Android Inspiratif OPINIKU REVIEW Teknologi

Jadi Admin Media Sosial Kantor, Siapa Takut? Pakai Tablet Samsung


Siapa sih yang nggak punya media sosial di era Milenium seperti sekarang? Mulai dari generasi X hingga generasi Z pasti punya minimal 1 media sosial. Bahkan anak baru lahir pun sudah dibikin akun khusus oleh orang tuanya.

Luar biasa…
Komunitas, perusahaan komersil hingga Instansi juga nggak mau kalah. Mereka punya beberapa media sosial khusus untuk bisa berinteraksi dan lebih menguasai pasar. Iyalah, kekuatan media sosial ini besar sekali.
Selain sebagai media sponsor melalui new feeds yang dilkeluarkan, ini juga sebagai sarana lebih dekat dengan pengguna, customer atau pelanggan. Mengikat engagement lebih tinggi. Bahkan calon customer bakal mudah untuk menentukan pilihannya hanya dengan kepo dan berselancar di dunia maya.

Lebih dari 1 Akun Media Sosial

Jujur deh, Facebook punya berapa akun dari pertama kenal Facebook hingga sekarang? Dua? Lebih? Kenapa? Lupa pasword? Kena hack? Atau pengen hapus masa lalu sama mantan? Eh…
Selain itu hampir semua orang juga punya lebih dari 1 media sosial.

Jadi Admin di Media Sosial Kantor

✔ Facebook   ✔ Fanpage
✔ Instagram   ✔ Twitter
✔ Website      Apa lagi?
Ada tantangan tersendiri ketika kita dipercaya untuk mengelola media sosial milik kantor, komunitas atau instansi lain. Soalnya kita harus ingat ‘siapa kita’ ketika buka sebuah akun. Apakah ini akun pribadi? Atau akun kantor?
Jangan sampai salah akun ketika post sesuatu.
Kalau akun pribadi sih bebas ya mau buat status 4L@y, asal-asalan, curhat nggak ada manfaatnya untuk orang banyak atau posting cuma sindiran atau lirik lagu yang hanya kita yang tahu maksud nge-post gitu itu tujuannya apa.
Ini bawa nama perusahaan loh. Atau bawa nama komunitas. Image sebuah perusahaan/komunitas ada di tangan kita. Kita post yang positif, akan berpengaruh baik juga. Nah, kalau isinya justru berbau provokatif?
Tentu, orang yang ingin gabung ke kita bakal mikir seribu kali untuk ikut gabung atau tertarik dengan apa yang kita tawarkan. Be professional.

Pisahkan Perangkat/Gadget/Smartphone

Ini sih sebenernya sesuai budget saja. Syukur kalau kantor memberi fasilitas gadget khusus. Supaya secara otomatis kita sadar bahwa kita sedang pakai fasilitas kantor. Isinya juga nggak kecampur dengan aplikasi yang nggak dibutuhin.
Lebih enak kalau kita pakai gadget yang punya layar yang besar seperti Samsung Tab. Soalnya kita bisa melihat kualitas gambar dengan baik. Bisa juga dipakai untuk catat hal-hal penting yang misalnya kita dapat di luar pakai pen-nya.
Kalau kita pakai gadget ukuran layar yang kecil semua hasil digital akan terlihat baik-baik saja meski aslinya agak pecah sedikit. Tapi kalau pakai Tablet kan lebih luas tuh. Jadi kita bisa menjaga dan mengontrol kualitas gambar. Layar besar ini seperti pakai komputer tapi ukuran mini. Bisa digenggam dan dibawa kemana-mana lagi.
Jadi admin media sosial kantor jadi lebih menyenangkan.

Kuota Dipisah

Ini sepele sih, tapi ini penting. Kita pasti nggak mau kan kalau kuota yang kita punya habis untuk kepentingan kantor? Nah, kantor pun juga biasanya nggak mau rugi. Nggak mau kuotanya habis hanya untuk kita LIVE video instagram pribadi misalnya. Wk.
Tapi kita juga kudu tahu diri. Pakai kuota kantor dengan bijak, yes. Ya kali kita colong-colong kuota (login akun sendiri di gadget kantor) trus pas kuota kantor abis sebelum jatuh tempo, kita mau bilang apa?

Organize File Berkas dengan Rapi

Selain update status tulisan, pasti deh juga upload foto/gambar pendukung. Selalu biasakan bikin folder khusus untuk hal-hal/rubrik/kategori khusus. Jadi kita mudah untuk upload dan share ulang di semua media sosial.
Kalau ada yang minta informasi yang sudah lampau banget, kita nggak bakal scroll terlalu dalam untuk memberikan fast respon kepada pelanggan.
Sebagai admin harus kerja cerdas.

Etika Menjadi Sosok Admin

Hm, sekarang posisikan diri sebagai customer deh. Suka nggak kalau adminnya sombong, low respon, nggak ramah, nggak suka memberi informasi lengkap, dan hal menjengkelkan lainnya?
“Lah, di akun pribadiku aja nggak pernah aku ladenin hal-hal yang nggak penting remeh temeh begitu. Udah, nggak usah direspon,” Memang untuk hal-hal tertentu kita boleh untuk mengabaikan respon customer. Tapi yang perlu kita sadari betul adalah…
Ketika kita siap menjadi Admin di sebuah kantor perusahaan, instansi, atau komunitas, artinya kita harus melayani mereka dengan sepenuh hati. Kalau nggak bisa… belajar menjadi ramah atau tinggalkan pekerjaan ini.
Selesai.

Dimarahin atau Dihujat?

Selama kita post hal baik, positif, tidak memicu sebuah pertengkaran, netral, bisa memberi solusi, dan ramah, itu sudah cukup untuk menyenangkan hati. Respon PRO dan KONTRA itu sangat lumrah. Justru mungkin, di sinilah kita mengumpulkan pahala menenangkan dan menyenangkan hati orang.
Jika memang ada hal yang serius, selalu komunikasikan dengan tim atau atasan, ya. Supaya kita sebagai admin bisa menjawab dengan tepat, tenang, dan tanpa menimbulkan masalah baru.
Jadi, siap menjadi Admin?
Sumber Gambar: Freepik | Dokumen pribadi

 

933 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

BACA JUGA

10 Comments

  1. Makasih kak, bagus sekali informasinya…

  2. andrie says:

    tapi terkadang kalo pake tablet itu banyak aplikasi aplikasi yang gak kompatibel, jadi susah gitu… ak juga pake tab samsung, udah lama, tapi juga pake hape lain supaya kalo download aplikasi aplikasi tertentu yang gak kompatibel di tab bisa di downlaod di hape satunya si

  3. Saya lebih sering pegang medsos organisasi. Etika dan menghadapi hujatan menjadi pelajaran tersendiri bagi saya. Memang sebagai admin harus berada di posisi netral dan jangan bertindak gegabah

    1. Betul, aku juga setuju banget. Kita harus paham, bahwa kita harus di posisi netral. 🙂

  4. Jadi admin media sosial itu godaannya banyak. Swear! Hehehehe 😀

    1. Nah… kadang juga kita kebawa nafsu buat 'surfing' pakai medsos kantor. Lah, iklannya muncul weh… kan pengen lihat hahaa

  5. Anisa Ae says:

    Di kantor penerbitanku juga ada adminnya, aku kasih pasang wifi. 😀

    1. Kalau di kantor ada wifi, pakai wifi.Tapi kalau nggak lagi di kantor ya tetap pakai kuota. 😀

  6. Ahmad Santoso says:

    biasanya kan kalau di kantor ada wifinya mbk, ngapain pakai kuota hahaha.

    1. Kalau masih di ruangan kantor, pakai wifi jelas. Tapi kalau nggak lagi di kantor dan tugas online itu kadang nggak kenal waktu, yaaaa tetap pakai kuota kaaan….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.