Ketika si SINGLE ngomongin NIKAH MUDA

Friday, 12 August 2016

Ketika si SINGLE ngomongin NIKAH MUDA

Ketika si SINGLE ngomongin NIKAH MUDA

CATATANTulisan ini mengandung persepsi diri penulis. 


Nih, nambah lagi yang bakal bahas nikah muda atau kita bisa bilang pernikahan dini kali ya? Ya, siapa lagi kalau bukan dari cikal bakal pernikahan Adik Alvin dan Adik Larissa. Boleh kan ya panggil adik? Aku dan mereka beda mayan jauh lah... meski badan aku akan tetap terlihat sangat mungil ketika berjajar dengan mereka. Kalau kalian baca ini boleh kok sambil muterin lagunya Pernikahan Dini-nya Agnes Mo. 

Ohya, sebelumnya aku mau bahas dulu kalau aku sekarang mulai belajar untuk mengisi konten blog ini dengan sesuatu yang bersifat hot issue. Apa aja deh yang asik dan seru untuk diobrolin. Jeng... jeng... kenalin... Nama konten barunya:

NGOBROLASIK.

Dan di sini aku akan joinan sama Mei Wulandari, mami muda yang juga blogger kece ini sering dapat reward dari ngeblognya. 

Collab ini jadi menarik buat aku pribadi sebagai blogger karena sekarang banyak blogger yang memperkaya konten bebarengan sama salah satu partnernya. Itu adalah program bagus. kami juga sudah mengabarkan mereka yang sudah dahulu jalan, bahwa kami akan membuat collab. Tapi sejujurnya aku sudah pernah terlibat dalam collab blogger semacam ini sih.


Baca Juga kata Mei Wulandari


Dulu collab-ku mulainya Januari 2016 dan berakhir di postingan ketiga saja, saudara... saudara... Hahaha! Nggak langgeng. Kalian pasti sering lihat pasangan-pasangan duet maut blogger sliweran di layar sosmed, bedanya dulu aku collab bersama 6 (enam) blog. Iya, kalian nggak salah baca. ENAM. Ada Hadi Kurniawan, Febri Wulandari, Arista Devi, Pipit Tanjung, Muhammad Getar, dan Aku.



Kenapa? Nggak kenal? 
Iya, mereka memang nggak begitu aktif ngeblog. Hadi dulu aktif, sekarang dia lebih aktif nulis skenario film pendek di tivi yang kalian tonton tiap weekend. Dan diantara mereka lebih ke menulis buku. Makanya, kalian nggak kenal dan collab blogger itu nggak langgeng Hahaa... Waktu itu hasilnya bahas tentang Mantan, Ujian Nasional, dan 5 tahun kedepan aku bakal jadi apa.

Aku sempat  trauma bikin collab, sekaligus agak bingung, siapa partner yang cocok. Tiba-tiba hadirlah Mei Wulandari dengan tawarannya, Yeay! Blogger aktif yang kemarin menang hadiah lomba Advan ituloh! kece kaaaan! Collab ini cukup berbeda, karena biasanya mama mama muda, kali ini pasangan yang satu mama muda, yang satu single love fighter a.k.a belum menikah.

Nah, kenapa aku menulis ini. Sudah tahu lah alasannya. Ya jelas, ini lagi ramai diperbincangkan oleh banyak orang. Dan ini jadi menu pembuka di collab blogger ini.

Okey, jadi begini, saudara...
Kita akan bahas tentang Nikah Muda. Yang artinya menikah di usia muda. Seperti yang dilakukan oleh Adik Alvin dan Adik Larissa. Ini adalah hal mulia. 

FYI, yang sedang bicara sekarang belum menikah. Hahaha....

Dari kemarin kan kita disuguhkan berita, pendapat, koementar dari sudut pandang mereka yang sudah menikah, mereka yang sudah memiliki pengalaman mulai dari pendekatan, menikah, bertemu kemelut pernikahan, hingga lahirnya buah hati.

Sempat booming juga kaaann Meme seret-seretan itu Buanyak versinya.  Intinya ajakan untuk bersegera menikah. Jangan ditunda. Jangan PHP. Supaya tidak zina.
Poin nya di situ.


PRO Menikah Muda

Bagi mereka yang komentar dengan status sudah menikah, jelas mereka PRO. “Segera menikahlah!” Jelas... jelas sekali. Apalagi yang diragukan, coba? Masa pencarian sudah dilalui. Bahkan mungkin mereka yang bilang ‘hindari zina’ dulunya rupanya banyak yang mengaku kalau pernah pacaran dan bilang menyesal, pacaran adalah banyak merugi.



Menikah Muda adalah Solusi

Ya. Bagimu yang ketika berteman tapi pikirannya nggak bisa berhenti untuk nggak mikirin apa isi dalam pakaian temannya.
Ya. Bagimu yang ketika main sama temen cewek yang bajunya terbuka sedikit, langsung hormon kelaki-lakiannya diproduksi sangat cepat, menggebu-gebu ingin sentuh yang di situ. 
Ya. Bagi mereka yang katanya sudah mampu tetapi tidak mampu menahan hawa nafsunya.
Ya. Bagi mereka yang mungkin nggak pernah nyapu otaknya dengan sesuatu yang lebih bermanfaat.
Ya. Bagi yang sudah pengen nikah muda, siap secara psikis, materi, dan ada calonnya. Haha...




Menikah Muda Menghindari Zina, Vin!

Yes. Emang iya.

Tapi bagiku itu kembali ke diri masing-masing sih. Pikiran itu isinya penuh dengan apa sih? Sehari-hari yang ditonton apaan? Wawasan pengembangan diri, hal-hal positif, berkarya, atau nonton film biru? Aku rasa, buaanyyaakk anak muda yang nggak mikir atau sempat berpikir apa warna, ukuran bra yang sedang dipakai kawan wanita di depannya. Otaknya tidak sempat untuk berimajinasi yang tidak-tidak. 




Alvin 17 tahun, Larissa 20 tahun

Umur tujuh belas tahun, aku di umur segitu masih sekolah SMA. Masih pengen bisa mecahin rumus menghitung molar di Kimia atau nulis cerpen ke majalah. Masih sibuk buat janji temu sama temen-temen baru. Suka sama cowok? Iyalah... aku cewek normal. Nggak munafik. Suka temen sekolah iya. Dan sekolah lain juga iya. Aku jadi semangat ke sekolah. Ntar gede-gedean nilai.

Umur dua puluh tahun, aku sudah kuliah. Semeseter 4. Di semseter itu aku ikut organisasi kampus. Jadi ketua Sub Divisi Jurnalistik. Program kerjaku bikin majalah kampus digital dan cetak untuk edisi perdana. Majalah itu masih berlanjut hingga sekarang. Ya, aku perintis majalah kampus, karena saat itu kampusku adalah masih Program Studi baru. Saat itu aku juga sudah bisa dapat beasiswa DIKTI dan kubelikan komputer sendiri. Ini yang kupakai sekarang. Yang baru ngambek kemarin setelah 4 tahun kupakai. Di tahun berikutnya masuk beasiswa DIKTI lagi. Belum lagi prestasi gemilang di dunia menulis dan di tahun berikutnya diundang sebagai pemateri sampai sekarang.

Pasangan muda ini menikah muda, ya nggak apa-apalah...! Mungkin mereka memang sudah siap baik secara spiritual, emosi, dan finansial. Why not? Apalagi anaknya Ustadz. Sah-sah saja... Nggak tahu kalau yang nikah muda anaknya presiden sih. Lol.




Kepikiran Menikah?

Ya. Kepikiran lah pasti! Siapa yang nggak mau berduaan mulu sama kesayangan dari buka mata sampai nutup mata lagi. Tapi untukku, bukan untuk di saat SMA atau kuliah. Nanti. Kalau udah lulus. Udah punya kerja. Punya penghasilan. Siap mental dan psikis. Bisa ngurusin  calon suami. 




Sekarang kan udah lulus, Vin. Udah kerja juga. Kapan ? Jangan Ditunda!

Nggak tahu hahaha. Jodoh di tangan Tuhan. Aku juga berusaha, keles. Jombloers di muka bumi ini yang ngaku pengen nikah juga pasti udah berusaha.




Pernah Pacaran?

Pernah.




Ngapain pacaran? Langsung nikah, keles! Zina.. zina!

Semoga yang berkata demikian adalah mereka yang memang benar-benar suci.




Pacaran itu ngabisin duit aja!

"Menikahlah... rejeki akan selalu datang.
Karena setiap perbuatan dihitung pahala
Jangan takut belum punya pekerjaan yang bagus saat menikah... 

Ngabisin duit? Ya kali kalo pacarannya kaya kamu kamu kamu dan kamu... yang punya goals relationship ngabisin dompet pacar dalam 5 menit. Selama aku pernah pacaran, aku makan ya bayar dewek. Wkakak... Sesekali emang mas pacar jajanin kalau dapat rejeki projekannya lancar. 

Duitnya sendiri ya. Bukan minta orang tua. Kerja. Cari duit, bukan minta duit. Aku juga demikian. Dapat rejeki, traktir! Enaklah kalau sama aku, nggak bakal tekorin mas pacar mah... apasih??
Kelar makan, spontan masing-masing keluarin dompet. Tinggal siapa yang mau maju ke kasir aja. Pegang duitnya. Bayar deh. 

Tekor? Ney... rejeki itu Tuhan yang atur. Pacaranku ngabisin duit? Actually, BIG NO for me.
Buang-buang waktu? Ya kali kalau pacarannya bercumbu mulu, rugi.




Jadi aku setuju kalau menikah muda itu tidak menutup rejeki. Sebab, selama pernah pacaran, nggak pernah tuh duit mas pacar habis cuma jajanin aku makan doang. Aku pengen sesuatu, ya beli sendiri. Duit dia abis ya buat dia beli kebutuhannya sendiri. Belanja di mall, siapa bayarin duluan, nggak pakai komando, lihat struk, bayar sisanya.  Apalagi suami istri sah yang semua dihitung pahala ya? Siapa yang nggak mau..? 

Ini kenapa malah bahas pacaran sih? Bahas nikah weeey!
Pacaran itu gak boleh... *Uhuk




Okey, Nikah

Jadi fenomena nikahnya Adik Alvin dan Adik Larissa ini cukup membuat sejenis jugde syndrome (istilah sendiri) buat sebagian orang terutama yang belum menikah. Seperti aku hahahha!

Iyalah, seolah-olah para jomblo yang belum punya temen bobok ini, tuh, hina dan telah memilih jalan yang sangat salah karena harusnya semua umat melakukan menikah muda. Itu bisa membuat malu pada diri sendiri dan kepercayadirian ini menurun. Ada sedikiiiit rasa takut, nggak bisa diterima oleh banyak orang. Terutama mereka yang angka umurnya sudah bukan muda lagi. 

Yang pasti keinginan menikah itu ada. Sebagian mereka punya beragam alasan untuk belum menikah. Selain kesiapan, itu sangat sangat sangat berbanding lurus dengan background keluarga.




Keluargaku dari lingkungan pendidikan. Bukan berarti keluarga yang sangat pintar yaa... Maksudnya kerjanya di dunia pendidikan, alias di Universitas Negeri yang sama.

Mama dan papa pegawai negeri bergelar master. Papa dosen, mama kepala bagian di kemahasiswaan salah satu kampus. Mereka berdua seniman musik dan penyanyi. Papa pelatih musik, paduan suara baik pesertanya dari masih SD, SMP, sampai yang sudah jadi peserta dangdut di tivi. Mama juga. Mama dipercaya jadi pembawa acara baik acara kampus biasa sampai acara wisuda. Nyanyi sana sini, main alat musik, masuk tivi lokal juga yes. 

Bisa dibayangkan kalau kemudian anaknya ngerengek minta nikah muda di saat orang tua mengharap anaknya memiliki pendidikan tinggi lebih baik dari keduanya? Untungnya aku nggak ngerengek sih. Karena di tahun itu orang tua justru mendukung apa yang sedang kusuka. Misal aku suka menulis, adikku yang sekarang sweet seventeen, lagi suka nyanyi juga. Didukung, dan prestasinya banyak segambreng.

Well, keluarga ini sempurna menurutku. Sekali lagi, menurutku. Apa kemudian orang tuaku salah mendidik, dan nggak nyuruh anaknya menikah muda aja?

Orang tuaku memang pernah cemas ketika anak gadisnya ini mulai kenal seorang cowok. Orang tuaku sama seperti orang tua lainnya, nggak suka anaknya kemana-mana berdua sama pacarnya. Mainnya jauh-jauh apalagi. Melarang keras pacaran, ketika itu aku masih SMA, kelas 1 lagi. Pacar pertama juga, dia pun sekarang juga sudah menikah.




Kata Mama, "Kamu memilih cowok yang baru kenal beberapa bulan, atau mama yang dari kandungan merawat kamu??!"
Sudah pasti tahu jawabanku, kan? 

Papa juga pesen, "Mama, papa, orang banyak dikenal. Kamu hanya perlu jaga nama baik keluarga."

Papa cukup berkata begitu aja aku sudah tahu kok apa yang harus kujaga dan apa yang harus kujauhi. Tahu kok dekat dengan pria itu bagian dari hidup yang harus bersifat membangun, mengembangkan diri. Tahu kok, kalau aku sebagai wanita harus jaga keperawanan yang masih jadi tolak ukur kegadisan, kesucian, dan kehormatan seorang wanita di Indonesia.

Aku disekolahin sama orang tua, aku belajar memahami. Aku sebagai anak cukup diberi kepercayaan dan kasih sayang, maka sampai kapan pun aku tidak akan pernah mau mencoreng nama baik mereka. Aku dipercaya, aku mau mereka terus percaya.


Di sekolah pun aku juga memperhatikan kok pelajaran Biologi, tentang organ tubuh, kapan siapnya tubuh untuk jadi rumah bagi calon bayi. Seperti apa prosesnya juga. kalau banyak yang bilang, "Orang tua saya menikah muda. Saya bisa lahir dan hidup sehat. Begitu juga adik-adik saya. Hamil di saat muda."



Hm..., nenek aku juga begitu sih, nikah di umur 14 tahum dengan kakekku umur 24 tahun. Catat, kakekku sudah matang untuk berkeluarga ya. Sudah bekerja juga. Nenekku cerita sebenernya pengen sekolah. Tapi orang tuanyatetep nikahin. Jaman dulu, sudah biasa nikah di bawah umur. Kalau kata ilmu medis, angka kematian ibu dan anak tinggi dari pernikahan dini, well, aku bisa setuju karena contohnya nenekku sendiri. Apalagi nenekku masih seumuran SMP ya. 

Kalau kata para ahli psikolog bilang, pasangan yang terlalu muda rentan perceraian. Ya, aku nggak bisa bilang iya. Soalnya menikah lama pun juga bisa bercerai. Tapi kalau ngomongin emosi, ya... gimana... darah muda kan darahnya para remaja. 

Dari 12 kali melahirkan, 6 diantaranya meninggal baik dalam kandungan atau sudah lahir beberapa hari. Mamaku aslinya anak kelima, tapi jadi anak kedua karena tiga sebelumnya meninggal ketika bayi. 

Apa yang dilakukan nenekku? Nenekku buang mamaku yang masih umur hitungan hari itu ke tempat sampah. Yes. Kalian nggak salah baca. Kala itu masih percayalah ya mitos. Yang katanya meninggal karena keberatan payudara, karena kakak pertama ada kumis tipis seperti lele, yang akhirnya menghindari itu, mamaku dibuang sampai ada yang ambil anak itu, kemudian ditebus, diminta kembali.

Mamaku drama banget hidupnya.




Anjuran Pemerintah Itu masih di Bawah Umur!

Iya memang. Pemerintah memberi kebijakan karena melihat data dan fakta kasus yang dipalajari selama ini bahwa 'kebanyakan, tubuh dan emosi dari pasangan pernikahan dini itu belum siap.' Himbuan terebut digunakan sebagai bahan pemikiran, dan sesuaikan dengan diri masing-masing. 



Terus Menunggu Apalagi Sih? Kalau Sudah Siap, Menikahlah!

Ya, pengen lah! Pengen mandiri. Pengen keluyuran sama suami menjelajahi wisata di Indonesia. Ke luar negeri, nggak pulang seharian dan itu bersama suami. Enak! Tapi, ada sesuatu yang sedang kutunggu. Kenapa? Salah Nunggu di PHP-in? Salah kalau menurut Meme akhi ukhti sih... Dan salah kalau isinya cuma cari ena ena doang.

Tapi, apa perlu kujabarkan detail masalah percintaanku? Apa kamu mau mengurusi permasalahan orang?


Kalau kamu pelaku pernikahan dini dan bahagia, selamat! Aku turut senang. Pencarian cintamu tidak berbelit lempeng aja kaya jalan tol. Tapi tidak semua orang bisa memiliki nasib indah sepertimu. Sama sepertimu membalik bahwa, "Menikah muda bisa sukses dan punya anak, selamat, sehat, tidak seperti kata pemerintah."

Menikah bukanlah hanya sekedar nafsu supaya nafsunya berlabel halal. Ya, itu memang salah satu dari sekian alasan orang menikah. Menikah juga bisa sebagai perbaikan keturunan misal dari faktor ekonomi. 

Jaman dulu belum krisis moneter, gais. Apa-apa murah ya? Nikah modal pas-pasan itu boleh dan sangat bisa. Nggak bisa nutup mata, sekarang semua butuh persiapan untuk masa depan. Baik finansial atau knowledge. Itu menurutku ya... 




Aku nggak bilang menikah muda itu nggak bisa bahagia, sukses, mapan, dll. Karena faktanya banyak yang menikah di usia muda pernikahannya bahagia, dan begitu sebaliknya. Sok tau banget aku ya, nikah aja belom!

Pernikahan dini oleh Adik Alvin dan Larissa ini gencar banget dengan sounding “menghindari zina”. Coba kalau anak presiden, Kaesang, mendadak nikah muda? Bisa bayangin respon nitizen? Mungkin sounding-nya, “Anak presiden ngehamilin pacarnya di usia muda! Sekolah deh lu, tong yang bener!”

Yes.

Nunggu Nikah Ngapain, Vin?

Yang pasti jangan terlihat menyedihkan tanpa sesuatu yang bisa dikerjakan. Bisa dengan sekolah, berkarya, nabung, mantasin diri. Mencari ilmu itu ibadah. Dan dengan ilmu, otak kita bersih dan juga bisa paham... bahwa menikah itu... nggak cuma ucapin "I LOVE YOU!" doang.. 


Karena..., 
baik muda maupun puber kedua sekalipun, 
bagiku menikah adalah masa depan....



18 comments :

  1. Wah ini yang sedang ramai dibahas ini. Nikah muda.
    17 tahun anak umur segitu masih suka-sukanya main. Yang sekolah giat-giatnya belajar buat ujian. Yang kuliah seneng-senengnya jadi maba.
    Kakau nikah ya artinya keduanya juga sudah siap dan nggak masalah. Tapi nggak kaget juga kan si cowo bapaknya uztads.

    Sudah ah, berarti sudah gak bisa mengagumi cantiknya Larissa karena sudah ada yang punya.

    ReplyDelete
  2. Cieeeeeee ceritain dong vindyyy tentang pacar kamu yang sekarangg

    ReplyDelete
  3. DIBUAANGGGG? TERUS ADA YANG MUNGUT DAN DIMINTA LAGI? KOK SEREM AMATTTT?

    ReplyDelete
  4. Iya, lagi rame ya swkarang nikah muda. Aku sih setuju aja, asal mereka sudah siap mental dan segala sesuatunya. Jangan sampai kayak pasangan artis yang banyak nikah muda, eh, gak sedikit juga yang mengakhiri pernikahan mereka yang baru seumur jagung.

    ReplyDelete
  5. Setelah anak ustad itu nikah, pada rame banget soal nikah muda. Padahal nikah bukan cuma sekedar ijab qabul, nafsu halal, udah. Banyak kewajiban yang mesti diemban, gak segampang kayak pacaran, nembak, jadian. hahaha

    ReplyDelete
  6. ya ampun vin, berasa kayak jodoh gini kita #eeaaaa
    jujur lho vin, aku mulai malam tadi udah kepikiran pingin nulis soal alvin ini, tapi agak maju mundur gitu, soalnya yah kamu tahu juga, pengalaman kita sebagai orang yang belum nikah kadang kayak dipandang sebelah mata. tapi.. pas baca punyamu, udah mantep mau ikut posting juga, makasih vin udah nebar semangat!

    ReplyDelete
  7. Baru tahu cerita mama kamu yang dibuang pas bayi itu, Vin. Serem ya.

    ReplyDelete
  8. Nikah muda kalo di inget inget kayak lagunya Nikita Willy ya ? :D "PERNIKAHAN DINI".normalnya di usia berapa mba nikah muda ?? soalnya ada temen gue yang udh nikah di usia sekolah..Dan gue kaget banget waktu itu , kalo tau temen gue nikah itu.

    ReplyDelete
  9. Yup bener banget tulisanmu vin. Sekarang emang harus mikir matang2 buat nikah.
    Apalagi km yg anak pns dan seniman, hrs bisa jaga nama baik. Semoga km dan mas pacar bisa bersatu nantinya

    ReplyDelete
  10. Hem.... Apa cuman gue ya, yang masih bingung cara collabnya ini? Iya, keknya. Cuman gue. Ini semacam tanya jawab berdua atau gimana sih?

    Ngomonging Nikah Mudah, gue setuju aja, sih. Asalkan gak cuman omongan belaka. Seperti Quote terakhirmu Vin. Menikah itu masa depanku.

    Ya, gak lucu ajakan? baru 1 bulan nikah muda, besoknya udah gak serumah. Karena, namanya usia muda, pasti banyak hal yang berurusan dengan (egois) masih belum matang untuk dijaga.

    Muda itu penuh ambisi. Jadi, menikah mudah gak salah dan malah bagus. CUman, gak semua orang merasa siap menjaga ego masing2 jika di usia telalu muda.

    ReplyDelete
  11. Kalau ngomongin soal nikah mudah, gue sih setuju-setuju aja, asalkan keduanya (calon suami dan calon istri) siap lahir dan bathin dalam menjalin hubungan rumah tangga. apalagi buat yang cowok, kalau sudah siap dan sudah memiliki penghasilan maka segeralah untuk menikah. dari pada pacaran yang mendekatkan diri ke perbuatan zina, lebih baik nikah muda aja kan? hihihi

    ReplyDelete
  12. Mungkin yang perlu dipertegas bahasannya adalah "menikah terlalu muda" dan juga "menikah terlalu tua" :D

    Menikah itu salah satu pilihan dalam hidup ya dan semua pilihan itu pasti ada resikonya.

    ReplyDelete
  13. setuju nona vindy, setiap orang punya pilihannya masing masing termasuk nona vindy. yang pasti mau nikah muda atau nikah apapun,harus dipikirkan matang untuk masa depan. Yes

    ReplyDelete
  14. saya malah shock baca yg bagian cerita mama & nenek...

    ReplyDelete
  15. Gak ada orang yang gak niat nikah muda..
    cuma waktu dan masih ada aspek2 lainnya aja yang belum pas..

    kalo soal dianggap pacaran itu zina, buang2 biaya, buang2 waktu, dan lain2..
    Mereka, ya mereka..

    Namanya juga manusia. Kalo gak ngejalanin, ya ngejudge hehehe

    ReplyDelete
  16. pada akhirnya, menikah muda kembali ke pribadinya sendiri... emang mau nikah cepat atau enggak. kalau gue sih, lebih memilih buat nikah di usia 25-26 deh. hohoho. btw, ini judulnya bisa lebih santai nggak? kenapa singlenya harus di capslock semua ya? hmm...

    ReplyDelete
  17. yang cerita jadul ttg membuang bayi ditempat sampah untuk menghindari sesuatu itu aq juga pernah denger loh.. tapi bagian ada yg ngambil trus diminta lagi baru baca skrg. lucu ya, tapi dulu aq sampai kebawa mimpi waktu dengerin cerita itu, gak habis pikir sma buang2an bayi gitu, ahaha...

    ReplyDelete
  18. Perlu kesiapan jiwa, raga, sama harta penting juga tuh mbak

    ReplyDelete

Jejakkan komentar, saran, kritik, dan pertanyaan melalui Contact atau komentar di bawah ini. Gunakan komentar Facebook (di atas) jika ingin mendapat notifikasi balasan langsung dari Facebook. Atau bisa juga dengan akun Blog/Gmail.

Terima kasih berkenan membaca dan mampir di Vindy Pindy Mindy.
--- www.vindyputri.com