Mengapa Ada Patah Hati?

Mengapa Ada Patah Hati?

Mengapa Ada Patah Hati?

Enam bulan lalu aku menulis tentang Mengapa Ada Jatuh Cinta. Mengurai alasan kenapa kita bisa merasa seperti ada yang berdesir-desir di hati seperti pasir longsor, bisa merasa ingin guling-guling karena suka salting. Aku juga menjelaskan bahwa jatuh cinta itu 86% pakai hati, sisanya pakai logika. Kenapa 86% aku juga enggak tahu perhitungannya. Hehe...


Indah ya masa-masa dimabuk asmara antara dua insan yang saling mencintai? Saling memberi timbal balik. Satu memberi cinta, sisi lain menerima cinta, begitu seterusnya hingga cinta ini saling melekat kuat kemudian menyatu.

Idealnya dua insan ini punya dua pribadi yang berbeda. Ketika jatuh cinta dua perbedaan ini memberi pelajaran toleransi. Dua perbedaan dengan satu tujuan bahagia bersama.

"Apapun bisa terlewati. Asal kamu bersamaku. 
Kita lewati ini bersama, Sayang..."

Setiap hari komunikasi lebih dari sekedar teman. Mulai mengenal hal kecil yang dulunya tak nampak atau hal yang orang lain nggak tahu. Pelajaran toleransi kini naik menjadi pelajaran menghargai. Rasa sayang yang besar memaklumi segala perbedaan. Berbeda sedikit bukan masalah. Tapi rupanya perbedaan itu terakumulasi, hati mulai meradang. Logika mulai tidak terima.

"Hei, kamu! Kali ini kamu keterlaluan!"
"Kamu yang nggak mengerti aku!"
"Kamu yang membangkang!"
"Kita ini udah nggak cocok."
"Kamu banyak omong!"
"Kamu lebih baik sama orang yang bisa setiap saat sama kamu!
"Aku cuma ingin minta perhatianmu sedikiiit saja."
"Aku sudah nggak nyaman dengan kamu!"
"Protes aja terus!"
"Kalau sudah tahu aku begini, kenapa masih dipertahankan?"

"Itu karena aku masih sayang kamu..."

Perasaan kini lelah dengan hubungan yang selalu diisi dengan otot tegang. Mulai jenuh dan ada perasaan ingin keluar dari zona menghargai satu sama lain. Tidak nyaman berada di situasi berantem terus. Tapi, sekali melangkah keluar, cinta akan bertemu dengan keegoisan. Sulit untuk kembali. Karena egois itu kejam sekali. 

Kejam sekali.

Seperti ngerajut sweater cinta yang belum selesai karena benangnya kusut. Harusnya memang jari bekerja sama dengan hati. Perlu perlahan-lahan mengurai satu persatu jalinan benang yang nggak kelihatan ujungnya. Alih-alih malah semakin kusut. Jalan terakhir adalah dengan mengguntingnya. Lagi-lagi logika sedang bermain di sini. Masalah selesai? Iya. Tapi sweater tersebut akhirnya tidak selesai. Tidak lagi bisa dipakai. 

Daripada semakin kusut, melelahkan. 
Gunting saja. 

Perasaan Sama-Sama Menjadi Korban

Ini adalah situasi yang sangat berbahaya. Perasaan sama-sama paling benar juga lebih berbahaya. Toleransi dan menghargai pasangan sudah tidak lagi berlaku. Logika mulai menang. Segala bukti, fakta dan masalah kecil mulai menjadi persolan berat. Ini membuat hubungan semakin rumit.

Dulu, masalah kecil nggak berarti apa-apa. Sekarang? Ketika nggak ada masalah akan terus dicari masalahnya. Supaya apa? Supaya salah satunya meninggalkan dan yang ditinggal akan lebih merasa menderita dan merasa menjadi korban. 

Mulai Membenci Kenangan-Kenangan Bersama

Segala benda, sudut ruangan, suasana, cuaca panas/hujan, tempat, film, bahkan lagu kenangan akan menjadi sesuatu yang menyakitkan jika diingat. Patah hati menjadi sangat sensitif apabila mendengar lagu cinta. Dulu waktu kasmaran, lagu cinta menjadi begitu syahdu dan mungkin menambah kadar cinta karena ketika dengerin lagu cinta, yang dibayangin adalah sang kesayangan. Ah, dunia begitu indah.

Tapi bagi yang sedang patah hati, lagu cinta bisa berubah menjadi lagu pahit. Kemudian membenci lagu-lagu cinta. Apalagi mendegar lagu yang liriknya mellow. Bakal berpengaruh dengan hati yang baru saja terluka. Makin tersayat, berdarah, basah, sambil disiram air jeruk. 

Perih.

Melupakan Semua Kenangan

Dikira mengubur semua kenangan adalah hal yang paling ampuh. Nyatanya nggak. Mengubur hanya akan membuat hati ini kembali mencari. Karena kita tahu di mana kita menguburnya. Tinggal digali lagi, baper lagi. Melenyapkan semua kenangan juga nggak akan berhasil. Karena melenyapkan hati yang susah dicari akan berubah menjadi rindu.

Tersiksa ketika dua hati yang saling mencinta, kini hanya satu yang mencintai dan cinta satu lagi sudah mati. Meninggalkan kenangan pahit. Berpikir "Ini adalah terakhir aku mengingatmu." nyatanya... "Aku tak bisa melupakanmu."

Melupakan Semua Kenangan


Lalu?
Membenci mungkin jadi salah satu cara ampuh. Tapi ternyata.... orang yang pernah disayang dan dicinta, nggak bisa semudah itu menjadi musuh sekalipun sang kesayangan telah menyakiti hati. Jadi, bagaimana cara untuk lupa dan bisa menerima bahwa ini semua sudah berakhir?

Meninggalkan Lebih Tegar daripada yang Ditinggalkan

Sosok yang meninggalkan memiliki alasan yang kuat dan pikiran realistis. Lebih berpikir dengan logika daripada pakai perasaan. Love metter mulai menunjukkan Logika 80% dan sisanya adalah perasaan. Begitu pula sebaliknya. Yang ditinggalkan lebih banyak menggunakan perasaan. Apapun alasannya nggak akan bisa diterima dan selalu terlihat salah. Wajar dan manusiawi jika patah hati karena ditinggalkan akan merasa sangat terpuruk. Ia belum siap melepas indahnya cinta yang begitu bahagia saat bersama.


Dipermainkan oleh Hati

Tertawa ketika mengingat hal lucu, menangis ketika mengingat kebahagiaan, dan rapuh ketika mengingat kini sudah tak lagi bersama. Seketika merasa kuat, seketika di lain waktu merasa sangat tidak berdaya karena ada bagian yang hilang. Ada yang kosong. 

Ah! 
Mengapa patah hati tak senikmat jatuh cinta?

Menjadi Pemalas dan Tidak Menyayangi Diri Sendiri

Orang yang patah hati menjadi tidak bersemangat melakukan apapun. Sebanyak apapun penyemangat yang datang, yang dia butuhkan hanya cintanya kembali bahagia. Mendadak menjadi malas merawat diri, pola makan berantakan, berat badan nggak stabil, hormon bagi wanita juga berantakan. PMS lebih lama, nyeri menjadi menyakitkan, hingga sakit datang. Yang cowok juga begitu. Kamar jadi berantakan, janggut dibiarkan panjang dan perilaku tidak normal lainnya.

Tapi juga nggak jarang sibuk menyibukkan diri sendiri.



Yang ia mau cuma satu. Melihat kembali senyum cinta yang sudah hilang.
Melihat wajahnya yang manis, mendengar suaranya yang begitu menenangkan, dan menyambut kasih yang lembut dalam pelukan kembali. Sebab sebelumnya segalanya terlihat optimis, kini terasa begitu pesimis.

Menjadi Motivator Handal untuk Menyemangati Diri Sendiri

Orang yang sedang patah hati akan selalu mencoba untuk bangkit dan mengumpulkan banyak energi positif. Sebab orang yang lagi patah hati auranya negatif dan kelam. Berpengaruh pada kegiatan sehari-hari. Mencari pengakuan dari tempat lain. Salah satunya dengan bersilat lidah tentang ketegaran dan hidup lebih baik.

Bohongin diri sendiri

Orang yang melihat akan menilai diri ini handal dan kuat. Padahal dalam hatinya rapuh kayak keripik kriuk. Apa sih yang diharapkan kalau bukan untuk mencari perhatian. Respon orang lain akan menambah kekuatan. Tapi itu hanya berlaku sebentar. Setelah itu, hati akan kembali rapuh. Jadi jangan heran melihat beranda sosmed si empunya posting banyak tentang motivasi. Sudah dapat ditebak dia sedang galau.

Pernah Bahagia

Patah hati ada karena awalnya jatuh cinta. Bersyukurlah, artinya kita manusia normal. Kesepian ada karena dulunya selalu hadir pagi siang malam. Ada perasaan tidak terima karena dulunya selalu di-support. Dan sedih ada karena pernah bahagia bersama. Hal menyenangkan, lucu, bahagia, bahagia dan bahagia itu kini berubah menjadi sakit, menderita, kesepian, sedih, sedih, dan sedih. 


Hanya Perlu Melaluinya

Ini memang proses hidup. Mengapa bisa jatuh cinta kemudian patah hati? Masa paling indah adalah ketika jatuh cinta, masa paling pahit adalah ketika patah hati. Tapi masa yang paling berat adalah ketika seseorang memutuskan untuk bertahan, berdiri kemudian berjalan tertatih. Hati seperti air pantai. Pasang surut silih berganti. 


Hanya Harus Melaluinya

Hati itu hanya perlu melewati bibir pantai yang pasang surut, terombang-ambing ombak yang menggulung keras, terhantam, terkadang hilang arah, hingga nanti berada di tengah samudera... tenang. Sepertinya, butuh perahu kayu yang kokoh. Agar tak hancur dan tenggelam meninggalkan raga.

Sambil terus mendekatkan diri pada Tuhan, agar hati ini selalu terpelihara dan bisa tegar melalui ini semua. Tuhan tidak akan pernah menguji umatnya melebisi batas kemampuan. Percaya pasti bisa. 

Berhak untuk tidak mencintai

Jika jatuh cinta membuatmu hidup, 
maka patah hati mengajari tentang kehidupan.
-- Vindy Putri
Previous
Next Post »

30 komentar

Write komentar
Saturday, 3 October 2015 at 01:00:00 GMT+7 delete

Dari semua diatas, hal yang kena banget ya patah hati ada karena kita pernah bahagia

Reply
avatar
Saturday, 3 October 2015 at 03:20:00 GMT+7 delete

Trus gmn cara ngatasin ketika putus tp msih cinta?

Reply
avatar
ahmad fauzi
AUTHOR
Saturday, 3 October 2015 at 05:21:00 GMT+7 delete

susah sih kalo bicara tentang masalah hati. kayaknya ga ada penyelesaiannya. yg paling ngena sih ya, ketika denger lagu yg dulunya bareng'' tiba'' dia perlahan mulai menginggalkan diri kita. duh, ini kenapa gue curhat juga sih.

tapi yah, obat yg paling mujarab ya harus berdamai dengan masa lalu. ga ush sok''an lupa dengan kenangan yg pernah d buat. jadikan pelajaran aja. oh iya, manusiawi jg kok, ketika patah hati, hati bersedih kemudian mengeluarkan air mata. tpi ya, ga usah lama'' juga kali

Reply
avatar
Saturday, 3 October 2015 at 08:18:00 GMT+7 delete

setiap orang pasti memiliki cara yang berbeda dalam mengatasi masalah hati. ada yang berusaha mempertahankan, ada yang rela mengikhlaskan atau lain2nya. kalo menurutku sih cukup bahagiain diri kamu sendiri dengan jadi diri kamu sendiri, tanpa terbeban dengan kepentingan orang lain.

Reply
avatar
Saturday, 3 October 2015 at 08:35:00 GMT+7 delete

Patah hati bukan pilihan, dan itu rasanya... lebih daripada sakit gigi

Reply
avatar
Nabil Fayadh
AUTHOR
Saturday, 3 October 2015 at 13:38:00 GMT+7 delete

haduh kalau postingannya tentang patah hati gitu bawaannya tuh baper teruuz :D

Reply
avatar
Saturday, 3 October 2015 at 19:30:00 GMT+7 delete

Patah hati? nyari lagi!

(berusaha nutupin sakitnya sih ini sebenernya...)

*lalu terjebak dalam baper yang mendalam :'(

Reply
avatar
Akarui Cha
AUTHOR
Sunday, 4 October 2015 at 00:38:00 GMT+7 delete

Karena aku pernah bahagia, maka kini aku patah hati saat kamu pergi. *hiks, mendadak pengen curhat

Reply
avatar
Ara AnggARA
AUTHOR
Sunday, 4 October 2015 at 10:41:00 GMT+7 delete

saya sellu heran, kenapa saat orang patah hati mulai membenci orang yang menyebabkannya patah hati itu.

Karena sama-sama pernah merasa bahagia, seharusnya itu nggak hilang gitu aja hanya karena berpisah. mungkin nyakitin ya tapi ya bener harus dilalui, setiap fase dari jatuh cinta sampe patah hati itu ibarat momen mendewasakan diri. daripada terus mewek karena patah hati, mending seneng-seneng. Karena hidup, nggak melulu soal cinta dan perasaan yang seperti itu doang

Reply
avatar
Vindy Putri
AUTHOR
Sunday, 4 October 2015 at 23:30:00 GMT+7 delete

Ia membenci karena ia tidak suka saat-saat patah hati menyakitinya. :)

Reply
avatar
Vindy Putri
AUTHOR
Sunday, 4 October 2015 at 23:31:00 GMT+7 delete

Sini, Cha.. BBM aku gih kalau mau curhat. Aku dengerin :)

Reply
avatar
Vindy Putri
AUTHOR
Sunday, 4 October 2015 at 23:32:00 GMT+7 delete

:) Eh ada Mbak Uniek.. hehehe.. Nyari lagi ya? Mudah-mudahan dilancarkan yaaa hehehe

Reply
avatar
Vindy Putri
AUTHOR
Sunday, 4 October 2015 at 23:33:00 GMT+7 delete

Huhuhu.. iyaa.... Jadi kebawa baper kah?

Reply
avatar
Vindy Putri
AUTHOR
Sunday, 4 October 2015 at 23:34:00 GMT+7 delete

Wah, ada Okta :D
Iya, Okt, emang setiap orang punya cara sendiri untuk mengatasi masalah hati. :)
Pengennya sih yang rela mengikhlaskan. ^^

Reply
avatar
Vindy Putri
AUTHOR
Sunday, 4 October 2015 at 23:36:00 GMT+7 delete

Ya itu tadi jawabannya. Hanya perlu melaluinya.

Reply
avatar
Vindy Putri
AUTHOR
Sunday, 4 October 2015 at 23:37:00 GMT+7 delete

:) Iya..., pernah bahagia. Berdamai dengan masa lalu ya itu kita mau gak mau, kudu melalui hari-hari yang begitu berat kan? Iya jangan lama-lama. Hihi

Reply
avatar
Vindy Putri
AUTHOR
Sunday, 4 October 2015 at 23:38:00 GMT+7 delete

:) Iya ya..., "karena kita pernah bahagia".

Reply
avatar
Endi Yuana S
AUTHOR
Monday, 5 October 2015 at 00:16:00 GMT+7 delete

Cie...Cie... yang lagi patah hati ===> BROKEN HEART :D :D

Reply
avatar
Vindy Putri
AUTHOR
Monday, 5 October 2015 at 00:24:00 GMT+7 delete

Hahaha..., bukan aku. Ini untuk semua yang sedang patah hati. :D

Reply
avatar
Monday, 5 October 2015 at 12:20:00 GMT+7 delete

Sering nih patah hati, pernah suatu ketika ditinggal mantan nikah -__-
nice post :)

Reply
avatar
Vindy Putri
AUTHOR
Monday, 12 October 2015 at 20:47:00 GMT+7 delete

Ciiyee.... :D Sama-sama saling menguatkan yaa. ^^

Reply
avatar
Tuesday, 13 October 2015 at 10:48:00 GMT+7 delete

Pasti selalu ada hikmah di setiap patah hati :), terkadang apa yang kita sesali saat ini adalah yang kita syukuri hari esok *keep Smile*

Reply
avatar
suria riza
AUTHOR
Wednesday, 14 October 2015 at 22:36:00 GMT+7 delete

ehemmm.. percaya saja lelaki yang baik untuk wanita yang baik..move on.dicintai itu enak daripada mencintai..aku sendiri ngalami ngerasain enaknya dicintai :")

btw, ini lagi curhat?

Reply
avatar
Vindy Putri
AUTHOR
Thursday, 15 October 2015 at 20:19:00 GMT+7 delete

Hehehe..., bukan curhat sih, Mbak. Hihihi... Ini bertukar pikiran aja tentang patah hati. :D
Iya, dicintai memang lebih enak daripada mencintai. :)

Reply
avatar

Jejakkan komentar, saran, kritik, dan pertanyaan melalui Contact atau komentar di bawah ini. Gunakan komentar Facebook (di atas) jika ingin mendapat notifikasi balasan langsung dari Facebook. Atau bisa juga dengan akun Blog/Gmail.

Terima kasih berkenan membaca dan mampir di Vindy Pindy Mindy.
--- www.vindyputri.com ConversionConversion EmoticonEmoticon