Inspiratif OPINIKU

Bersama Keluarga Kembali


Saat saya menulis ini, saya lagi hamil 8 bulan. Kurang 1 – 1,5 bulan lagi lahiran. Deg-degan banget deh rasanya. Selama menikah di Juni 2018 kemarin, saya dan suami memilih tinggal sendiri. Alhamdulillah suami sudah ada hunian kecil yang cukup untuk penganten anyar seperti kami.

Orang tua saya masih satu kota. Tapi mertua saya ada di Surabaya. Beberapa kali kami berdua pulang ke Surabaya naik kereta api. Kadang terencana jauh-jauh hari, kadang dadakan. Tapi jaman sekarang gituloh, pesen tiket online, klik klik klik beres. Tinggal naik tutut gujes-gujes.

Nah, lahiran kali ini saya memutuskan untuk tidur di rumah orang tua kandung saya. Biar ada yang jaga aja sih pas detik-detik lahiran. Kalau hanya berdua aja di rumah sendiri, takutnya penanganan nggak bisa cepat. Nah, HPL kan bulan Mei nih, itu tepat nuansa ramadan. Otomatis juga ntar lebaran nggak bisa mudik saya sama suami. Eh, suami tetep mudik sendirian ke rumah orang tuanya di Surabaya. Saya masih belum boleh lah pastinya. Baru kali ini nih, lebaran di rumah. Selama saya hidup 27 tahun, selalu mudik ke nenek di Malang.

Baca Juga Ramadan & lebaranku Penuh Warna

 

 Mudiknya Ditunda

Tapi saya dan suami nggak berkecil hati. Masih ada lebaran haji alias Hari Raya Idul Adha 2019. Masih bulan Agustus. Si dedek udah umur 4 bulan. Udah boleh banget nih jalan-jalan naik transportasi di perjalanan agak jauh sedikit. Jember-Surabaya sebentar kok. 4,5 jam kalau lewat kereta api. Toh, pakai kereta itu nggak bikin capek ketimbang bus. Dan harganya lebih terjangkau daripada naik pesawat.

Jadi, mudik lebaran hari rayanya ditunda nanti deh.

Gapapa, yang penting kembali bersama keluarga. Itu kan yang dirindukan ketika kita sudah sibuk dengan kesibukan aktivitas sehari-hari. Mereka juga pasti rindu anaknya yang lepas dari pengawasannya. Duh, jadi baper deh! Dear, orang tua, kami akan kembali ke pelukan kalian. Semoga sih kehadiran si kecil nanti nambah bahagia ketika kumpul-kumpul.

 

 Kemudahan di Mana-mana

Untungnya juga ya, teknologi tuh canggih. Kita meski jauh ada fasilitas WhatsApp. Bisa video call buat yang kangen. Minimal chat group keluarga gitu. Saling share kegiatan masing-masing. Seru tapi kalau dipikir, ya? Kadang becanda, lempar stiker konyol, kadang bahas kenangan dulu-dulu. Meski via text/suara, tetap terasa perhatiannya. Nanti pas moment-moment libur hari besar seperti Hari Raya Idul Fitri atau Idul Adha jadi kesempatan berkumpul. Kaya screenshot WhatsApp Group Keluarga Besarku di Malang. Tanggal ulang tahun aja dibahas. Nggak penting tapi mereka happy. Haha…

 

 Bakar-bakar Seru!

Tahun lalu, saya dan suami merayakan Hari Raya Idul Adha di rumah orang tua saya. Kami bakar-bakar sate kambing dan sapi. Sayang saya nggak punya fotonya. Sempet update story sih, tapi nggak saya simpan. Nyesel deh moment seru itu nggak diabadikan. Tahun ini rencana Idul Adha di Surabaya. Pasti seru deh! Soalnya di sana keluarga besar mas suami tuh saudaranya banyak! Dan lokasi rumahnya deketan. Tetangga sendiri malah. Nggak bisa ngebayangin gimana ramenya nanti.

Kalau di keluarga saya biasanya hanya kumpul keluarga sendiri. Nggak sampai unjung-unjung ke tetangga atau saudara jauh. Entah deh kalau di Surabaya nanti gimana ya? Secara saudaranya banyak. Dan suka banget bikin semacam acara kecil-kecilan.

Semoga ya kelahiran ini lancar dan rencana-rencana yang sudah dibuat ini bisa terlaksana. Semoga semakin lengkap kebahagiaan tahun 2019 ini berkumpul dengan keluarga besar bersama my baby.

 

Kalau kalian tahun ini rencananya kumpul keluarga kapan, guys? Sudah diagendakan?

448 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

BACA JUGA

11 Comments

  1. Moga lancarr lahirannya. Aku mudik ke rumah ortu pas baby umur 3 minggu tapi deket aja sihh Semarang-Kudus cuma 1,5jam

  2. Pengennya kumpulnya nggak cuma sama keluarga besar sendiri, tapi sama si mamas, eh hehee
    Di grup keluarga aku juga sering gitu mbak, itu mesti rame deh hehehee
    Smoga dilancarkan persalinannya mbak Pindy
    Kalau udah ada dek bayi, duhh bakalan rame nih rumah heheee

  3. Semoga sehat-sehat dan lancar kehamilannya mbak
    Tahun depan usah bisa mudik bareng si kecil deh
    Memang saat hari raya itu, momen mudik selalu berkesan
    Aaaah… jadi kangen mudik

  4. Baca ceritanya jadi kangen kampung halaman.
    Aku juga di jakarta merantau, kangen nenek. 🙁 🙁

    Tpi aku lebih enak naik motor mba mudik lebarannya.

  5. Aku insya Allah kumpul keluarga pas Lebaran besok hehehe. Mba semoga dilancarkan persalinannya yaaa. Sehat-sehat selalu 😀

  6. Parenthink ala Susierna says:

    Semoga lancar dan luncur persalinannya nanti…. Pastinya senang banget ya menanti kedattangan buah hati

  7. Mudik dan bertemu keluarga saat lebaran jarang kami lakukan. Enak libur sekolah. Alasannya sih malas di perjalanan dan budget bisa 3 kali lipat dari hari biasa. Itu belum memberi angpao untuk keponakan-keponakan. Tapi pengen juga sih… jika ada dana sebesar itu. Hihihi

  8. Selamat atas kehamilannya….

    Iya benar, memang harus fokus ke bayi yang masih dalam kandungan, Dia prioritas sekarang ini. Mudik kan bisa kapan saja.

    Semoga lancar persalinannya nanti

  9. Iya nih, sudah mulai memikirkan budget mudik. Lebaran sudah dekat.
    Kami mudik ke Purwokerto. Bisanya naik bis atau kereta api.

    Semoga lancar persalinannya nanti ya….
    Asyik sekali pengalaman menanti bayi. Deg-degan laki atau perempuan. Hihihi.

  10. Berharap bisa mudik seperti biasa antara ke Temanggung atau Bojonegoro.

    Jika tak bisa pun ya sudah pasrah saja hahaha…

  11. Ntah harus sedih atau senang. Di keluarga kami gak ada “tradisi” mudik soalnya sejak dulu di Palembang semua. Seneng gak mesti ribet mudik tapi kadang penasaran rasanya mudik kayak apa haha.

Tinggalkan Balasan ke Saujana Japara Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.