Film REVIEW

REVIEW Avengers (Infinity War) – Seandainya Avengers Ada di Indonesia?


CATATAN: Tidak ada spoiler (alur cerita) di review ini. Ketika review ini ditulis, film masih diputar di Bioskop.

Masih teringat ending yang bikin melongo. Speechless dan meninggalkan tanya. “LOH KOK GITU?” Film yang isinya buanyak Superhero berantem ngelawan 1 musuh dengan anak buahnya segejibek banyaknya ini durasinya mayan panjang.

Dua setengah jam, gengs.
Aku akan review film ini dari sudut pandang orang yang benar-benar awam, bahkan belum pernah nonton film Avenger dan Superhero lainnya. Sebenernya sih aku pernah nonton, di antaranya:- Spiderman 1, 2, 3 (yang nyaris lupa jalan ceritanya karena saking lawasnya dan masih besutan Sony Pictures)
– Black Phanter (yang alasan terbesar nonton karena Superhero-nya kucing hitam)Baca Juga Review BLACK PANTHER – Kucing Mainan Pedang

 

Bahas Visualnya Dulu

Setelah sebelumnya, WAKANDA FOREVER, langsung jadi film terfavorit karena jalan cerita dan berantemnya yang keren parah, Avengers adalah film kedua dari Marvel yang aku suka. Ya gimana ya… Aku berkali-kali dibuat kagum ketika transformasi dari manusia trus pake jubah kuatnya. Belum lagi action-nya yang kekar, berpower, dan desiiuu desiiiuuu… jurusnya keluar 💪

Baca Juga Review Film THE NUN – Asal Usul Munculnya Valak

– Percikan api di mana-mana,
– Suara gedebuman  menggelegar bikin seisi ruang bioskop menggema,
– Alat-alat canggih dari masing-masing superhero keluar di saat yang tepat, dan
– Efek-efek komputer yang luar biasa diluar nalar.

 

Cuma memang kadang (Aku nontonnya 2D) ada beberapa shoot yang menurutku nggak smooth. Agak bleset ketika kamera gerak dari kanan ke kiri. Niatnya nge-shoot suasana di medan perang. Tapi mukanya jadi peyot bleset-bleset gitu. Semacam garis kasar yang mirip nyubit pipi tapi kepanjangan. Egimana sih? Jadi ngerasa aneh gituloh, ini film ditonton di seluruh negara kayanya, tapi kok kualitasnya begini ya?

Dan bagian perang yang mungkin terlalu ruame buanget kaya semut, detail berantemnya nggak gitu jelas. Cuma emang kelihatan lagi berantem, hak desh! tapi cuma sebatas gerak cepat dan audio gedebukan aja. But, aku menikmatinya. Keren banget ragam serangan dan jurus yang keluar!

Ide Cerita yang Masuk Logika

Jujur memang aku nggak tahu masing-masing Superhero pernah bertarung melawan musuh dengan alasan apa. Di sini semua berkumpul dan bersatu melawan satu musuh. Sebut saja namanya Thanos. Iya, memang nama yang sebenarnya

Tolong aku jangan disambit, Ya Netijen… di Trailer kan sudah ada huhu… ini bukan spoiler 😅

 

Yang kulihat di sini, ada yang dulunya lawan dari salah satu Superhero, kini menjadi kawan lalu bersama-sama meng-anu-anu-kan si Thanos. Aku bahagia banget lihatnya. Mendadak ikut merasa ikut optimis bahwa All iz well. Ya gitu, kalau nonton bioskop kadang aura-aura psikologis yang ingin dituangkan dari film ikut dirasa langsung oleh penonton.

Bagiku yang hampir nggak tahu asal-usul latar belakang dan kekuatan masing-masing Superhero ini, aku cukup bisa mengikuti. Istilah-istilah memang terkesan asing buatku. Tapi Avengers bisa ditonton meski terpisah. Karena ya itu… logis. Jadi aku mudah bongkar pasang kejadian yang terjadi.

 

Dari kesemua Superhero yang muncul di sini, memang ada yang muncul di awal lalu mati atau pergi. Jadi ketika perang besar, mereka nggak ada. Atau juga yang awalnya kukira nih orang bakal jadi pemeran pelengkap doang, ternyata dia justru berperan penting di hari yang penting.

Surprise! Aku suka banget cara Sutradara memainkan peran. Karena banyak kejutan.

Woi, Ngopi, Woi… Ojo Tegang Bae…

Suantai, Bray… ada komedi di sela-sela nonton. Agak sering malah. Jadi aku yang aslinya nggak tertarik Action ginian, jadi mulai ngerasa, film-film Marvels adalah tonton wajib yang seru. Aku nggak pernah tahu cerita Hulk, abis nonton ini jadi pengen kepo-in Hulk. Aku yang nggak tahu kalau ternyata ada Rocket si Rakun yang lucuk (dari Guardian Galaxy) jadi pengen nonton juga yang sama Groot.

Penonton di dalam bioskop ikut ketawa pecah kok pas adegan konyol. Aku yakin temen-temen yang nantinya nonton juga ikutan ketawa.

 

 

Konon, Ini Avengers yang LUAR BIASA

Yang aku baca-baca sih, ini yang dinanti banyak pecinta film Superhero keluaran Marvel karena di sini semua Superhero ‘seolah-olah’ bersatu. Bahkan Spiderman pun ikut di film padahal sebelumnya bukan, yakan? Jangan marahi aku, Ya Netijen… di trailer ada kan?

Yang jadi pertanyaan:

Musuhnya itu sekuat apa sih? Kok sampai semua Superhero ini kudu bersatu? Ono opo???

Lagian loh, Thanos dibilang rasaksa ya nggak juga. Tingginya nggak jauh beda sama Hulk. Dibilang serem wajahnya ya nggak juga. Giginya rapih dan dia gundul. Meski memang aneh antara janggut dan dagu jadi satu.  Dibilang jahat, sebenernya ya enggak juga. Soalnya anu… gimana ya? Si ginuk-ginuk ini bisa nangis. Pokoknya dia masih punya cinta dan kasih sayang kok.

Semua sudah tau, kalau dia kuat hanya karena punya batu akik, Gengs.
Alamakjang!

 

 

Ternyata batu akik bahasa inggrisnya Infinity Stone.
Menurut kamus Avengers, sih
Okesip!
📝

Andai Avengers Ada di Indonesia?
I will call my dady. Buat ngejualin batu akiknya yang bejibun itu. Mana gede-gede pula. Mau Batu Akik apa? Bacan? Kalimaya? Topas? Safir? Zamrud? Kecubung Kalimantan??

Kalau misal Thanos nggak mau semua batu akik di atas maka: CALL YOUR DADDY NOW! Kali aja punya ya kan? Nego cincau boleh lah. Berapa pasnya. Mulai dari warna biru, kuning, hijau, merah, ungu, atau pelangi kaya es krim walls juga pasti ada di Indonesia!

Bonus asah batu akik di rumahku juga boleh, kakakku punya alatnya.

 

Tapi ya gitu, batu akik di Indonesia pas digosok nggak bisa:

– Menjelajah ruang di alam semesta.
– Mengendalikan pikiran orang.
– Memanipulasi waktu.
– Mengatur realita kehidupan.
– Dan menguasai jiwa.
Yang mana kalau pakai batu akik, susah buat jentikin jari.

Seandainya pun ada orang yang mengumpulkan batu akik lalu dipasang di kesepuluh jarinya, mungkin dia mampu:

– Mengendalikan pandangan ke tangan. Udah kaya kerupuk jari yang warna warni.
– Membuat orang kepo dengan benda di tangannya lalu tanya beli di mana, harga berapa, lalu akrablah mereka. Kemudian membentuk sebuah Komunitas Pecinta Batu Akik.
– Memanipulasi waktu menjadikan Indonesia tetap menjadi klasik dengan budaya gosok akik.
– Mengatur hidup orang hanya dengan menentukan kasta berdasarkan seberapa besar dan mahal harga akik. Kemudian bikin sinetron kehidupan dengan judul: Cintaku Nggak Semulus Akik Bacan. Trus scene-nya zoom in lubang hidung Thanos gantian sama batu akiknya yang bersinar.
– Dan mudah menguasai jiwa netijen-netijen dengan penuh kesucian abadi. Kalian semua bersih, aku penuh busa.

 

Musuhnya kan naik Pesawat Donat tuh. (Please lihat trailer. Jangan cubit aku Ya Netijen) Kalau di Indonesia mah Donat dijual murah di sini. Mesisnya bukan yang Meses Ceres soalnya, mahal. Di Indonesia mereka naik Bus Telolet.

Dengan kekuatan suara bel,
semua bakal bergetar sekaligus bergoyang.

Trus, para Avengers kan mampir ke Wakanda tuh, ketemu si Superhero Pus Hitam. Kalau di Avengers ke Indonesia, bukannya teriak: WAKANDA FOREVER! Tapi…

NETIJEN MAHA BENAR!

Ntap bet! 👍

Ini review apaan sih?
Hahaha…

Bagi yang belum nonton, kalian akan bingung kenapa aku banding-bandingin dengan Indonesia. Katanya nggak mau spoiler? Tapi penasaran? Trus aku kudu piye? Aku kasih pilihan ganda deh ya? Ending dari Avengers adalah:

A. Diam-diam ada aktor Orang Indonesia (Keturunan Indonesia)
B. Ada Gatot Kaca nyempil di beberapa frame. Bangga banget dah si Gatot.
C. Ada shoot yang nampilin peta Indonesia
D. Ada iklan RCTI Oke.
E. Thanos hidup di Indonesia yang asri loh jinawi.

Silakan dipilih jawaban yang benar. Lagian, apa yang temen-temen harapin di ending film ini? Yakin sutradaranya ngabulin imajinasimu? Kalau menurutku, di Infinity War ini Sutradaranya lagi main di luar kotak alias lagi out of the box. Alias nggak lagi pengen menuruti maunya inajinasi yang lagi temen-temen pikirin sekarang.

Mungkin setelah film ini berakhir  temen-temen akan kecewa sekaligus semakin penasaran jadi satu.

Baca Juga Review Film Lainnya

By thw way, aku beli tiket cuma bayar Rp 1 aja pakai OVO di Lippo Jember. Tapi ya gitu, antrinya super duper melelahkan. Sejam lebih cuma buat antri beli tiket Avengers ini doang. Kenapa bisa cuma bayar 1 rupiah soalnya lagi ada grand opening apalah itu aku lupa.

Pelajaran yang Bisa Dipetik
Ketika kita menginginkan banyak hal, walaupun itu untuk kebaikan (menurut kita) kita harus menyadari sesuatu. Bahwa kita harus bersiap kehilangan banyak hal juga. Semua memang menginginkan untuk senantiasa bahagia. Tapi… jika ternyata kita harus kalah dan musnah… apa yang harus kita lakukan? Sibuk menyalahkan sesuatu? Atau sibuk mencari solusi?

 

Btw, seandainya Avengers beneran di Indonesia,
apa imajinasimu?


Sumber Gambar Hindustan Times | IGN | IMBD | Indiana Express | Media Stinger | Premiere | Quicky Byte | Slideshow Collectbless | Veracrusdalia 





Buat cewek (cowok juga boleh sih)
Aku lagi ada giveaway kerja sama dengan UTAMA SPICE
berhadiah skincare senilai 450 ribu.
Deadline 9 Mei 2018

2,601 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

BACA JUGA

24 Comments

  1. aku suka endingnya which is nobody likes it, haha ya masa bodo. tapi aku nontonnya bajakan jeung. maklum gabisa ke bioskop. hehe

  2. waaaw nice review kak, kemaren itu hampir aja aku ngga bisa nonton ini filmnya emang ktje sih

  3. Manteb banget film.nya….Akting pemainnya, kostum, effect visual, sound systemnya semuanya jempolan.

  4. kemarin udah nonton ini film, tapi nanggung banget endingnya ini.. jadi harus nunggu part 2 biar gak nanggung.sebelum part 2 tayang di 2019, masih banyak film marvel yang bakal tayang nona vindy, katanya sih penjabaran dari karakter yang bakal muncul di AIW Part2 nanti.intinya AIW yang kemarin nanggung. hehe

  5. lebih suka kerajaan marvel ..

  6. aku suka tokoh si mantis, ceweknya unyu..

  7. Belum sempet nonton, jadi penasaran pengin nonton sebenarnya kyk apa filmnya!

  8. Ayu Nita Dwi Karina says:

    Wkwkwkwk sumpah reviewny bikin ngakak dan terhibur. Kalo penggemar movienya pasti bilang review opooo ikiI? ������

  9. selalu suka film-filmnya marvel, cuma kurang suka ending dari film ini

  10. Kalau diliat dari credit scene, itu adegan terakhir di Filipina, bukan Indonesia. :)Oh ya, selamat menonton film sebelumnya ya, bajakannya ada semua. 😀 Mulai dari Iron Man sampai Guardian of Galaxy vol. 2. 🙂

    1. Iya, ASIA aku yakin.

  11. Adhi Hermawan says:

    Andai Ada,.. aku juga pengen jadi pemerannya…

  12. Aku planning nonton selasa besok. Udh baca bbrp spoiler sih, dan jujur jd sedih krn banyak yg mati. Tp gpp deh ttp nonton. Toh ini film udh lama aku ikutin dr pertama

  13. Dulu aku suka banget sama Power Ranger, setelah gede kenal Superman, Spiderman, dan yang lain, aku mulai suka superhero. Akhirnya aku mulai kenal Marvel dan DC. Nah, emang Infinity War ini jadi ajang perayaan ulang tahun ke-10 (2008-2018) Marvel Cinematic Universe (MCU) dan penutup Phase 3. Emang keren banget. Avenger, GOTG, Dr. Strange, Wakanda, walaupun semuanya ngumpul tapi porsinya emang pas. Gregetan pengen ngomong tentang film tapi aku menghargai yang belum nonton jadi gak mau spoiler di sini xD.Tapi yang pasti emang keren banget, 2,5 jam yang sangat berkesan untuk film yang udah ditunggu-tunggu. Dan untuk endingnya, ah… begitulah 🙁

  14. Film ini lg rame bgt ya, memenuhi timeline sosmesd. Pengen jg nonton tapi… hehe kayaknya kegiatan nonton masih harus nunggu beberapa tahun lg

  15. Victor Martin says:

    Ngakak bgt mbacanya,, itu, thanos suruh ke sulawesi berburu bacan..

  16. Wah mba jadi penasaran pengen nonton juga. Tapi ga tau mau nonton ama siapa hiks.

  17. Khanif says:

    wah wah dari review film nya aja udh keren bgt ini, jadi gak sabar buat nonton filmnya 😀

  18. Hahaha, kok ngakak. Emang banyak yang belum nonton GOTG jadi ada yang bingung. Untung saya nonton keseluruhan, hahaha. Maniak kalau soal marvel :3.

  19. Idih loh jinawi. Itu yg adegan Thanos ya?

  20. Rhoshandhayani KT says:

    huahahaaaku kemarin sore nonton aku nonton avengers yang superman sama guardian the galaxy doang. yang di guardian the galaxy itu si Pak Thanos muncul. Jadi ngerti dikit lah siapa itu si Pak Thanos, tukang sulap toh? :Dbtw aku nonton yang 3D. ya bagus sih. actionnya bagus. efeknya juga oke. Aku ae nganti ngeroso kelilipen terus :Diya sih, endingnya ehem begituaku sama teman-teman menunggu credit title… berharap ada secercah harapan. lalu faktanya, ya masih menyisakan segudang tanda tanya 😀

    1. Ayun Qee says:

      Superman bukan bagian Avangers. Superman itu produknya DC, bukan Marvel. Wkwkwk… (PRODUK)

      1. Superman temenan sama Wonder Woman, Batman, Flash, Cyborg bikin Justice League xD

    2. Pak Thanos tukang sulap sekaligus juragan akik-akik haha!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.