Buku REVIEW

[Book Review] Road to Your Heart – Love in Ho Chi Minh (Arumi E)


CATATAN: Tidak ada spoiler di dalam review ini. Masih aman untukmu yang ingin membeli dan membacanya. 🙂

Ini adalah salah satu Around the World with Love Series pertama yang aku baca, baca juga:

 
💜 Kisah Gadis Backpaker
Ini kisah seorang gadis muslim yang cukup disesuaikan dengan keadaan yang terjadi di sekitar kita saat ini, namanya Tatiana. Secara tersirat dan tersurat, Arumi sebagai penulis ingin memberi moral view bahwa muslim -terutama cewek- itu bisa banget traveling/backpacker-an tanpa meninggalkan ibadah dan kekhawatiran yang mungkin bisa saja terjadi.
Gaya penceritaannya mengalir. Nggak bertele-tele. Detail banget menjelaskan beberapa destinasi wisata yang buanyak banget menurutku untuk dimasukkan dalam sebuah novel dengan ketebalah kurang dari 300 halaman. Risetnya luar biasa. Dengar-dengar, penulis memang pernah ke sini langsung deh. Jadi dia berani ambil baaaanyaaak sekali spot di Vietnam.
Aku yang nggak tahu apa-apa dengan destinasi wisata di Vietnam, jadi tahu baik yang pernah dengar atau baca, hingga yangg nggak tau sama sekali. Meski nggak pernah sedikitpun aku punya keinginan untuk bisa keliling dunia dengan cara backpacker. Karena pada dasarnya aku anak rumahan hehe.
💜 Moral View
Mainmu kurang jauh. Itu yang kutangkep saat selesai baca novel backpaker-an ke Vietnam ini sambil membayangkan fenomena yang ada di Indonesia perihal agama dan hal lainnya antara boleh dan tidal. Selain itu aku juga jadi bisa semacam introspeksi diri untuk belajar nggak egois. Konfliknya nggak melulu tentang dua insan yang sedang jatuh cinta antara Tatiana dan Kevin. Tapi juga dipadu cukup seimbang antara orang tua dan anak sehingga ujung tombaknya ya bertemunya dua insan remaja ini.
Yang bisa diambil dari konflik keluarga adalah: Ambil hal yang baik, lalu buang yang buruk. Nggak selamanya orang tua itu selalu benar. Karena orang tua juga awalnya sama-sama belajar kan, dari yang nggak tahu bagaimana mengurus keluarga hingga menjadi panutan yang baik. Aku jadi bisa memposisikan diriku sebagai anak yang menanggapi permasalahan kehidupanku sendiri.


SINOPSISKevin Charles Wyler memulai perjalanan pertamanya menjelajahi Asia Tenggara ke Vietnam. Menjauh dari kerumitan masalah di kota kelahirannya, Los Angeles. Baru tiga hari berada di kota yang dulu bernama Saigon ini, lalu lintas ajaib Ho Chi Minh membuatnya celaka.
.
Tatiana Rawnie menjejakkan kaki untuk yang pertama kalinya di Ho Chi Minh untuk melakukan perjalanan bersama dua temannya, sekaligus menemui seseorang yang telah lima belas tahun meninggalkannya.
.
Keduanya bertemu dalam perjalanan menuju tempat bersejarah peninggalan tentara Vietkong. Insiden yang mendebarkan dan terlarang di Cu Chi Tunnel membuat mereka terikat dalam perjalanan panjang dari Ho Chi Minh menuju Hanoi.
.
Kevin, pemuda Amerika yang nyaris tak percaya Tuhan, dan Tatiana, muslimah asal Lombok, tak bisa mengelak dari perasaan saling suka yang perlahan tumbuh tak bisa dicegah. Segalanya hampir berjalan lancar andaikan Luce, gadis pirang dari masa lalu Kevin, tidak datang mengejar dan memaksa Kevin kembali ke LA.
.
Pengakuan mengejutkan dari gadis Amerika itu membuat kepercayaan Tatiana pada Kevin goyah. Manakah yang harus dia percaya; cerita Kevin atau Luce? Bagaimanakah dengan misi Tatiana? Apakah dia berhasil menemui seseorang yang berjanji akan menemuinya di Ho Chi Minh?


💜 Hai Arumi, Bagaimana Kisah Peran Kawan Lain?

Hingga ending, aku ngerasa ada yang kurang deh. Aku masih penasaran dengan kisah dua kawan lainnya. Nela dan Jahar. Nggak ada kelanjutan nasib mereka, padahal aku cukup menanti. Karena memang setebal ini kisah dominan memang antara Tatiana dan Kevin beserta keluarga Tatiana.
Karakter Tatiana cukup kuat. Namun ada kalanya disesuaikan dengan siapa dia berbicara. Misal dengan ayahnya, dia akan menjadi sangat manja. Jika dengan Kevin dia akan berubah menjadi gadis yang sangat kuat, tangguh dan agak tomboy. Meski dua karakter ini berbeda jauh, tapi Arumi cukup memikirkan psikologis seorang anak remaja perempuan yang merindukan ayahnya. Cukup natural kesannya.
💜 Selalu Ada Solusi
Konfliknya di novel ini menurutku dalam taraf aman. Bukan konflik yang berat banget. Dan selalu ada solusi yang mudah kemudian selesai. Case selalu Closed dengan tenang. Meski penulis lupa menceritakan kelanjutan konflik pemeran utama laki-laki (Kevin) dengan masalah cinta masa lalunya. Padahal hampir klimaks, tapi kok kutunggu, belum ada penjelasan. Hilang begitu saja. Dan nggak ditulis kabarnya.

💜 Spot Vietnam Melimpah!

Bagi yang berencana ke Vietnam ini bisa jadi panduan banget deh! Ini novel yang secara nggak langsung seperti meng-tour guide kita selama di Vietnam. Bahkan cara-cara untuk backpacker-an juga diulas tapi ngalir dalam cerita. Lihai banget Arumi membawa ulasan yang biasa ditulis Buku Non Fiksi jadi cerita Fiksi yang indah. Setahu aku Arumi memang sangat sering bahkan hampir semua bukunya selalu setting di luar negeri.
Meski menurutku pribadi agak aneh ya karena backpacker-annya itu terkesan terburu-buru dari satu tempat ke tempat lain. Tapi sebenernua dijelaskan sih, bahwa waktu mereka ya nggak sedikit. Jadi supaya bisa ke sana ke sini, kudu seperti kutu loncat kalau kataku.
Mungkin itulah backpacker sejati dan bukan sekedar liburan ya?
Saking banyaknya spot destinasi yang ditulis (aku sama sekali asing dengan namanya) selama baca aku jadi nggak peduli kisahnya mereka ke mana. Karena emang kesannya tuh buru-buru banget. Aku jadi nggak melihat kelelahan yang manusiawi untuk tubuh manusia. Kecuali satu waktu, ketika mens, drop belum makan, limbung pingsan.
Sisanya, tubuh rasanya kaya gak ada lelahnya. Sakit kaki tapi kok kayanya kurang masuk akal, nggak pake bedrest. Mana si Kevin pemeran utama cowoknya juga jalannya pakai krek dan masih pemulihan.

Hal yang Bisa Diambil dari Novel Ini:
✔ Muslim bisa banget traveling dan backpacker-an.
✔ Secara nggak langsung kaya ngasih tips, seperti cari restoran halal. Kalau nggak nemu, cari aman makan sayur (vegan) atau ikan laut. Hindari daging-dagingan.
✔ Cari penginapan di dormitory room untuk menghemat biaya backpacker.
✔ Mengajak kita untuk saling berpikir terbuka dan melihat sesuatu itu dari sisi poitif.
✔ Nambah referensi spot-spot yang rekomended untuk dikunjungi di Vietnam.

Sumber Gambar: Dokumen Pribadi

2,909 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

BACA JUGA

1 Comment

  1. Aku sukak jenis buku traveling kayak gini, jadi serasa baca guide traveling tapi melalui kisah. kayak bukunya Asama Nadia yang Love Spark in Korea tuh, Beda cerita tapi ya, hehe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.