Buku REVIEW

Hati yang Terluka dari Seorang Pecinta Kucing – [Review] novel Lovecats by Gianti Pradipta


Hai blogiest!
Sebutkan hewan yang temen-temen sukai? Atau yang pernah temen-temen pelihara. Pertanyaannya, apakah temen-temen memeliharanya dengan penuh kasih sayang, ikhlas, dan penuh tanggung jawab?
Kalau pertanyaan itu ditujukan padaku, aku akan menjawab:
Puciy, kucingku yang macho.
KUCING!
Tapi aku juga pernah memelihara monyet, musang, tikus putih, hamster, dan kelinci. Eh, kecoa, semut dan cicak termasuk nggak sih? Hehe…, abisnya aku nggak ngerasa melihara mereka, tapi mereka suka dateng, sih. ^^ Kalau bisa juga, aku pengen melihara anjing dan harimau.

Dari semua hewan, aku lebih suka kucing. Bukti kecintaanku adalah kealayanku dalam membuat identitas blog dan email, dulunya nama blogku phiendpuz. Tapi sekarang udah berubah domainnya. Hihihi… Akhirnya berubah juga jadi www.vindyputri.com.
Apapun yang berhubungan dengan kucing, aku suka. Suara kucing dari jauh aja aku peka. Bahkan suka kusahutin, “Miiawww,” entah translate dalam bahasa mereka itu apa. Yang pasti ketika kadang menyahut, kadang juga nggak. Juga pernah diulas oleh Haris Firmansyah di Ngobrol-Ngobrol Ngondeknya, yang berjudul Vindy Putri: “Merawat Kucing Seperti Anak Sendiri”.
Aku nggak permasalahkan orang yang biasa aja sama hewan kesayangan Nabi ini, tapi aku akan sakit hati jika ada yang suka menghina hewan imut ini. Baik menghina dari ucapan maupun perbuatan.
Aku nggak pernah membeda-bedakan kucing kampung atau kucing ras. Semua bagiku sama. Sama lucunya. Tapi aku lebih suka melihara kucing kampung alias kucing domestik. Alasannya lain kali kubahas tentang hewan peliharaanku.
Sakit hati! Ketika denger, baca, atau lihat penghinaan, banding-bandingin antara kucing kampung dan ras. Salah satunya sakit hati baca novel Lovecats ini. Rasanya seperti disayat-sayat sembilu.

 

Pecinta kucing seperti aku bakalan kebakaran jenggot baca beginian!

 

Aku beli novel ini karena tertarik dengan covernya yang unyu. Kucing yang lagi mulet perenggangan otot. Blurp-nya juga lumayan menarik. Meski aku bisa nebak, ini pasti cewek yang lagi jatuh cinta dan kriteria cowok yang harus suka kucing.
Novel Lovecats karya Gianti Pradipta
Percaya enggak kalau kucing bisa mendatangkan jodoh buat lo? Gue, sih, percaya 1000%. Ini sangat berlaku buat Pelangi, kucing Persia gue yang centil. I love you so much Pelangikuuuu :*
— Kinar
Dasar Kinar bego, gimana bisa dia nggak lihat usaha gue yang udah segini-gininya? Meskipun bego, tapi gue udah terlanjur jatuh cinta sama elo, Kinar. jadi gue harus gimana? Jadi kucing biar bisa disayang sama lo tiap hari gitu? -___-
— Bindra
Jangan percaya 100% dengan cowok, tapi kalau sama gue, lo boleh percayakan apa pun.
— Ringgo
“Sebaik-baiknya cowok di dunia adalah yang sayang
sama kucing, terutama kucing gue!”
Buku ini diterbitin oleh Penerbit Bentang Belia, nama penulisnya Gianti Pradipta. Buku ini bagus, sarat makna meski bikin jengkel aku sebagai pecinta kucing. Banyak banget intimidasi, bahwa kucing kampung itu buruk! Dan kucing ras itu segala-galanya.Yang katanya kucing kampung gak bisa diajarin pipis yang bener, suka acak-acakin tisue bikin kotor, suka ngompol di mana-mana, eh ini udah ya? Apalagi ya, suka naik-naik ke tempat yang bahaya, kutuan juga! Ih… kan aku sakit hati T_T

Kalau melek, kucing yang di atas tuh, kucingku. Dia dari hari pertama, mau buang air besar nyari kamar mandi! Pipis di dekat lubang air. Sampai sakit dan ajal mau renggut nyawa dia, dia masih berusaha tertatih-tatih untuk buang air di dekat lubang air kamar mandi. :'(

Ini baru baca beberapa halaman aja udah sebel. Pengen nggak nerusin. Tapi sayang juga kalau beli buku kucing tanpa tahu isinya. Akhirnya dibetah-betahin. Bukan dari kisah ceritanya, tapi dari perlakuan penulis terhadap kucing domestik.
Kisahnya?
Kisahnya berawal dari dua sahabat, Kinar dan Bindra, menyelamatkan kucing yang terperangkap di atas atap rumah Kinar. Kinar sendiri sebenernya udah punya kucing persia. Warna kuning keemasan. Begitu kucingnya berhasil ditangkap, Kinar jadi punya dua kucing. Kucing ras dan domestik. Dari situlah intimidasi dan rasa sakitku muncul.
Bindra sahabat sekaligus tetangga seberang rumahnya ini suka sama Kinar. Tapi Kinarnya menganggap mereka hanya sebatas sahabat. Lagian juga Bindra nggak begitu suka kucing. Sampai akhirnya Kinar bertemu dengan penjaga kasir pet shop. Dan ternyata penjaga kasir itu adalah pemilik pet shop itu sendiri. Orang kaya kelas mujaer! Kaya pake banget, perusahaan di mana-mana. Melihara kucing belasan yang bersertifikat. Namanya Ringgo.
Terkesan mainstream ya? Namun buku ini ternyata menyajikan konflik yang tidak biasa. Si Ringgo ini mendekati Kinar karena ada maunya. Kukira memang suka dan jatuh cinta karena apa adanya, ternyata ada apanya. Dengan kejam, Ringgo menculik Pelangi, kucing Kinar, yang juga kucing persia bersertifikat berkualitas tinggi, Dia menculik dengan alasan ilang. Padahal disembunyiiin dan dikawinkan dengan kucingnya. Tapi si Ringgonya menghilang sekitar 3 bulan. Selama itu pula Pelangi hamil tanpa diketahui Kinar.
Ringgo hilang, kucing kesayangannya juga hilang, Kinar sedih, di sinilah sosok sahabat yang menyukainya itu berperan penuh. Ia mencoba untuk mengambil hati Kinar dengan membantu mencari. Bikin selebaran hingga dia membeli kucing anakan yang mirip dengan Pelangi. Perjuangannya juga harus jadi budak untuk menebus kekurangan beli kucing yang mahalnya bisa beli hape baru.
Hingga akhirnya tabir kebusukan Ringgo terungkap. Kucing kembali, heppy ending. Yang kusuka endingnya gantung tapi nggak ngeselin.
Mau tahu kan? Baca aja deh kisah lengkapnya. ^^
Ohya, ada lagi yang kusuka, setelah dibikin sakit hati, penulisnya memberi obat sakit hatinya. Di bagian belakang-belakang penulis menuturkan bahwa saat dia sendiri, kucing kampung peliharaannya itu yang menemani hari-harinya, dan bertingkah lucu. Sambil diutarakan bahwa Kinar juga menyayangi kucing domestik itu. Lega….
Overall,
Bagiku penulis yang bernama Gianti Pradipta ini pinter. Pinter mengobrak-abrik perasaan pembaca terutama hati pecinta kucing yang sensitif seperti aku. Waks. Kisahnya nggak mainstream meski mudah ketebak, tapi dia berhasil membelokkan prediksi pembaca.
Good!
Sebentar lagi aku mau pinjam buku temen tentang kucing, judulnya Dewey karya Vicky Myron dan Bret Witter. Tapi kayanya ngelarin novelnya Aa’ Pacar dulu. Belum kelar-kelar soalnya. Kebanyakan ngegalau karena LDR-an, macam Beby aja. Waks.
Dewey by Vicky Myron dan Bret Witter.
Dan kayanya aku bakal ketagihan baca novel tentang kucing. Kalau konik kucing, nggak perlu ditanya. Banyak juga, hehehe.. lain kali akan ku-review.
Aku cium kucingku,

 

2,808 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

BACA JUGA

38 Comments

  1. kenapa ya banyak yang ngeremehin kucing kampung, padahal meraka sama2 kucing. Pantesnya kita harus bangga dengan kucing kampung, alis kucing lokal dari negara asal kita.

  2. saya juga suka kucing bahkan dirumah ada pelihara 4 kucing…makin banyak jumlahnya, cepet sekali kucingnya punya anak…

  3. Yoi.. Yang penting kucing kita harus rajin disuntik tokso, rabies, sama apa ya satu lagi aku lupa namanya.. Wkwkwk.. Tiap enam bulan sekali mesti ngeluarin 350 ribu.. Tekor jugak ya, Vin.. :PCieeeee uda ganti domain.. 😀 Belik domainnya di mana?

    1. Nahh…, betul.Nggak.., gak sampe segitu koook… Beli domainnya di qwords.com, Beb..

    2. Dan aku baru nyadar ada nama ku disebut.. -_- Kenapa ngebahas LDR sik -_- Nah kan jadi baper lagih :'Dokter ku ngasih invoice segitu. Kamvredh -_-

    3. Ya, beda tempat pasti beda dong.. :DHahaha…, iya, kenapa ya aku nyebut namamu. Wkwkwk.., kita samaan sih LDR-an-nya…

    4. Semoga suatu saat nanti disegerakan hidup satu kota dan satu rumahnya yaaaa.. Aamiiiin.. :'D

    5. Doamu dari hati, ya, Beb? :') Amin… *Aminku juga dari hati banget ini… wkwkw

  4. Trian Sasnita says:

    Wah, mba kita samaan……. aku sayang banget sama kucing aku, walaupun kucing kampung dia gag kalah lucu sama kucing-kucing anggora atau persia. kucingku juga warnanya hitam putih, suka garuk-garuk kuku di sofa, suka tidur di sofa atau atas meja, kadangkala tidur bareng saya. ngrusinnya juga gag ribet, gag pilih makanan. pokoknya sayang banget mba, pas baca percakapan di PKDI itu bikin sakit hati. kalau menurut saya, kucing kampung lebih memiliki kontak batin yang kuat sm majikannya. ini yang aku rasain.

    1. Iya…, Aku setuju sama kamu, Trian. :)Hewan apapun, kalau disayang tulus itu bakalan sehati sama kita..

  5. Wah, ini pecinta kucing garis keras nih kayaknya, juga penggiat anti intimadasi kucing kampung terhadap kucing ras ya, salut-salut mba.Dari reviewnya, ini konfliknya semua gegara kucing ya, Ringgo pengen sama Kinar dengan cara yang kejam, bahkan sampai membuat kucingnya menghamili kucing Kinar, Pelangi, jadi Pelangi diperkosa di sini ._., jadi penasaran seberapa besar perjuangan Bindra buat Kinar, apalagi yang dia jadi budak, budak apa sih itu, bikin penasaran

    1. Hahaha.., bahasa kamu lucu banget sih. Diperkosa XDBeuuuh.., sampe akunya nangis karena tersenyuh. Hujan-hujan gendong anak kucing. :'( Bindra cowok yang tulus. Deuuh.., idaman banget dah!

  6. hewan yang lucu n gemesin ini emang terkadang bikin kesel, tapi dengan tingkahnya yg lucu itu tadi gue jadi seneng ama kucing..emang q ngak melihara kucing tapi d rumah gue ada satu kucing domestik yg tiap malem slalu tidur d rumah, anehnya kucing ini kalo ada orang jalan pasti slalu di ikuti lalu berguling2 di depannya.. trkadang kesel tapi karna lucu jadi suka ama kucing itu..

    1. sudah dibalas ya, di atas. 😀 Dobel.

  7. hewan yang lucu n gemesin ini emang terkadang bikin kesel, tapi dengan tingkahnya yg lucu itu tadi gue jadi seneng ama kucing..emang q ngak melihara kucing tapi d rumah gue ada satu kucing domestik yg tiap malem slalu tidur d rumah, anehnya kucing ini kalo ada orang jalan pasti slalu di ikuti lalu berguling2 di depannya.. trkadang kesel tapi karna lucu jadi suka ama kucing itu..

    1. Dia ikutin sambil gulung-gulung tandanya dia ingin dielus-elus, Rudhie. Dia pengen diperhatiin….

  8. Wah, keren nih ngomongin kucing. Lebih keren lagi kalo di buku itu nyeritain kucing playboy. (itu kan fabel). Ya gitulah pokoknya. Biar keren, kayak logo blog gue :DTapi ngelihat dari gambar yang diposting, kenapa ya kucing kampung dianggap rendahan ?? Padahal kalo kucing kampung, mereka gak kehilangan harga diri sebagai kucing. Maksud gue, kucing kampung kan masih suka tarung rebutan betina, ngejar tikus buat dimakan. Lhah kucing kalo kucing anggora / persia ? jadi mirip boneka. sukanya males-malesan..

    1. Setuju hihihi.. kucing kampung lebih macho dan aktif. Dia bisa melindungi majikannya. Tandanya dia bisa nangkap serangga, tikus, dan jadi alarm kalau-kalau ada kucing lain masuk. Hihihi…

  9. Sama nih, aku juga suka kucing… btw kayaknya keren nih novelnya… hehe… jd pengen beli…

    1. Iya, coba baca novelnya, deh. Suka kucing pasti pengen baca yang berhubungan dengan kucing ya.. hehehe

  10. gilak sampe ada grup fb pecinta kucing domestik juga :v

    1. Beuh.., ini group besar…, Dibahas seputar kucing, solusi, sumbangan dana, bahkan hibah-menghibahkan benda kucing juga bisa. Semuanya sukarela. Nggak ada jual beli.Kucingku pernah pas sakit, dibantuin sama mereka :') Mereka baik-baik…

  11. buku yang sangat membantu untuk para pecinta kucing, btw gue juga suka kucing :))

    1. Ohya? Nambah temen pecinta kucing :3

  12. Aku juga pecinta kucing…Lucu-lucu soalnya.Tapi susah banget diurus karena masih kecil, suka sembarangan juga kalau buang kotoran. Padahal dulu cukup mudah waktu ngajari kucing sebelumnya ke kamar mandi kalau mau poops.

    1. Yang kaya begitu harus diajarin dulu. Meski kucing persia pun kalau nggak ngerti juga pasti bakal sembarangan. Tapi yang jelas kenalin ama tanah. Naluri mereka cari tanah untuk buang air.

    2. entah kenapa susah ngajarinnya sekarang.

    3. berarti belum sepenuh hati.., dicoba lagi yaa.. 🙂

  13. Jadi begitu cerita novelnya. Untunglah, gak sampai ending bikin kamu keselnya. 😀

    1. Eh potonya ganti, ya? ^^Iyes…, begitu kiranya kisah cinta yang didukung kucing imut. Hehe…Ya untungnya nggak bikin kesel berkepanjangan…

  14. iilajah doank says:

    eh, ada grup pencinta kucing, baru tau, tar ah mau ngintip,,kalau soal perbedaan perlakuan ras kucing itu aku juga suka sebel, kaya nganggep kucing domestik itu rendah pisan, pernah kejadian waktu SMA bawa kucing dari sekolah pake kardus gitu, pas di bis ada yang nanya "kucing apa?" terus reaksinya pas tau kucing kampung jawabnya "oooh,, kucing kampung" mana jawabnya males-malesan gitu, duh..rasanya nyess gitu.aku juga suka baca novel, bolehlah masuk list buat tar beli, sesama pencinta kucing harus saling mendukung 😀

    1. Iya, Klik di sini aja kalau mau gabung. ^^ Perkumpulan Kucing Domestik Indonesia (PKDI)Iya, sebel ya, kalau pake dibanding-bandingin. Sakit hati!

  15. i Jeverson says:

    wahahahahaha. entah kenapa, gue justru nggak suka kucing. soalnya mereka kalau nyebrang jalan main lari aja :")gue udah 2 kali ketabrak kucing pake motor gara2 merek langsung lari dari ujung ke ujung. untungnya, kedua kucig iu masih selamat. dan justru gue yang hampir nggak selamat….

    1. Hm.., berarti yang nggak hati-hati kucingnya ya 😀 Iya kucing emang suka semena-mena, tapi sebenernya juga kucingnya udah waspada dari jauh. telinganya dah nanghkep radius jauh.Nah, perkara ketabrak, itu udah takdir kucingnya hehehe… dia galau. pengen bunuh diri… Hiks…

  16. Fitrotul Aini says:

    waahhh keluarga saya juga suka sama kucing…di rumah ada dua ekor kucing turunan anggora-jawa…dan yaa mereka berdua ini lumayan pinter… kalau mau BAB selalu lari keluar dulu…tapi sekarang lagi nyebelin… mungkin karena udah pada gede dan pada ngebet kawin jadi lagi suka ngaong-ngaong sambil pipis sembarangan… -_-iihhh itu novelnya kayaknya seru…jadi ngingetin sama cerita Garfield yang diculik-culik sama pecinta kucing lain buat dimanfaatin…nanti kalau ada waktu ke tobuk ngintipin ah… kali aja tertarik buat beli… 😀

    1. Kalau yang ngaong-ngaong sambil pipis sembarangan itu namanya, spraying. Itu dilakukan oleh kucing jantan. Dia itu memberi tanda di sudut-sudut ruangan. Ngaong-ngaong juga itu dia manggil pacarnya hihihi….Nah.., kucing itu pasti akan ke tanah kalau pup/pipis… meski dia bisa di kamar mandi, mereka akan tetap cari pasir. Dia bakal sembarangan kalau kita nggak ngenalin mereka pasir…

  17. Rizaldi Aziz says:

    Hewan kesukaan aku ya kucing… walaupun kadang nyebelin tpi ya lucu kalo masih imut-imutnya… sayangnya di rumah gak boleh piara kucing Boleh dicari ni bukunya 🙂

    1. 😀 iya…, lucu. Bisa diajak interaksi. Dan nggak kalah setia seperti anjing. Aku juga suka kucing pas lagi kecil masih bayiiii… :3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.