu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, sepertinya memang Mamaku yang rindu. Akupun menyadari bahwa aku juga merindukan, Mama

      Delete
  23. Jadi pengen ngumpul bareng keluarga diatas #kidding :D

    ReplyDelete
  24. ketika semua menjadi sibuk, quality time bareng keluarga jadi hal yang langka. btw, monyetnya lucu :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, betul, Salam. :)
      Iya, monyet itu adik baruku. Salah satu bagian dari keluarga ini. :D

      Delete
  25. jadi pengen ngumpul bareng keluarga kangen

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga rindumu terbalaskan ya, Vera. Segera hubungi keluarga kamu.

      Delete
  26. Cerita soal Mama, jadi inget Mama aku sendiri. Kemarin ini akhirnya bisa ketemu dia lagi setelah satu tahun lebih ga ketemu. Rindu banget. Dan ga peduli berapa umur kita dan berapa tahun yg telah kita habiskan berkelana di perantauan, di mata seorang Mama, kita selamanya tetap adalah seorang anak kecil.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, betul. Kita akan selamanya jadi anak kecil bagi mereka. :')
      Aku pengen merasakan dirindukan karena aku jauh. Jadi ketika aku pulang, aku akan disambut begitu syahdu karena rindu.

      Delete
  27. Apa cuma aku aja yang baca ini malah laper.........

    ReplyDelete

Jejakkan komentar, saran, kritik, dan pertanyaan melalui Contact atau komentar di bawah ini. Gunakan komentar Facebook (di atas) jika ingin mendapat notifikasi balasan langsung dari Facebook. Atau bisa juga dengan akun Blog/Gmail.

Terima kasih berkenan membaca dan mampir di Vindy Pindy Mindy.
--- www.vindyputri.com