Piknik ASIK di Pantai PAPUMA (Watu Ulo Jember)

Sunday, 4 October 2015

Piknik ASIK di Pantai PAPUMA (Watu Ulo Jember)

Piknik Asik di Pantai Papuma Jember

“Aku ambil libur hari Selasa saja, deh.”

Aku bekerja di salah satu media pers di Jember. Tanggung jawab sebagai pracetak, membuat jatah libur karyawan hanya satu hari, yaitu hari Sabtu. Kebetulan aku dapat jatah tukar libur hari lain, nih. Kupilih hari Selasa, 4 Agutus 2015 karena keluarga besar dari Mamaku datang ke rumahku di Jember-Jawa Timur pada hari Senin-Selasa Agustus awal lalu.

Sibuk bekerja di kantor memang membuat jenuh banget! Kalau sudah waktunya libur maunya malas-malasan di rumah atau jalan-jalan. Biasanya sih aku lebih memilih diam di rumah. Diem di rumah emang kadang buat energi penuh lagi. Karena bisa puas tidur. Hehe. Tapi kadang juga bikin jenuh. Ya kan?

Liburan saat itu berbeda. Kami sekeluarga piknik ke pantai! Yeay! Pantai yang tersohor di Jember ya Pantai Putih Malikan atau biasa disebut Pantai Papuma (Watu Ulo). Keluarga besar mamaku datang dari berbagai kota. Dari Malang, Probolinggo, Jombang karena sekolah, Bali karena bekerja dan paling jauh dari Tangerang, tante tersayang.

Kenapa Disebut Watu Ulo?

Unik banget deh pantai ini. Konon katanya, pantai yang berada di Kecamatan Ambulu ini terdapat batu berjejer menyerupai bagian badan ular yang bersisik. Badan ular di Pantai Jember, Kepala dan ekor berada di pantai lain. Aku sendiri belum bisa melihat seperti apa sih sisik ularnya. Tapi yang pasti ketika bermain di pantai pasir putihnya, memang banyak sekali batu karang berjejer.

Nenekku Sudah Lama Nggak Ke Pantai 

“Bu,” Aku tanya ke Nenekku yang biasa kupanggil Ibu. Kami sedang perjalanan menuju Papuma, “terakhir ke pantai kapan?”
“Ya lama sekali. Ada mungkin belasan tahun.”
“Lama banget!”
“Ibu nanti mau bawa batu karang sediki buat aquarium dan kolam di rumah. Biar Kung (panggilan kakekku) seneng. Kan Kung suka yang begitu.” Kebetulan kakekku nggak ikutan, beliau tetap di Malang. Kakekku suka sekali ikan hias dan punya satu aquarium lebar pun kolam yang didesain seperti air terjun.

Sekitar satu jam kami melakukan perjalanan, sampai juga di pantai! Semua antusias luar biasahhh!! Aku bisa banget lihat mereka enjoy dan terhibur di piknik tanpa karpet ini. Terutama nenekku. Beuh... begitu turun dari mobil, maunya langsung turun ke bibir pantai. Nenekku langsung sibuk dengan pasir dan karang.

Bisa bayangin dong, nenek berusia 65 tahun bisa tiba-tiba lincah hanya untuk memberi oleh-oleh batu karang buat suami akhir hayatnya. Betapa beliau ingin berbagi kebahagiaan karena suaminya nggak bisa ikutan piknik seru begini.

“Harusnya, Kung ikut ya?” Berkali-kali nenekku mencelos kalau ingat kami senang-senang sedangkan suaminya di rumah nggak ikutan.

Abadikan Momen Gembira Saat Piknik

Kami, anak dan cucunya, nggak mau kalah dong! Hihihi. Kami semua juga turun ke bibir pantai. Apa lagi kalau bukan mengabadikan moment seru ini. Yah, bilang aja kalau mau selfie dan foto-foto. Wkwkwk. Ya, kami memang jaman kekinian banget. Sebelum turun ke pantai, kami memesan ikan bakar dulu di salah satu warung makan. Karena bakar ikan kan sangat laaaamma, biar nggak terasa menunggu, yuk cus ke bibir pantai!

Piknik bersama tante tersayang di pantai papuma (watu ulo) Jember, Jawa Timur

Berfoto di Pantai papuma yang sedang surut

Asyiknya piknik bersama keluarga di Pantai Papuma (Watu Ulo) Jember

Perempuan semua ya? Ya, gimana... laki-lakinya hanya tiga orang. Dan semuanya bapak-bapak lebih memilih untuk duduk-duduk menikmati angin pantai di dekat mobil. Nggak seperti emak-emak gaul di sini, mereka nggak begitu suka narsis. Haha.

Beruntungnya kami, Pantai Papuma siang itu lagi surut banget! Kami bisa berjalan kira-kira 50 meter ke tengah laut dengan aman. Airnya jernih, kami bisa melihat isi pantai dengan mata telanjang. Ombaknya juga bersahabat. Biasanya kalau lagi normal, ombak bisa naik mendekati pohon di pinggir pantai. Dan warning banget di Papuma, bahwa nggak boleh berenang sebab ombaknya keras. Soalnya Pantai Papuma adalah pantai selatan yang langsung menghadap langsung ke Samudera Hindia.

Selfie di Pantai Papuma yang sedang surut

Mungkin masih ada daya tarik bulan purnama kali ya? Tanggal 4 Agustus 2015 masih terhitung tanggal 18 di kalender Jawa dan Islam. Asyik banget pokoknya. Nenek, mama, sepupu dan tante semuanya mengulas senyum dan tawa yang nggak berhenti-henti.

Padahal udah emak-emak, tapi karena heppy banget, mereka sampai berani memecah anak air pantai dan naik batu-batu yang agak tinggi. Sepertinya mereka merasa kembali ke masa muda. Hihihi... Mungkin juga karena mereka sudah sangat lama nggak ke pantai. Kecuali tante yang dari Bali sih. 

Udahan nih main airnya. Capek juga. Kami memutuskan untuk naik. Tapi..., loh? Kami ternyata main cuma satu jam aja. Berasa lamaaaaa banget. Enjoy sih kami di situ. Terutama nenekku. Beliau senyam-senyum bawa karang. Sepertinya beliau sambil membayangkan wajah kakekku nanti ketika diberi oleh-oleh penuh cinta.

Saking gembiranya, nenekku mau-mau saja disuruh pakai topi dan berpose ala-ala anak muda. Nenekku masih terlihat sangat cantik. Malah ada pose beliau pakai kacamata! Ah, sayang nggak kutemukan foto itu. Kece badai, pokoknya!

Nenek (kiri) yang ikut bergaya di Pantai Papuma


Piknik Ya Kuliner Sedap!

Waktunya makan! Setelah seru-seruan bermain air dan selfie, dirasa-rasa memang perut kami terasa aduhai keroncongan. Sampai nambah-nambah bakul nasi segala. Kuliner di Papuma emang yahud bener deh! Yang asik adalah menu kuliner Octopus (gurita) yang dipotong-potong kecil dibakar sambil disiram kecap gurih. Hm..., bayanginnya udah bikin ngiler lagi.

Ikan Bakar dan Octopus Bakar


Wah, kami benar-benar merasakan piknik yang menyenangkan! Lupa dengan segala penat kantor, masalah, atau tunggakan pekerjaan yang belum selesai. Rasanya hari itu benar-benar quality time with big family! Kami pulang dengan perasaan fresh dan siap menjalani rutinitas harian. 

Piknik Lagi?

Kalau ditanya pengen piknik tujuan selanjutnya kemana, aku pengen banget piknik ke Puncak Bogor. Karena di Jember juga punya puncak, namanya Rembangan. Hawanya begitu dingin dan bisa melihat luasnya kota Jember dari situ. Aku suka suasana sejuk seperti itu.

Tapi pasti berbeda dong puncaknya Bogor dengan Rembangan. Aku hanya tahu di TV aja. Kalau ada kesempatan liburan di Bogor, mungkin asyik ya. Merasakan alam yang sejuk di kota orang dan nggak hanya mupeng lihat di TV saja. Hihi...

Aku belum pernah ke kota sejuk Bogor. Kulinernya juga aku belum tahu yang yummy apa saja. Semoga ada kesempatan untuk menikmati indah dan nikmatnya kekayaan bumi Indonesia.

Puncak Bogor dan Rembangan

Jadi...
Piknik itu penting?
Iya! Penting banget!


Tulisan ini diikutsertakan dalam "Lomba Blog Piknik Itu Penting"

Piknik itu penting.


38 comments :

  1. ini lho salah 1 resepnya awet seger muda n ide lancar mengalirrrr ...
    ngeblog jadi terasa enaaak ajah... gak macet.
    makanya PIKNIK ... poto2nya meuni seruuuu heboh bagus2.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi.., bisa saja. Semoga tetap konsisten nih nulisnya. Ide memang suka datang kapan saja. :D Tapi ya kadang macet sih. Yuk piknik!

      Delete
  2. aku juga seneng bawa pulang kerang dan karang dari pantai buat akuarium. heheheh XDDD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi..., iya kadang juga iya sih aku begitu. Tapi sekarang udah nggak pernah bawa-bawa begitu. Soalnya setelah sampai di rumah, mau dibuat apa? Hehee Makasih ya uda mampir. ^^

      Delete
  3. wah jember punya pantai yg tak kalah asyik ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kalau main ke Jember ya kudu mampir ke PAPUMA yaaa :D

      Delete
  4. Oalaaahh.. Jadi ini Papuma. Aww! Cakep sekali kak Vindy :D
    Aduh, semoga ada rezeki biar someday bisa main ke sini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi..., iya, Intan. Amin.. semoga ada rolling ke RRI Jember ya hehehe

      Delete
  5. hadeh kirain aku pantai papuwa hahaha rupanya papuma,, di daerahku juga ada pantai tapi sayang saat ini masih diselimuti kabut asap jadi keindahannya memudar gara gara asap

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehhee..., iya. Nanti juga akan hilang sendiri asapnya. Sabar ya...

      Delete
  6. piknik bersama keluarga memang selalu asik ya :)

    ReplyDelete
  7. Seger ih suasananya...hijau! Dah lama ga pernah wisata alam kek gini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe iya nih seger banget ya?
      Yuk piknik ke pantai... :)

      Delete
  8. serunya bisa piknik sama keluarga berasa gimana gitu, beda banget kalau sama temen
    dan oiknik keluarga aja deh yang belum gue lakukan sampe sejauh ini
    keren juga yah pantainya, mantep deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihhi..., iya beda memang rasanya. Tapi intinya sama, piknik ^^

      Delete
  9. Wah banyak banget yang share lagi liburan di pantai
    jadi pengen liburan ke pantai lagi

    ReplyDelete
  10. Wahh kerja di media pers ya, keren-keren, salah satu impian gue nih hhe
    Rame ya jalan2 sama keluarga, kalau gue mah kadang males jalan sama keluarga lebih suka jalan2 sendirian atau minimal sama mantan pacar :v

    Bogor ya? hmm... belum pernah kesana jadi mau ikutan juga nih hhe
    semoga menang ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe iya, di media pers. Semoga nanti impianmu tercapai ya :)
      Ups, sama mantan pacar hehehehe bisa aja...

      Delete
  11. ehhh asiknyaaaa,,,gue udah lama banget kayanya gak belibur kepantai bareng keluarga,jadi envyy

    ReplyDelete
  12. seru banget ya pikinik bareng keluarga, jadi ada kepikiran deh pengen piknik bareng keluarga hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe,, iya. Asyik juga piknik sama keluarga :D

      Delete
  13. ternyata yang suka eksis ga cuma anak muda aja yah :D

    ReplyDelete
  14. Kurang pas nih mba, kalo ke pantai gak berenang :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu uda main air.. :D Nggak boleh main air sih di sini Hehehe

      Delete
  15. Asiek ye piknik nya...bisa sambil meliput lagi....btw salam kenal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh, aku nggak ngeliput :D Aku bukan wartawati. Hehehe

      Delete
  16. watu ulo itu aku pikir batu dipantai gitu...dulu masih kecil pernah kesana sampe foto-foto..tapi di banyuwangi kalo nggak salah..apa aku yang lupa ya --"
    aku situbondo dek asale

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ealah..., wong jawa timur. :D Situbondo kan juga ada pasir putih. :3
      Watu Ulo itu pantai yang ada jejeran batu menyerupai sisik ulargitu. Banyuwangi juga sambungan dari Watu Ulo. Jadi ceritanya ya ini bagian ular yang terpisah-pisah.

      Delete
  17. Ceritanya seru. Terimakasih sudah berpartisipasi dalam lomba. Maaf, pengumuman ditunda tgl 20 Oktober 2015. Goodluck.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, saya bisa maklum mbak Murti Arini :D Yang ikut banyak ya.. :)

      Delete

Jejakkan komentar, saran, kritik, dan pertanyaan melalui Contact atau komentar di bawah ini. Gunakan komentar Facebook (di atas) jika ingin mendapat notifikasi balasan langsung dari Facebook. Atau bisa juga dengan akun Blog/Gmail.

Terima kasih berkenan membaca dan mampir di Vindy Pindy Mindy.
--- www.vindyputri.com