Resign atau Bertahan?

Sunday, 18 September 2016

Resign atau Bertahan?


Apakah teman-teman merasa pekerjaan saat ini tidak sesuai dengan hati? Ingin berhenti? Kecewa dengan atasan, rasanya pengen kabur? Ingin berkembang, tapi nggak bisa? Nggak suka kebijakan kantor? Pengen berontak tapi nggak mampu? GAJINYA KECIL...! Gaji nggak sesuai dengan job desc yang mungkin dirasa overload? Atau permasalahan apapun yang sedang dihadapi saat ini?

Resign saat ini? 
Atau... pikir-pikir lagi?


Ngobrolasik kali ini akan membahas tentang pekerjaan. Pekerjaan apapun yang sedang kita hadapi. Baca juga tulisan Mei Wulandari: Antara Kerja dan Keluarga


Mencari Pekerjaan

Lulus sekolah pengennya kerja. Kerja pengennya dapat gaji bulanan. Kerjanya mulai dari pegawai negeri, karyawan swasta, pengusaha muda, sampai bisnis online shop, MLM, yang omzetnya sudah berjuta-juta hingga miliaran.

Gaji bulanannya pengen dibuat memenuhi kebutuhan. Kebutuhan primer, sekunder, tersier atau kebutuhan kesekian di kehidupan sehari-hari. 


Bagi teman-teman yang baru saja lulus kuliah dan berniat langsung kerja, pasti merasakan susahnya cari kerja yes? Capeknya keliling instansi masukin lamaran, door to door, atau page to page karena daftarnya lewat online. Berjuang juga kudu nunggu pengumuman, bersaing dari satu daerah atau seluruh nusantara.

Jika kita beruntung, kita dipanggil, test psikotest, interview pertama, kedua, bersama user, kemudian test kesehatan, tanda tangan kontrak, dan mulai bekerja.


Jika kita kurang beruntung, kita mencari lagi, lihatin lowongan kerjaan di kantor pos, di kolom koran, di situs pencari kerja, bahkan ngirim ke kantor tujuan secara langsung, padahal nggak lagi ada bukaan.



Alhamdulillah aku sudah pernah mengalami lelahnya mencari kerjaan selepas lulus kuliah. Beruntung aku tidak mengalami pengangguran terlalu lama. Satu bulan nganggur, dapat kerja. Resign, nganggur lagi sebulan, dapat kerjaan lagi hingga sekarang.


Tapi selama ini pun juga masih berjuang untuk mencari pekerjaan yang lebih enak lagi. Enak dari segi gaji dan job desc nya. Juga masih dipanggil di beberapa percobaan, mulai dari BUMN, hingga bank besar di Indonesia. Sayang, nggak sampai tuntas dan masih di pekerjaan sekarang.




Pekerjaan Saat Ini Nggak Mensejahterakan? Maruk Aja Pengen Cari Kerjaan Lain!

Bukan begitu hahaha...
Justru aku sangat sangat sangat bersyukur bisa mendapat pekerjaan saat ini. Aku kerja hitungannya nggak sampai 5 jam tapi digaji full, yes. Kamu mau? Kerjanya mudah lagi. Sesuai passion, malah! 

Aku memang bukan pegawai bank yang gajinya besar. Juga bukan pegawai BUMN yang bakal terjamin tidak akan pernah Collaps atau bangkrut. Tapi pekerjaannku, sesuai passion.

Meski, jam kerjanya sore-malam. Pagi free. Dan nggak kenal tanggal merah. Libur tanggal merah, aku tetep masuk. Hiks. Untuk single macam aku ini sekarang nggak ada masalah, ya? Gimana kalau aku sudah berkeluarga? Suami datang, aku malah kerja? Gimana kalau aku sudah punya anak? 

Dan badan ini lebih capek. Karena pagi aku tentu nggak mungkin dong aku diem aja, tiduran aja, bengong aja, nggak produktif. Pagi aku tetap kerja yang lain. Ambil job-job lain yang bisa kukerjakan di rumah. Ngeblog juga, bikin video juga iya. Bersih-bersih rumah juga wajib. Tapi waktu istirahatku amburadul, siang kadang istirahat, malam insomnia. Pagi tetep bagun, dan berulang begitu terus.

Salah satu project videoku sebagai tempat mencurahkan passion-ku yang lain yaitu mengarang fiksi dimix dengan multimedia. Ya, pagiku selain kerja, juga nyalurin hasrat beginian.



Sore yang waktunya istirahat, aku kerja lagi.
Well... ini perjuangan untuk menjadi manusia berguna, right? 
Yang penting halal.




Pernah Menyesal Kerja di Tempat Sekarang?

Aku tidak pernah menyesal dengan apa yang kupilih. Tadi yang kujabarkan memang nggak enaknya. Tapi positifnya banyak juga, ya.

- Sebagai perempuan, aku bisa belajar menjadi calon ibu yang baik. Seperti beres-beres rumah, disiplin waktu meski belum bisa, menjaga rumah.
- Kerjaan ini adalah passion. Jadi aku sangat bahagia meski lelah. ini yang mungkin susah dimiliki orang lain.
- Jiwa seniku sangat tercurah di sini. Pagi aku bisa melakukan apapun yang orang kantoran nggak bisa lakukan. 
- Pagiku berpenghasilan juga. Jadi dobel ya, reward kerjanya.
- Aku bisa tidur siang, kalian nggak bisa, iya kaaaan?
- Aku bisa mencurahkan perhatian ke hewan-hewan peliharaanku yang sangat kusayangi.
dan masih banyak lainnya yang mungkin aku lupa sebutin.




Nggak Pernah Ada Masalah di Kantor?

Pernah lah.... sempurna sekali hidupku kalau nggak ada masalah di kantor. Tapi, belajar dari resign di kantor lama, bahwa di manapun aku berada, masalah itu pasti ada. Posisikan masalah itu hanya di kantor, yes. Jangan dibawa-bawa ke rumah. Aku belajar masa bodoh. Terkadang bekerja itu memang bener-bener pakai otak dan logika, bukan dengan perasaan. Kadang-kadang loh yaa... Karena bagaimana pun bekerja tetaplah harus dengan perasaan yang bahagia.






Orang Tua Nggak Dukung! Pekerjaanku Diremehkan Orang!

Percayalah, aku dulunya juga begitu, kawan. Orang tua inginnya anaknya jadi PNS, di BUMN, di perusahaan bonafit, dll. Tunjukkan, kawan.. kalau kita bahagia di sini. Tunjukkan kita baik-baik saja, dan kita mampu memberikan yang lebih dari yang mereka berikan.

Rayu mereka, misal.. pulang bawa makanan kesukaan. Ajak mereka makan-makan di luar, beri tahu kalau kita dapat prestasi, naik gaji, dipuji, atau apa kek. Yakinkan mereka, bahwa kita bahagia di sini dan bisa hidup di sini.




Sudahlah, Aku Ingin Resign!

Bagi teman-teman yang sudah putus asa dengan pekerjaannya, alangkah baiknya memang mencari solusi. Mungkin memang jalannya adalah mencari pekerjaan lain. Tapi saranku, jangan resign ketika kita tidak punya pilihan yang pasti. Atau kita akan menyesal telah resign dan menjadi pengangguran tak berpenghasilan.

Dulu pas aku resign di pekerjaan pertama, aku minta resign. Bilang orang tua, sambil nangis-nangis. Meyakinkan mereka aku udah gak kuat. Aku minta resign, padahal aku gak ada pekerjaan yang nerima aku saat itu. Dan mamaku langsung tegas bilang:

"Meski mama nggak setuju kamu kerja di sana, tapi kalau sikap kamu mutung seperti ini, di mana pun kamu kerja dan dapat masalah, kamu akan seperti ini terus! Kamu gak akan dapat pekerjaan yang sesuai dengan keinginanmu!

Jleb. Itu sebabnya saat ini aku masa bodoh dengan masalah kantor. Karena aku butuh penghasilan untuk nutupin keinginan-keinganku.

Nggak munafik, apa-apa sekarang uang, ya kan?
Tinggal bagaimana kita bekerja bukan semata-mata hanya cari uang, tetapi cari kebahagiaan hidup supaya lebih berguna untuk orang lain dan diri sendiri.




Mumpung Belum Terlanjur

Hai, adik-adik yang masih sekolah, baik SD, SMP, SMA, dan kuliah... perbanyaklah kegiatan yang positif. Selain akademis, soft dan hardskill jangan lupa ya. Tidak perlu menguasai semua hal. Cukup apa yang kamu bisa, dalami itu, dan raihlah prestasi dari situ.

Bersosialiasilah. Dengan adanya himpunan sekolah, kamu akan mendapatkan banyak pelajaran dan pengalaman, percayalah... itu yang akan jadi nilai plus untukmu mudah mencari pekerjaan.

Rata-rata, perusahaan mencari calon yang banyak pengalaman di masa sekolahnya. Percaya deh.. :)


Saat kita putus asa dengan pekerjaan kita,
Ingatlah...
Bahwa kita ini adalah manusia yang beruntung...

Jika kita menoleh di sekitar kita,
masih banyak yang belum mendapat pekerjaan...
ya... bersyukurlah...
Dan tetap berpikir positif...
badai pasti berlalu...

Sumber Gambar: Freepik


52 comments :

  1. Yang mengerti ttng perasaan seperti ini memang haruslah yang sudah bekerja. Dulu saat saya belum bekerja dan baca artikel ttng masalah kerjaan, rasanya biasa saja dan meremehkan. Pikiran yg muncul seperti ini "masa kita udh capek2 dapat kerja trus malah resign"

    Dan ternyata sekarang saat udh kerja baru dh bs merasakan hal-hal seperti di atas. Haha, lika-liku menjalani pekerjaan ternyata tidaklah semudah yang kita kira. Jadi, pantas saja banyak yang ingin resign apabila kerjaannya tidak cocok dengan pemikirannya.

    Yang pasti klo mau resign itu harus jelas alasannya dan pastikan memang ada pilihan yang lebih baik ketimbang bekerja di situ. Misal berbisnis atau diterima di tempat yang lebih baik dr yg sekarang

    btw, kerjaannya mu asik bener vin. Itu si memang ada yg perlu disesali klo sperti itu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya :D kelak bagi mereka yang belum paham akan memahaminya di kemudian hari :D
      Iya pekerjaanku udah nyaman... aku bahagia...

      Delete
  2. Openingnya kayak mau iklan Mbak haha.

    Yes. Kerja itu banyak banget lika-likunya. Masalah dg atasanlah, temenlah, atau kerjaan sendirilah. Tergantung cara kita mandangnya aja ya. Tapi mmg baiknya ga resign saat ga punya pilihan sih. Soalnya kl blm ada pilihan, ya mau gamau kita nganggur :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyakah? Hahaha.. kaya ijlan ya wkwk...
      Betul Mbak Ade... itu memang pilihan... kita tinggal berpikir mana yang baik.. :D

      Delete
  3. hah, kehidupan orang yg kerja jauh lebih keras daripada yang dibayangin orang-orang. kalo ,au dikulik nih, gue rasa sebagaian besar orang ngerasa ga pas dengan kerjaan sekarang. tapi ya itu tadi, gaji adalah faktor utama kenapa masih tetap bertahan disitu. Dan lagi-lagi tentang uang :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul.. apa-apa uang.
      Dan memang, pekerjaan kita tidak akan pernah sesuai dengan mimpi kita. Pasti ada yang melenceng tidak kita suka.

      Delete
  4. Iya sih, mau kerja dimanapun, pasti selalu ada masalah, buat gue yg masih kuliah, post ini bermanfaat banget, thanks ya vin. Oh iya, buat saran lo yang diakhir post, udah gue terapin, aktif di organisasi. Good article. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aktif organinasi, itu sangat berguna. Jangan sampai hilang bukti sertifikasi nya yaa... :)

      Delete
    2. Aku juga aktif di organisasi mba, tapi tujuannya bukan buat sekedar ngambil bukti sertifikasinya. Bahkan aku gak bakal gunain bukti sertifikasi atau ijazah untuk melamar pekerjaan. Aku berprinsip untuk tidak melamar pekerjaan, tapi bukan berarti aku menidakkan orang2 yang bekerja, melainkan untuk membuka lapangan pekerja bagi orang2 tersebut. Hidup itu pilihan kan mba? jadi kita bisa memilih apapun dan menerima segala konsekuensi dari pilihan tersebut. Makasih kajiannya mba. Selamat berkarya, dan bekerja... hehee

      Delete
  5. Asik banget ini ulasannya. Bermanfaat dan bisa jadi bayangan buat adik-adik yang masih sekolah dan kuliah. Nice post! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih banyak, Haris... :)
      Iya jadi bisa dibaca oleh berbagai kalangan.

      Delete
  6. Gue setuju nih sama artikelnya. Menarik banget, dan gue pernah mengalami seperti lo Vin

    ReplyDelete
  7. gue selalu mikirin hal, gimana pekerjaan gue nanti, brp gaji, berapa lama kerjanya. tapi bagusnya sih selesai kuliah S1 kita kerja buat ngumpulin modal, nah terus pas udh S2 kita bangun usaha gitu, biar masa depannya jelas.

    itu yang selalu gue expentasikan!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rencana kamu bagus... aemoga diberi rejeki selalu ya supaya bisa wujudkan impianmu... :) segala niat yang baik sudah dihitung pahala...

      Delete
  8. alhamdulillah yaa, dari fresh grad pertamakali 10 thn lalu, ampe kmudian dapat kerja di salah satu bank asing, ampe skr aku msh bertahan :D.. kalo maslaah gaji sih relatif ya mau dibilang gede ato kecil.. tapi buatku suasana kerja yg nyaman, atasan yg perhatian dan adil, temen2 yg kyk keluarga, itu ga ada yg bisa gantiin sih.. makanya jujur ga pernah sekalipun aku kepikiran mau resign mbak.. Kalo soal supaya bisa dpt gaji yg lbh tinggi lg, biarlah suami itu yg loncat2 dari 1 perusahaan ke yg lain ;p.. kita mah sebagai istri kalo udh dpt kantor yg nyaman, stay aja sampe pensiun :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya setuju, istri tidak dituntut kerja banget. :) selama suami tidak melarang, semua akan berjalan baik-baik saja.

      Delete
  9. Lika-liku kehidupan ya, apalagi ngebahas soal kerjaan. Mo diukur seberapa pantas nggaknya jumlah gaji, betah nggaknya, passion apa bukan.
    Selama dari kita sendiri nggak pernah bersyukur, jatuhnya sama aja. Nihil

    Tfs cantik :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, bersyukur membuat hati lebih ringan. Hihi.. makasih juga sudah berkenan mampir :)

      Delete
  10. Hmm aku nggak nungguin lulus kuliah buat cari kerja, lulus sekolah langsung jungkir balik cari pekerjaan. Alhamdulillah sekarang ya udah nggak nganggur lagi.

    Enak banget ya kerja kamu sore, jadi paginya bisa dibuat bikin sesuatu. Apalagi bisa tidur siang gituuu.

    Kerja ya emang nggak gampang. Kalau mau resign sebenarnya harus pikir dua kali. Soalnya cari kerjaan juga sulit banget sekarang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama, rey.. aku pas kuliah juga sudah kerja, tapi yang bisa dikerjakan di rumH. Kerja ngedesign.. hehhe...

      Delete
  11. Halo Vindy, bicara tentang resign atau bertahan, dulu pernah sih kerja di perusahaan yang gak sesuai passion. Kalau sekarang mah udah jadi guru jadi pilih bertahan hehehe
    Btw emang bener sih, kerja itu tidak melulu soal cari uang melainkan cari KEBAHAGIAAN HIDUP :):)

    ReplyDelete
  12. Timbul sebuah pertanyaan. Adakah kebahagiaan dalam semua pekerjaan?

    Harusnya, sih, ada. Tapi, gak tau juga beneran ada kebahagiaan gak, di semua pekerjaan. Gue kenal dunia kerja malah dari kelas SD. Parahnya SMP gue kerja udah kek punya anak 8. Berangkat pagi, pulangnya malem. Padahal, jarak tempat kerja sama rumah, cuman 800 meterlah.

    Tapi, gak bisa pulang. Kalo pulang juga, yakin pulangny lebih malem. Dan padahal gaji sehari cuman 5000. :'( Pedih bgt rasanya. But, i am have fun..

    Bener kata lo VIn. Kerja itu bukan soal duit mulu (meskipun aslinya perlu banget) tapi tetep bahagia juga perlu. Banyak uang gak bahagia sama aja, sih.

    ReplyDelete
  13. kalo aku biasany Sebelum resign mending cari kerja sampingan dulu.
    eh bentar deh, ane belum pernah resign sebenernya muehe.

    Teh vindy ane ga mau komentarin tulisan blog teteh lebih banyak yahya.
    ane lebih tertarik sama video youtubenya.
    asli sih videonya lucu bat.
    teteh suka vlogger gaming ternyata yaaa.
    imut sekali suaranya.

    SUBSCRIBE !!

    ReplyDelete
  14. Ternyata kerja gak semudah itu ya, selain uang yang dibutuhin, ternyata kebahagiaan juga perlu, dapet pelajaran nih dari blog mb vindy, walopun blom tau dunia kerja aslinya tuh seperti apa heheh...

    ReplyDelete
  15. Pernah sih mikir resign, tp belum dapat kerja gantinya
    Makanya bertahan meski kadang bermasalah, heheh

    ReplyDelete
  16. Waaa aku sekarang semester 7 kak, bentar lagi dong ya. Tp pengennya kuliah lagi dulu, soalnya jurusan eksakta, susah kalo udah berkeluarg, kerja, trus sambil kuliah. Tapi juga masih galau pengen ngerasain kerja duluan. Kata dosen2 sih mendingan kuliah dulu aja kalo memang ada kesempatan. Menurut kakak gimana?

    ReplyDelete
  17. ngomongin kerja.
    hmmm
    gue malah belum pernah ngerasain sih.

    tapi setau gue, kalo mau kerja di suatu bidang, alangkah baiknynya nnya'' sama yang udah berpengalaman di bidang yang sama, biar bisa dapet gambaran. dan kalau masalah resign itu, yang gue baca'' sih, alangkah baiknya kalau memang ya udah kerja d tempat itu min enam bulan sampai setahun sih. ya biar ketika d interview d tempat kerja baru, si pengujinya nggak meragukan diri kita karena kita sebentar'' pindah ke tempat kerja lain. ini menurut yg gue baca sih, tapi prakteknya gue juga belom pernah ngerasain.
    semua orang pasti punya masalah kok, pandai'' kitanya aja gimana menemukan solusinya. dan pasti, setelah ada kesusahan ada kemudahan.
    cie gitu

    ReplyDelete
  18. Aku juga bersyukur Vind, sama pekerjaanku yang sekarang. Walaupun jam kerjanya kadang gila gilaan, tapi aalhamdulillah sesuai passion. Bisa jadi copywriter itu membahagiakan walaupun masih banyak orang yang nggak tau kalau pekerjaanku ya menulis iklan dan ... PNS rasanya lebih keren.

    Kalau ditanya ingin resign, sering sih kepikiran. Terutama bisa ngehandle brand yang lain lagi. Tapi ya ... bertahan dulu lah di sini.

    Punya pekerjaan apalagi yang sesuai passion memang rejeki yang alhamdulillah banget ya vind.

    ReplyDelete
  19. bener non, kalau ada masalah di kantor jangan terlalu dipikirin. apalagi masalah sepele. tapi kalau masalah kenyamanan sih, tetap kita harus cari kerja yang nyaman dan sesuai passion, karena bisa membuat kita lebih semangat dan dapat banyak prestasi.

    ReplyDelete
  20. mba,, buat aku,,,hudp yang asik itu justru adalah ketika kita bisa bekerja sesuai dengan passion kita lho mba,,,mba beruntung banget bisa kerja di tempat yg memang mba suka, yang memang sesuai passion mbaa,,,,semangat terus mbaa

    ReplyDelete
  21. kalau aku sih sudah konsisten di jalan bisnis, walau sudah 3 tahun maih gini gini aja, tapi aku tetep bertahan dan percaya nantinya pasti akan berkembang juga

    ReplyDelete
  22. semuanya ada kelebihannya masing masing,yang penting tetap berusaha dan sering sering bersyukur

    ReplyDelete
  23. AAAKK !!
    ini gue banget mah

    dulu susah dapetin pekerjaan ini, ternyata setelah diterima ada pikiran pengen resign
    karna ternyata ini semua tidak sesuai harapan, tapi apa boleh buat, dengan menyerah disini sedikit banyak akan membuktikan kalo gue nggak kompeten


    kunjungi juga BLOG GUE

    ReplyDelete
  24. Sampai sekarang masih sering galau antara resign atau bertahan

    ReplyDelete
  25. Ngomong-ngomong pekerjaan lo apa sih? Gue dari tandi baca gak nemu haha...

    Gue udah 3 tahun jadi guru honor, walau gajih nya gak seberapa dan berfikir mau resign gue malah kepikiran kalau kerjaan ini cukup bikin nyaman. Letak nyaman itu yang bikin gue bertahan, meski kadang ada aja masalah siswa gue di kelas yang bikin elus dada hahaa...

    ReplyDelete
  26. Kalo saya sih terjang terus, I don't care, anggap aja itu rintangan yang harus saya lewatin... Namanya bekerja pasti ada masa2 jenuhnya, saya better refreshing aja kalo udah kayak gitu, cuti...

    ReplyDelete
  27. kalo saya sih lebih senang kerja online dari rumah, bisa jualan atau kerja dengan sistem remote, kayaknya itu win2 solution deh, gimana menurut mbak vindy?

    ReplyDelete
  28. Ane sering masuk keluar kantor eh ini malah nganggur lama. Ya,kadang nyesel jg kl resign nyari kerja susah sekarang...
    *curcol*

    ReplyDelete
  29. sebisa mungkin tingkatkan kemampuan, karena kalau kemampuan tingggi pasti peluang akan banyak berdatangan

    ReplyDelete
  30. Kalo saya sih milih resign mbak, mending kerja sendiri (wirausaha)
    sy pernah ngalamin gimana suasana kerja di pabrik, pernah ngalamin gmna macetnya pulang kerja di jakarta, kalo kerja sendiri kayaknya enak banget yah, tapi ya harus punya skill juga :D

    ReplyDelete
  31. kalau misal ya mau resign pun harus sudah memikirkannya matang-matang, bukan karena malas semata .

    dan jangan lupa juga harus punya cadangan uang juga. haha

    ReplyDelete
  32. Dulu saya termasuk orang yang suka sekali berpindah pekerjaan. bukan karena di pecat atau rekan kerja yang kurang mendukung tetapi karena emang ga betahan haha. berdasarkan pengalaman saya tersebut, keluar masuk keluar masuk itu ga enak gak ada hasilnya kak. pindah dari perusahan ini perusahan ke perusahan itu tidak banyak memberikan kesenangan cuma pengalaman berpindah kantor aja yang banyak uhuhuh

    ReplyDelete
  33. uang tidak akan bisa membeli sebuah kebahagiaan, hehe
    jgn lupa bahagia ya kak

    ReplyDelete
  34. kalo menurutku sih harus dipikir dengan matang kalo mau resign. soalnya sekarang masuk ke perusahaan baru nunggunya lama kak. hehe

    ReplyDelete
  35. emang kalau pekerjaan itu sebisa mungkin sesuai passion kita, soalnya itu yang kita lakukan setiap hari

    ReplyDelete
  36. saya memutuskan resign dari tempat kerja dengan cara baik-baik. pertemenan dengan karyawan masih terjalin hingga sekarang, dan baiknya saya mulai berproses melakukan hal-hal yang saya sukai.

    memang belum menghasilkan sebanyak saat kerja, tapi hati rasanya lebih tenang.

    ReplyDelete
  37. Artikelnya bagus banget mbak, bisa buat nasehat ini yang masih-masih fres dari pendidikan.

    Karena kerja yang paling utama adalah keberkahan dan kenyamanan ya mbak.

    ReplyDelete
  38. Susah, sih, kalau sudah masalah kenyamanan. Kalau menurut saya sih ... mending cari yang nyaman, karena dengan nyaman kita bisa tetap menjaga semangat. Beda dengan tertekan, akan stress dan kerjaan pun gak maksimal. Heu.

    ReplyDelete
  39. resign aja hehe... udah resign sini kerja sama saya

    ReplyDelete

Jejakkan komentar, saran, kritik, dan pertanyaan melalui Contact atau komentar di bawah ini. Gunakan komentar Facebook (di atas) jika ingin mendapat notifikasi balasan langsung dari Facebook. Atau bisa juga dengan akun Blog/Gmail.

Terima kasih berkenan membaca dan mampir di Vindy Pindy Mindy.
--- www.vindyputri.com