Review GoMassage di Kantor – Auto Cerdikiawan

review-golife-cerdikiawan

Sebagai seorang wanita karir yang baru berkeluarga dan punya baby itu ternyata gak mudah, ya. Sebenarnya dalam otak udah ada to do list untuk hari ini, besok, minggu depan, bulan depan dan seterusnya. Tapi praktiknya nggak selalu mulus. Seringnya improvisasi. Yang harusnya rencana hari ini abis ngantor mampir ke pos mau kirim paket, harus di-cancel karena ternyata kerjaan kantor padet banget. Pulangnya jadi agak ngaret. Anak udah nunggu di daycare kudu dijemput. Hidup jadi agak-agak nggak selow deh jadinya.

Aktivitas saya padat tapi istirahat tidak ditambah.

Mau memanjakan diri saja kudu dikondisikan. Siapa nanti yang jaga baby? Kudu stok ASI Perah berapa kantong? Artinya kudu stok jauh-jauh hari dan ditambah stoknya. Khawatir nanti baby kurang minum. Kudu pulang tepat waktu, nggak bisa mampir-mampir. Nah trus, kerjaan di kantor bagimana? Harus diselesaikan sebelum deadline. Biar tidak buru-buru. Aduh pusing ya…

Sebenarnya sih, saya menikmati ini. Saya tetap happy karena saya beruntung merasakan itu semua meski ada kalanya badan ini capek banget. Pengen refreshing. Sekedar pijit badan yang udah kaku bolelah… tapi mikir keribetan yang harus dilakukan sebelum me time kok malah jadi makin stres duluan, ya?

Trus kepikiran, kayanya bisa deh saya pesen GoMassage lewat aplikasi GoLife untuk pijat. Saya sendiri sih sudah coba 3x. Suami juga sudah coba 3x. Pernah pesenin orang tua 3x juga. Nah kali ini saya akan #ReviewGoLife. Seperti apa sih pelayanan GoLife khususnya Review GoMassage yang pernah saya rasakan.

History pemakaian gomassage

 

Awal Coba GoMassage

Di kotaku Jember, layanan GoMassage ini sebenarnya sudah lama banget bisa digunakan lewat aplikasi GoLife. Tapi saya sendiri seperti belum punya alasan kenapa saya harus pakai jasa pijat lewat aplikasi. Saat mikir begitu, saya masih bisa bebas ke sana ke mari. Belum ada baby. Pijat juga jarang banget.

Sampai di waktu saya lahiran baby pertama hingga umur baby sudah sebulan, banyak yang saranin saya harus pijat. Tapi ya itu tadi… mau keluar rumah masih nggak nyaman karena lagi pemulihan pasca lahiran. Saya juga masih belum punya nyali untuk meninggalkan baby. Orang tua saya sih punya langganan pijat. Tapi saya nggak cocok. Meski begitu saya tetap butuh tukang pijat yang bisa datang ke rumah.

Nah, suatu ketika saya dapat email diskon di bulan Juni 2019 kemarin. Diskon 60% dengan GoPay. Ya seperti jodoh ya, saya butuh dan kebetulan saya dapat informasinya. Ya udah nggak usah mikir lama, saya install GoLife dan login-nya otomatis pakai akun di aplikasi GoJek. Karena saya ada saldo GoPay, nggak pakai ribet langsung bisa dipakai.

review-golife-di-kantor-cerdikiawan2

 

First Impression

NAGIH! Haha… kok nggak dari dulu-dulu aja sih saya melek GoMassage ini. Saat itu saya pakai jasa laki-laki. Jujur saya memang underestimate dengan pijatan perempuan. Karena pengalaman yang sudah-sudah, saya memang nyaris nggak pernah cocok sama terapis pijat perempuan. Entah gimana ya… kurang terasa. Meski badan saya kurus, tapi saya tahan sakit untuk dipijat.

Meski pada saat itu saya pakai jasa laki-laki, tapi beliaunya sopan. Nggak langsung menyentuh kulit saya. Mereka bawa perlengkapan sendiri seperti matras, kain, handuk, lotion & minyak pijat. Karena terapis yang saya pilih laki-laki, beliau pijat saya dengan perantara kain dan busana kecuali tangan dan kaki di bawah dengkul. Tapi saya pastinya sudah izin dengan suami dan di rumah ada suami juga. Semua aman terkendali

Pas setelah saya coba GoMassage dan ternyata nagih, besoknya di rumah rame-rame pijat bareng pakai GoMassage pakai akun GoLife masing-masing. Hehe! Dan akhirnya jadi salah satu pilihan mereka ketika lagi capek dan males ke tukang pijat. Apalagi kalau lagi ada promo. Udah nggak pakai pikir panjang mereka langsung garcep buka aplikasi GoLife-nya. Ini suami lumayan sering sih pakai GoMassage di rumah.

 

 

Di Kantor Bisa Pijat

Saya sudah beberapa kali pijat pakai GoMassage selalu di rumah. Semenjak cuti habis, saya mulai sibuk kerja lagi. Waktu di rumah jadi lebih sedikit. Biasanya di rumah udah nempel sama baby ujung-ujungnya ikut tidur. Mau pesen GoMassage di rumah selalu kelupaan, nggak sempet dan kalau mau di rumah kudu ada yang bisa jagain baby selama dipijit. Naaah new born kan masih sering nangis dan deketan sama maminya, jadi ya masih susah. Muncul ide kalau pijat di kantor kayanya asyik, ya… maka order-lah saya di kantor.

Saya resmi jadi cerdikiawan deh! Hihi… Rasanya #SemuaAdaJalan. Dimudahkan hanya satu aplikasi ini dan bisa saya lakukan di mana pun. Di kantor pun jadi.

Malam itu saya order. Kenapa malam? Karena saya kerjanya dari sore hingga malam. Di sela-sela kerjaan kantor, saya pesen GoMassage, nyobain layanan baru Express Massage. Durasinya 30 menit saja dan hanya 35 ribu. Pijatnya sambil duduk dengan busana di daerah pundak, kepala, lengan, dan leher. Ini titik-titik yang cocok buat para pekerja kantoran yang sibuk di depan komputer banget deh! Apalagi bagi kita yang nggak bisa ninggalin kantor lama-lama. Pilihan 30 menit itu udah sesuai.

cara-pesan-go-massagecara-pesan-go-massage2

 

review-golife-di-kantor-cerdikiawan3

review-golife-di-kantor-cerdikiawan7review-golife-di-kantor-cerdikiawan3review-golife-di-kantor-cerdikiawan4

 

Profesinonal

Selama berkali-kali saya coba GoMassage, saya bertemu dengan berbagai terapis. Dari yang memang bekerja sebagai tukang pijat panggilan, anak kuliah hingga anak yang masih sekolah nyambi kerja pijat juga pernah. Tapi herannya saya kok mereka bisa enak-enak begini mijatya. Saya yang awalnya underestimate dengan terapis perempuan jadi terpatahkan. Eh ndilalah selalu cocok sama terapis pijat di GoMassage. Saya sengaja pakai random ketika memilih preferensi penyedia jasa. Nggak pakai fitur favorit. Jadi saya selalu dapat orang yang berbeda-beda. Tapi enak pijatnya nyaris sama.

Ternyata memang mereka semua ini ada pelatihannya jadj semacam rekrutmen gitu. Mereka harus mahir dulu baru bisa resmi menerima orderan. Karena ini memang sudah bisa dikatakan ladang penghasilan untuk mereka yang punya keahlian ini. Ini kabar baik untuk taraf hidup yang lebih baik.

 

Anti Sexual Harassement

Dilema ketika pakai jasa dari orang yang kita nggak kenal sebelumnya memang rawan sih. Tapi untuk penyedia jasa lewat GoLife ini ada sikap antisipatif pra kejadian, pada saat kejadian dan pasca kejadian untuk seluruh mitra. Dari sisi mereka juga dibekali ilmu tentang pertahanan diri, menyediakan emergency panic button.

review-golife-di-kantor-cerdikiawan-sexual-harrassment.jpg

 

Kelebihan GoMassage

Praktis dalam banyak hal. Pembayaran bisa tunai dan via GoPay. Top up-nya juga gampang. Saya sih biasanya top up pakai OneKlik. Simple. Dan kita bayar sesuai dengan yang tertera di aplikasi. Nggak bakal ada rasa sungkan-sungkanan lagi deh. Jujur saja, salah satu alasan saya malas pakai panggilan langsung adalah saya ini nggak enakan orangnya. Suka mudah iba dan nggak bisa nolak. Bingung menerka harus dibayar berapa. Takut nggak sesuai dengan keinginannya.

Kesukaan saya pakai GoMassage adalah bisa lebih hemat karena pakai diskon, hehe… Mau refresh badan dengan harga terjangkau kan jadi makin enteng di pikiran juga. Lepas pijat nggak pusing lagi mikirin dompet tipis.

 

Kekurangannya GoMassage

Terkadang terapisnya sesuai aplikasi banget. Menitnya habis ya mereka berhenti. Pernah saya satu lengan nggak kepijat karena jatah timer-nya sudah habis. Selain itu kekurangannya adalah jika kita ambil random (tidak favorit) yang datang yaaa nggak selalu jago atau enak pijitannya. Rejeki-rejekian lah istilahnya.

Trus juga terkadang masing-masing terapis punya minyak/lotion yang berbeda-beda. Ada yang cocok wanginya, ada yang nggak cocok juga terlalu menyengat. Ada juga yang terlalu berminyak. Mungkin harusnya ditanya dulu sih, mau pakai minyak atau lotion dan cocok atau tidak wanginya.

Entah juga aplikasinya memang sistemnya begini atau nggak, kadang dapat terapis yang titik lokasinya jauh sekali. Saya jadi kasihan kadang. Kalau saya sih mau menunggu, tapi mereka seringnya minta cancel karena terlalu jauh. Ini sering terjadi ketika saya pilih terapis perempuan.

review-golife-di-kantor-cerdikiawan5.jpg

 

Kebiasaan Saat Pakai GoMassage

Saya termasuk yang suka ngobrol sesekali dengan terapisnya. Tapi nggak begitu suka kalau banyak bicara juga. Seperlunya saja, basa-basi gitu. Kalau diem bae yaaaa bosen juga ya. Langsung nyanyi lagu Jamrud deh… 30 menit… kita di sini… tanpa suara…. Hehe…

Siapa yang juga begitu?

Tapi kita kudu tahu nih etika ketika bersama mereka, pelaku jasa seperti GoMassage yang ibaratnya hanya ‘kau dan aku’ dalam waktu yang nggak sebentar juga. Yuk simak etika dalam bercengrama bersama penyedia jasa GoMassage:

 

Ngobrol seperlunya. Memang rasanya kalau diem saja jadi kikuk dan canggung ya. Biasanya kita atau terapisnya ngajak omong duluan. Tapi alangkah baiknya jika kita ngobrol tidak terlampau jauh bertanya kehidupan pribadinya atau membeberkan kehidupan pribadi kita sendiri.

Tidak membanding-bandingkan dengan terapis satu dan lainnya. Misal nih, kita kebetulan kurang beruntung dan dapat terapis yang kurang enak. Lalu dicela di depan terapis yang sekarang sedang mijat kita. Jatuhnya nyinyir atau ghibahin orang. Kalau seandainya mereka saling kenal kan nggak pantas ya membuka aib kawannya.

Gunakan bahasa indonesia/bahasa yang sopan. Meski GoMassage ini sudah masuk ke daerah-daerah, memang paling akrab kalau ngobrolnya pakai bahasa daerah dan prokem. Jadi lebih ‘intim’ gitu kan, ya. Tapi bagi yang baru pertama kali kenal, sebaiknya cari aman ngobrol pakai bahasa Indonesia dulu. Lebih sopan. Perkara di tengah ngobrol keluar dialek asli, nggak masalah.

Tidak membahas SARA. Ini penting sih. Sudah nggak perlu dipertanyakan lagi kesensitivitas rakyat Indonesia tentang issue SARA. Kita nggak perlu tahu lah apa hal pribadi SARA terapis atau customer secara detail. Salah-salah kita bisa menyinggung perasaannya. Jadi nggak ikhlas nanti timbal baliknya. Terapisnya nggak niat mijat, kitanya juga males jadinya. Nanti 30 menit bener-bener tanpa suara dong. Iya kalau cuma 30 menit, kalau 2 jam?

Tidak perlu diajak berdebat. Misal nih keceplosan bahas sensitif. Yaudah sih, jangan diajak berdebat. Secepatnya kita diam saja jangan teruskan. Lebih bagus kalau minta maaf jika kurang berkenan.

Ucapkan terima kasih. Setelah kelar semua, kita sebagai customer wajib berterima kasih. Kita memang bayar mereka dan mereka butuh uang dari pekerjaan ini. Tapi kita butuh jasa dia kan? Butuh energi dia untuk melepaskan pegal di badan. Timbal balik ini sama-sama take and give. So, please say thank you.

Ungkapkan jika kurang atau kurangi tekanan. Sangat boleh loh jika kritik mereka untuk perbaiki tekanan pijat. Ucapkan dengan sopan. Nggak jarang juga mereka mengkomunikasikan apakah tekanan sudah cukup. Dan berani tegur jika kurang nyaman. Itu hak kita dan mereka perlu untuk tahu demi kualitas mereka sendiri.

Berikan rating yang sesuai. Jangan iseng ya. Please, mereka bekerja sungguh-sungguh. Jangan sampai ada drama seperti yang sudah-sudah. “Mbak sih udah enak banget pijitnya, tapi semua ini tidak ada yang sempurna. Jadi bintang 2 saja ya…” Bayangkan itu di posisi kita?

Cerita pengalaman. Ngobrol asyik memang paling mudah ya angkat pengalaman masing-masing selama menjadi terapis pijat atau bekerja sesuai dengan profesi kita. Mereka juga ingin loh nambah wawasan. Seperti kita yang selalu kepo dengan pribadi orang, hehe. Asal nggak masuk terlalu dalam aja sih.

Sharing ilmu pijat. Ini juga bisa banget. Kita yang nggak paham ilmu-ilmu pijat bisa bertanya jika sakit di daerah tertentu bagaimana treatment mandiri yang bisa dilakukan. Saling tukar ilmu makin baik. Kitanya pandai teknologi, ya boleh lah ajari mereka cara sederhana backup data yang simpel via handphone misalnya.

 

Nah, kalau temen-temen sendiri gimana nih? Sudah pernah atau sering kah pakai jasa GoMassage via GoLife? Gimana pengalaman kalian? Share ya… 

 

Sumber Gambar & Ilustrasi Grafis
Dokumen Pribadi
Sumber Data
https://www.idntimes.com/life/inspiration/go-life/lakukan-me-time-csc/full
https://inet.detik.com/cyberlife/d-4459335/go-life-kutuk-kekerasan-seksual-terhadap-mitra
https://id.techinasia.com/alasan-pemisahan-aplikasi-go-life-dari-go-jek

GO-LIFE Membantu Kehidupan Perempuan Masa Kini


https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190327205900-284-381295/perempuan-kian-digdaya-dengan-go-life

163 total views, 4 views today

3 thoughts on “Review GoMassage di Kantor – Auto Cerdikiawan

  1. Istilah cerdikiawan lucu juga ya Vin btw emang bener kl udh moms, mau me time, mesti banyak yg dipertimbangkan. Jd go massage ini solusi banget lah. Kl aku baru coba sekali, suami 3x. Cenderung suka favoritin sih, soalnya pas kondisi capek banget, ga mau coba2, wkwk. Etapi, kl pas jamnya abis, tp ada tangan blm kepijet, aku baru tau Vin. Sejauh ini, aku pas. Nambah dikit malah biasanya.

  2. Gila lu mah ibu-ibu yang in banget ya mbak. Gw aja yang bapak-bapak belom pernah nyobain, wkwkwk

    Padahal kan praktis, tinggal pencet ntar dateng. Ini malah gw sukanya repot-repot cari orang yang mau mijit gw.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.