Inspiratif OPINIKU

Pernah Dengar Neuropati Diabetik?


Pas hamil bulan-bulan akhir aku suka banget makan manis. Meski katanya makan manis itu beresiko bikin bayi besar di dalam kandungan, tapi gimana dong. Bawaan bayi kali ya? Tapi syukurlah ada suami yang protect banget dengan pola makanku selama hamil. Jadi meski banyak makan manis, makan beratnya masih sehat.

Mas suami obsesi banget memang menerapkan pola hidup yang sehat. Karena sekarang ini kan semua itu nggak lepas dari pola hidup yang nggak sehat. Perkembangan zaman nuntut untuk semua serba instan. Apalagi zamannya 4.0. Semua kudu cepeeet. Fast food jadi pilihan, makanan kaleng, makanan pinggir jalan yang semakin menggerus eksistensi makanan sehat jadi semakin diminati.

Apalagi pekerja kantoran. Mau berangkat ga sempet masak, masak mie instan aja deh. Waktu istirahat sempit, beli delivery makanan di luar, pulang capek mau bikin-bikin, beli atau makan makanan kemasan. Ya, kan? Padahal jangka panjang kalau begitu yaaa… nggak ngerti juga gimana.

Salah satu penyakit yang menjadi momok bagi era modern sekarang ini adalah diabetes. Huhu. Diabetes sendiri adalah penyakit dengan kelebihan kadar gula tinggi. Anak muda bisa kena loh. Karena penyakit ini bisa diderita oleh segala usia. Dan biasanya penyakit ini bisa memicu penyakit lain. Kok bisa gitu, ya? Rata-rata gandengannya sama penyakit jantung. Naudzubillah… jangan sampe…

Trus ada lagi nih, penyakit yang biasa dibarengi sama diabetes. Namanya Penyakit Neuropati Diabetik. Penyakit neuropati diabetik ini dipicu dari penyakit diabetes itu sendiri. Neuropati adalah penyakit yang kita kenal sebagai penyakit yang menyerang sistem syaraf. Salah satu penyakit berbahaya yang sangat merugikan bagi si penderita. Penyakit ini hampir sama seperti diabetes yang memiliki gejala luka yang tak kunjung sembuh, telapak kaki terasa panas, dan sering buang air kecil.

Ini juga kutakuti, mengingat aku sendiri juga ada sakit vertigo, masih berhubungan dengan syaraf. Penyakit neuropati diabetik ini terjadi karena adanya kelebihan kadar gula pada system tubuh si penderita. Penyakit yang sekilas sama seperti penyakit diabetes ini lebih banyak menyerang tungkai kaki penderita. Penyakit neuropati diabetik ini menyerang system syaraf dan peredaran darah dari penderitanya. Ngeri ya…

Rasa nyeri dan kesemutan jangka panjang akan dirasakan oleh penderita dari penyakit ini. Nah, jadi sekarang jangan remehin kesemutan. Artinya peredaran darah kita kudu lancar.

Selain tungkai kaki, penyakit ini juga menyerang system pencernaan pada penderitanya. Jantung pun juga sangat beresiko terhadap penyakit ini. kenaikan kadar gula darah pada si penderita merupakan alasan utama komplikasi pada penyakit ini bisa terjadi. Dalam kasus ringan penyakit ini memiliki gelaja yang tidak terlalu berat, seperti hanya kesemutan atau mati rasa selama beberapa saat pada tungkai kaki.

Selain kesemutan detak jantung juga akan meningkat. Meningkatnya detak jantung penderita akan mempengaruhi aktivitas dan kualitas hidup bagi si penderita. Penyakit ini tidak dapat disembuhkan. Huhu! Penyakit neuropati diabetik dapat ditangani dengan pengobatan dan terapi dari pihak dokter atau perawat yang telah berpengalaman. Penyakit ini merupakan akibat dari penyakit diabetes biasa yang tidak tertangani dengan baik.

Seorang penderita diabetes harus mengikuti pola hidup sehat dan olahraga yang teratur untuk menjaga kadar gula tetap normal. Penderita diabetes memiliki beberapa larangan makanan yang tidak boleh dikonsumsi. Sekarang makan enak mulu, besok nggak bisa lagi. Apabila si penderita melanggar pantangan makan kadar gula yang tinggi dapat memicu munculnya penyakit neuropati diabetik. Selain itu resiko gagal jantung juga semakin besar.

Penyakit neuropati diabetik memerlukan waktu beberapa tahun untuk memunculkan gejala. Penyakit ini harus diwaspadai dengan melakukan kontrol kadar gula secara teratur. Gejala yang tidak serta merta muncul inilah yang membuat penyakit neuropati diabetik terlambat ditangani. Kondisi yang sudah parah akan menyebabkan banyak fungsi organ tubuh tidak bekerja sebagai mana mestinya. Kondisi tubuh yang tidak disadari penderita membuat resiko penyakit ini semakin besar.

Penyakit ini memiliki gejala umum yang hampir semua lapisan masyarakat merasakannya, selain kesemutan dan nyeri pada penderita yang sudah pada tahap kronis kesehatan pada pencernaan juga akan terganggu. Yang paling sering dirasakan adalah mual, muntah, diare dan sembelit. Gangguan pada pencernaan menjadi lebih sering terjadi pada penderita penyakit ini. selain itu kondisi kandung kemih yang bermasalah juga membuat intensitas buang air kecil si penderita menjadi terganggu. Penderita akan menjadi lebih sering buang air kecil hingga menyebabkan dehidrasi atau berkurangnya cairan tubuh. Penyakit ini harus lebih diwaspadai karena penyakit ini juga merupakan pemicu dari banyak penyakit lain.

 

Yuk jaga kesehatan… ngeri penyakit itu tuh…

Sumber Gambar Pexel

BACA JUGA

2 Comments

  1. hal baru nih untuk saya, terima kasih infonya

  2. Kok serem ya. Baru tau kalau ada penyakit lain yang diakibatkan oleh diabetes. Sepertinya harus banyak berolahraga dan mempebaiki pola makan. Lebih baik mencegah daripada mengobati kan 🙂

    Terima kasih banyak untuk sharingnya mbak 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.