Buku REVIEW

Mewarnai, Yuk!


Mari kita kembali jadi anak kecil suka banget dengan dunia yang penuh warna. Bukan hanya mejikuhibiniu aja. Tapi jutaan kombinasi warna bisa kita imajinasikan. Menuangkan warna dalam bentuk objek yang berpola, abstrak, atau apapun deh!

Ekspresikan… Imajinasikan…

Coloring Book for Adults

Buku mewarnai untuk dewasa. Sebenernya siapa aja bisa sih, nggak hanya orang dewasa aja. Anak ABG, remaja, anak-anak alay juga boleh mewarnai buku ini. Bahaha, anak alay. Perbedaannya, buku mewarnai ini ruang kosongnya lebih sempit, detail, dan rumit daripada buku mewarnai anak TK/SD. Banyak ruang yang sangat rasanya tuh narik-narik jari ini buat diwarnain. Sungguh menantang!
Coloring Book for Adults di toko buku

Mungkin ada yang nggak tertarik dengan dunia menggambar. Alasannya, “Nggak bisa gambar, nih.” Tapi khusus untuk mewarnai, pasti semua orang bisa. Meski nggak punya dasar ilmu kombinasi dan menggradasikan warna, padu padan warna, atau apalah itu teori-teorinya, semua orang pasti bisa sekedar memberi warna rambut itu hitam.

Ya kan?
Siapapun bisa mewarnai.

Aku Mimpi Beli Pensil 105 Warna

Sejak aku tahu ada buku mewarnai yang menarik ini, aku ngidam dan nabung buat belinya. Iyalah, secara harganya 50 ribu ke atas hanya untuk buku mewarnai. Kertasnya memang tebel sih. Dan objek gambar juga melimpah. Jadi ya… berbulan-bulan masih gigit jari aja sambil nahan keinginan.Sampai suatu ketika temen Facebook pamerin beberapa gambarnya. Aduhai.. aku makin mupeng. Padahal aku sempat lupa sama keinginan untuk punya buku ini.

Di jaman Mbah Google ini, aku coba iseng search di Google Coloring Book for Adults, menuju tab Image. Walaaa.. banyak sekali yang bisa kita comot sesuka hati, saudara-saudara sekalian setanah air sebumi segalaxi sujagat raya merdeka ini! Nggak enaknya, kertasnya tipis dan hasil cetak nggak sebagus, setebal, dan seberkualitas buku aslinya.

Contoh gambar yang bisa dicomot dari Google.
Banyak contoh gambar yang bisa kita comot sepuasnya.

 

Malam itu juga aku langsung tulis status di BBM, “Siapa tahu harga Pensil Warna dan pensil warna apa yang bagus?” Banyak yang nyaranin Faber Castell. *Bukan lagi ngendors. Besoknya aku bongkar kamar adekku, nemuin alat warna yang begitu melimpah. Ada spidol Snowman, Crayon Titi 48 + 12 warna, dan pensil 12 warna juga! Belum diraut lagi! Jadi buat apa adekku beli kalau akhirnya nggak dipakai? Ya, merknya nggak terkenal. Dan warnanya pun nggak jelas. Warna merahnya 2. Sama aja warnanya. Aku nggak punya ungu dan putih. Lagian puih buat apa ya?
Malamnya aku kebawa mimpi. Aku memang alaynya kelewat batas. Cuma pengen mewarnai aja sampai kebawa mimpi, beli 105 warna dengan harga 10.000 aja! Merknya nggak tahu merk apa. Aku bisa menjajarkan pensil warna itu panjaaaaang sekali saking banyaknya, 105 warna men! Langsung aku update status lagi besoknya, kali ini di Facebook. Aku memang anak sosmed banget. Dan jawabannya sungguh luar biasa.

Curhat di Sosmed
Aku memang anak sosmed. Ngarep ada yang beliin hanya karena bikin status begini.

 

Iya, kalian nggak salah baca. Salah satu teman Facebookku menjawab dia bercita-cita jadi Hokage dan aku disuruh masuk TK lagi. Positif, nggak ada yang mau beliin aku pensil warna bagus. Artinya aku harus beli sendiri.
Saking kepengennya aku sama buku ini, aku yang belum sempat ngeprint hasil search Facebook, aku coba cari objek yang punya ruang kosong buat aku warnain. Ketemu! Buku kurikulum SMA-nya adekku dan surat edaran RW. Aku warnain… stampelnya.
Mewarnai ruang kosong slogan di buku kurikulum SMA milik adikku.
Mewarnai ruang kosong slogan di buku kurikulum SMA milik adikku.

 

Mewarnai stampel edararan RW.
Ini objek paling greget

 

Besoknya aku belum bisa beli. Aku nge-print di kantor pakai kertas A4. Aku pilih 3 gambar yang menurutku menantang dan menarik. Maka inilah persiapan atau latihanku.

Setelah nge-print, dan geledah kamar adik, nemu alat warna banyak.
Setelah nge-print, dan geledah kamar adik, nemu alat warna banyak.

Tapi akhirnya beberapa hari kemudian aku beli dong! Abis nyisihin uang, aku beli salah satu jenis buku mewarnai. Judulnya My Own World Jilid 2. Sekaligus aku beli pensil warnanya dong! Bukunya beli di Gramedia, pensil warnanya beli di toko alat tulis lain. Karena harganya terpaut 40 ribu!

My Own World Jilid 2
Salah satu buku Mewarnai
untuk dewasa yang kupunya

 

Buku Coloring Book for Adults: Rp. 73.000-,
Pensil Warna Faber Castell Classic 36 Warna: Rp. 66.000-, di Senyum Media (Toko alat tulis paling terlaris dan berkualitas, di Gramedia Rp. 105.000-,)
Dapatkan di bagian rak HOBI
Lokasi: Jember – Jawa Timur
Aku langsung mewarnai dooong! Cuuuss! Sampai covernya juga aku warnain saking antusiasnya. Aku juga ikut komunitas @tabrak_warna dan follow beberapa akun yang suka regram hasil mewarnai yang aduhai syanteknya di @coloring_secrets,  @coloring_life dan lainnya.
Pensil Warna Faber Castell Classic
Pensil Warna Faber Castell Classic

 

Nah, sedangkan hasilku sendiri sudah ada beberapa. Ini diaaa….
Coloring Book for Adults

 

Coloring Book for Adults

 

Coloring Book for Adults

 

Coloring Book for Adults

 

Coloring Book for Adults
Beberapa hasil mewarnai

 

Mewarnai Sebagai Terapi Anti Stress

Kenapa bisa jadi anti stress ya? Awalnya aku nggak bisa nangkap kegunaan ini. Tapi setelah mencobanya, ternyata… memang enjoy dan serasa lupa dengan masalah, galau, atau apapun itu deh. Kita kembali menjadi… anak kecil yang ingin sekali memenuhi ruang kosong dengan warna-warna.
Nggak peduli hasil akhirnya nggak sesuai eksptasi.
Nggak peduli warnanya kurang tajam.
Nggak peduli perpaduan warnanya nggak nyambung.
Nggak peduli warnanya tabrakan.
Nggak peduli terlalu dominan biru atau warna lain.
Nggak peduli juga semua objek full hanya satu warna.
Atau nggak peduli kulit manusia diwarnai hijau.
Nggak peduli….
Semua hasil akhir adalah indah. 
— Vindy Putri for imagine
Satu hal, ketika semua warna terisi penuh, sensasinya sungguh luar biasa puas! Iya puas! Aku terpuaskan oleh warna-warna yang syantek banget! Seolah-olah beban yang mengganjal di dalam dada itu lepas dengan sendirinya.

Mewarnai Sebagai Terapi Kesabaran

Ini yang mungkin paling terlihat. Lihat banyak ruang kecil yang kosong, kesannya ribet banget! Iya, memang. Warnai dengan telaten, pelan, santai dan lakukan sepenuh hati. Sabar untuk selesaiin satu-persatu hingga penuh. Lakukan nggak pakai asal-asalan, usahakan nggak keluar garis. Kalau pensilnya tumpul, rautkan. Ini bisa jadi obat bagi mereka yang emosian dan tidak sabaran seperti aku. Hahahaa. Lakukan semuanya dengan baik boleh terstruktur, boleh lompat-lompat. Bebas!

Mewarnai Menjadi Pengisi Waktu yang Menyenangkan

Lagi nggak ada kerjaan? Banyak waktu kosong? Coba ambil alat waramu, warnai gambar penuh ruang kosong itu. Dan… waktumu akan terasa begitu cepet banget. Malah rasanya kurang. Serius! Tidak perlu memaksa diri untuk satu objek jadi sekali duduk. Simpan jika sudah lelah, lanjutkan besok lagi.

Kendala Mewarnai

Kaya apaan aja ya, pakai kendala saat mewarnai. Tapi tetep ada sih, mungkin rasa malas, bosan, pengen berhenti di tengah jalan, bahkan kendala lain seperti…. kucing yang pengen ikut mewarnai. Gimana bisa aku mewarnai kalau dia naik di atas buku mewarnai dan gigit-gigit pensilnya.

Jelas lah aku langsung… uyel-uyel gemes, ciumin, peyuk-peyuk, main sama dia. Nggak jadi mewarnain. Kucing tetap yang nomor 1 pengalih dunia terampuh bagiku. Waks.

 

Kendala mewarnai
Puspus gangguin aku mewarnai

 

Jadi tunggu apa lagi?
Siapkan alat tempur warnamu…
Warnai duniamu!

 

17,870 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

BACA JUGA

26 Comments

  1. Farni Nur Amalia says:

    aku jg sama suka mewarnai, dan itu seru. ohiya, salah satu tips ya.. mensiasati beli buku mewarnai yg harganya mayan tuh, aku beli buku sketch book dan print gambar-gambar dari mbah gugle. lumayan mirip kertasnya sama buku yg udah jd. sketch book lebih tebal jd ga tembus atau rusak klo di arsir.

  2. wah keren banget… sumpeh…. #nunggingternyata mewarnai bisa jadi terapi juga yah?Baru tahu saya….

  3. Aku setuu banget tuh kalo mewarnai sebagai terapi kesabaran. Jadi sadar akan proses berkreatifitas, dan tentunya tiap habismewarnai, akuserasa punya ide cling gitu.

  4. aku juga lagi suka banget mewarnai nih, satu buku masih belum abis…btw, itu harga pensil warnanya kok bisa jauh banget bedanyaa? nitiip :)))

  5. Wiih keren ya …Btw: beli 105 warna dengan harga 10.000 aja .. hihi saya juga mau kalo ada 😀

  6. Febrian Rahman says:

    ternyata pembedaan umur skrg bertambah ya mbak.. ada yang abg terus remaja yg paling baru si anak alay. ckcknah kendala dalam mewarnai itu kayaknya bener banget dah haha (ketauan deh). tapi kalau hasil warnaan kita selesai. senengnya juga bukan main xixi

  7. keren, kemarin pas ke tokbuk sih udah beberapa kali dipegang tapi disimpenn lagi haha karena ga terlalu mahir mewarnai dan mwmadukan warna, tapi liat ini jadi pengen

  8. Keren… saya ragu2 mau beli, soalny ga jago padu padan warna… tp klo ada yg ngasih sih ya mau bgt hihihi…

  9. kyaa udah lama banget belum pernah bersentuhan lagi sama pensil dan peralatan tempur lainnya XDpadahal suka banget ngegambar, dan kalau mewarnai buku yang seperti itu harus beli pensil warna yang mahal kali ya biar hasilnya memuaskan 🙂

  10. ita-cita jadi hokage :'D sungguh cita2 yang mulia hahaha

  11. Ayun Qee says:

    Nunggu diskonan Toga Mas mau beli buku mewarnai. 😀

  12. Rizki Ramdhani says:

    Kalau kucingnya pingin ikut mewarnai ajarin juga dong kak, siapa tau berbakat kucingnya :3Jadi beneran ya bisa menghilangkan stress dengan mewarnai, bukunya mahal juga ya bisa lebih dari 50ribu. Cari yang versi bajakan ah..

  13. Ginty Intan Mawarti says:

    Out of topic dulu ya..Jadi ini penulis buku "Hasrat Terdalam" ? :DWah, anak blogger energy juga ternyata.. 😀 Salam kenal ya.. :)Back to topic..Aku juga lagi seneng-senengnya mewarnai.. Tapi belum bisa beli bukunya.. Jadi ya gitu, nyari di internet trus di print sendiri pake kertas yang agak tebelan.. heheheAda juga kan aplikasinya buat smartphone.. Kalo ngak salah tu nananya colorfly app..Bisa ngilangin stres.. Oh ya, kalo akunya gabung di IG-nya @ekspresiwarna.. Coba liat deh.. 🙂

  14. Slemut ESWR says:

    gue bisa gambar, tapi kalo gue warnain, jadi jelek.. :oaku kembali 😀

  15. Nenna Massara Sulistya says:

    eh suka coloring yaa, sama dums >.< kalo aku lebih suka nggegambaer juga seperti doodles >.< btw itu buku beli dimana dan peralatannya lengkap juga beli dimana say ? >.< aku jadi pengen coloring lagi yg versi manualnya

  16. Fitrotul Aini says:

    Waaaahhhhhh samaaaaa……aku juga lagi kena virus demam mewarnai niihh…dan peralatan tempur kita sama juga! Buku MOW 2 dan pensil warna 36 warna.Iiihh gambar yang diwarnai udah banyak yaa…aku masih baru dapet 2 biji… *hiks*Setelah ini, yuks sebarkan virus mewarna. heheheeee….

  17. Wah dulu gue jago mewarnai sih di TK, pernah dapet runner up sama juara pertama.. tapi dulu waktu TK :))pas SD suka beli gambar di penjual mainan terus kita disuruh warnai terus dikembaliin lagi buat dinilai sama penjual mainannya…hehehe, sekrang udah jarang mewarnai. Lagi coba-coba buat doodle hehehe

  18. angkisland says:

    wah kece banget mbak jadi pengen mewarnai hehe… pus"nya lucu kapan yax bsa ketemu si empus hehe

  19. Ngakak baca komenan'a. Ada yang mau jadi hokage :vKeren-keren hasilnya, apalagi yang 1 Love Mom

  20. keren keren bgt art nya… 🙂

  21. Aziz Rubangi says:

    Cita-cita yang mulia HOKAGENtaap, barusan aku udah langsung follow IG tabrak warna.

  22. Segitunya dampak mewarnai. 😀

  23. mewarnai untukdewasa jadinya keren2 ya aku jadinya pingin nyoba

  24. diah alsa says:

    Ini lagi happening banget ya Mbak.. aiihh tapi saya cepet bosanan klo lakukan hal yg detail kayak gtu.. tp nanti kapan2 mau coba jg aah,sukaaa lihat hasil warna Mbak Vindy 🙂

  25. Rach Alida Bahaweres says:

    Aku punya bukunya nih. Sampe tiga buah. Mau nulis tetang buku mewarnai eeh lupa melulu. Jadi semangat menulis tentang buku mewarnai 🙂

  26. Asep Dani says:

    Like This

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.