Menjadi Seorang Desainer Grafis

Thursday, 9 April 2015

Menjadi Seorang Desainer Grafis

Hai Blogiest!
Bagaimana kabar hari ini?
Wah, minggu ini aku sibuk banget deh. Mulai dari sibuk menjadi penjaga tiket masuk pertandingan basket se-Jember, aku juga sibuk cari inspirasi untuk menulis novel selanjutnya. Belum lagi job di kantor sebagai desain grafis. Dua hari terberat di awal minggu ini adalah aku harus membuat ilustrasi peristiwa penembakan antara polisi dan pencuri mobil. Kemudian aku aku mengilustrasi karikatur sindiran dari pejabat daerah Jember yang masuk penjara. Apa aku harus menunjukkan hasil kerja keras itu? Baiklah, ini dia dua ilustrasi yang paling susah menurutku.

Peristiwa Penembakan Maling Mobil
Peristiwa Penembakan Maling Mobil dipasang pada Koran Harian Radar Jember 31 Maret 2015
Karikatur Pejabat Masuk Sel
Karikatur Pejabat Masuk Sel dipasang pada Koran Harian Radar Jember 1 April 2015

Desain tersebut masih jauh dari kata bagus dan sempurna. masih banyak kekurangan seperti pewarnaan shading yang biasa saja menurutku. Bekerja di sebuah koran harian sebagai desain grafis meupakan tantangan yang mengasyikan.

Aku suka desain karena hobi. Bekerja sesuai hobi itu adalah sebuah anugrah. Tetapi siapa bilang bekerja sesuai hobi selalu berjalan mulus? Jawabannya adalah sama sekali tidak. Fakta bahwa mendesain sebuah ide atau gagasan yang dikonsep bukan dari imajinasi alami pendesain itu adalah sebuah beban. Ya, beban. Karena kami para pendesain harus membuat desain sesuai dengan keinginan/ konsep orang lain. Bagaimana menyatukan keinginan dengan kemampuan skill pendesain. 

Nah, kali ini aku akan berbagi ilmu nih tentang dunia desain yang berkonsep. Bagaimana menumbuhkan ide yang liar saat deadline sempit, tertekan hingga akhirnya artblock melanda. Hari Sabtu, 4 April 2015, aku mengikuti sebuah Workshop Desain Grafis yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi Universitas Jember. Apa yang aku dapat? Banyak, hehehe...

Selain fasilitas berupa makan, blocknote, CD Instalasi Photoshop, ballpoint, user & pin wifi gratis yang hanya valid 2 days aja, kue, modul, dan tas kertas yang dipakai untuk bawa itu semua, aku juga dapat ilmu baru, Selalu, di mana pun aku berada, pasti deh ada aja yang aku sebelumnya nggak tahu, dan akhirnya jadi tahu.

Sebelum itu..., aku lihatin dulu yah poster workshop-nya. Dari posternya aja udah tertarik yah? Pengen bisa bikin desain yang flat desain dan minimalis seperti ini. Singkat, rapi, bersih, dan mengena langsung dari intinya.

Poster Workshop Desain Grafis HIMASIF Universitas Jember:





Poster Worksop Desain Grafis oleh HIMASIF Unej
Akhir





Tema yang diusung adalah Make Jember an Art. Harapannya sih, setelah kami para peserta ikut acara ini turut mengenalkan Jember serta beragam kebudayaannya kepada khalayak luas dengan media grafis.

Acara ini seru deh. Materi pertama diisi oleh Mak Eja. Mak Eja ini adalah seorang blogger sekaligus yang mencetuskan brand Jember Banget. Berawal dari hobinya menulis secara bebas di blog personal miliknya, ia juga begitu mencintai Jember meski bukan asli Jember, dan jadilah Jember Banget. Bentuk nyata kecintaannya dengan Jember, terwujudlah sebuah produk cideramata, kaos, aksesoris lain yang disukai oleh masyarakat Jember. 

Kenapa disukai Jember Banget disukai? Menurutku sih karena produk-nya memiliki khas. Ya, khas yang menggambarkan ciri Jember. Dari segi bahasa, seni dan budayanya. Temen-temen bisa lihat di Fans Page Jember Banget.

Karakter Jember Banget
Karakter Jember Banget.
Sumber Gambar di sini

Kembali lagi ke desain.
"Jember Banget desainnya biasa aja," kata Mak Eja jujur. Aku sih sependapat. Karakter-karakter yang dibuat nggak rumit dalam pembuatannya. Diceritakan oleh Mak Eja, semua desain dibuat menggunakan Corel Draw. Dua dimensi pula. Tidak ada perbandingan warna gelap-terang. 

Tapi di situlah letak keunikannya.

Jember Banget bagiku berhasil. Hal sederhana itu eyecatching. Mudah diingat masyrakat. Nah, itulah sejatinya kunci dari desainer. Bagaimana membuat sebuah karya yang menjual dan unik.

Aku diberi kesempatan bertanya nih. Aku tanya, "Bagaimana bisa Jember Banget mempunyai ide-ide kreatif yang terus ada. Terutama untuk para desainer yang ditaget oleh job."

Dari pertanyaan itu aku merangkum jawaban yang di-share oleh teman-teman di workshop. Beberapa diantaranya adalah hal berikut:
  1. Sharing bersama tim, kawan baik desainer atau pun yang bukan.
  2. Browsing, mencari inspirasi.
  3. Mengembangkan dari yang telah ada (Amati, tiru, modifikasi).
  4. Ingat visinya, ingat duit, terdesak pasti keluar deh.
  5. Ke hal lain, main game, jalan-jalan hingga dapat inspirasi.
  6. Percaya diri, karena kurang percaya diri membatasi inspirasi.
  7. Enjoy dalam bekerja, rutinitas padat dibawa enteng.
  8. Belajar mencintai pekerjaan, pikiran tenang inspirasi lancar.
Itu jawaban dari beberapa teman. Sungguh interaktif. Semua tidak bersifat menggurui. Workhsop di materi pertama ini memang lebih banyak sharing dan berusaha mencari solusi dari permasalahan yang ada. Tentunya masih dalam lingkup yang satu, yaitu bagaimana mengangkat ide untuk jember menjadi lebih bisa dieksplore ke lebih luas lagi.

Ngomong-ngomong tentang mengenalkan Jember, aku juga ingin mengenalkan bahasa-bahasa Jember, nih! Jember adalah kota besar nomor 3 di Jawa Timur. Bahasa yang digunakan juga campuran. Antara Jawa-Madura-Osing (Bahasa Banyuwangi).

Mau tahu kata-kata unik yang ada di Jember? Mungkin beberapa bahasa ada sering didengar di daerah sekitar Jember. Ya, itu masuk akal karena Jember adalah percampuran dari bahasa di sekitarnya. Ini dia...


Bahasa Jember:



- Yo, megeli, yo... ----- Kan.., nyebelin, kan...
- Eh mara eh ----- Eh ayo dong
- Adhek kon ----- Hayoloh
- Eker-ekeran -----
- Abbeh / Begh/ Beh ----- Loh?
- Beno ----- Biarin
- Buecik ----- Jijik/benci
- Cek enake ----- Kok enak banget
- Carok ----- Berantem
- Co koco ----- Bohongan
- Carpak ----- Omong Kosong
- Salbut ----- Berantakan
- Deloken ----- Lihatlah
- Cremet ----- Gemes
- Dalbo ----- Gendut
- Digegeri ----- Dimarahi
- Duduk ----- Bukan
- Ebok ----- Ibu
- Gak Omes ----- Gak sabar / geregetan
- Gak eroh ----- Nggak tahu
- Gaya bulbul ----- Gaya serabutan
- Gilani ----- Menjijikan
- Ayo mbek aku ----- Ayo sama aku
- Bapak'e aku, ibu'e aku, mas'e aku ----- bapakku, ibukku, masku
- Hadah... ----- Yah...
- Gridu ----- Bingung
- Haho ----- Bodoh
- Ho (Halo, Ho!) ----- Teman (Halo, Teman!)
- Kah (Huh, Kah!) ----- Kecewa
- Jok ----- Jangan
- Kardiman ----- Semaunya sendiri
- Katanya saya ----- Kupikir
- Lemet ----- lelet
- Leter ----- Sok cantik
- Meler ----- Bandel
- Ngambul ----- Ngambek
- Njijiki ----- Menjijikan
- Pacapa ----- Ngomong doang
- Polae ----- Mentang-mentang
- Wong (Wong masih sepi gitu) ----- Orang (Orang masih sepi gitu
- Siaahh ----- Alaahhh
- Songar ----- Gaya
- Tawur (Tawur iki...) ----- Semebrono/ngawur (Sembrono ini...)
- Tambeng ----- Nakal
- Tompes! ----- Mati (umpatan)
- Toorot ----- Biarin
- Torkop ----- Memukul
- Yakapa ----- Gimana



Sumber: Cerita Ku

Okey lanjut ke workshop. Setelah itu praktek bikin porter bersama Mas Fajar. Mas Fajar adalah koordinator di MDC (Muslim Design Community). Peserta diberi pengenalan tentang tools Photoshop sekaligus disuruh praktek di hari kedua, Minggu 5 April 2015. Kami para peserta awalnya di suruh praktek dari contoh poster yang ada. Intinya mirip-miripan seperti yang di contoh. Diajarin dari memilih font, buat objek. teknik pewarnaan, atur ukuran font, dan kerapihan.

Memilih Font
Pada era saat ini, memilih font bukan jamannya lagi yang jenis curl. Saat ini poster lebih digemari yang flat. Maka pilihan font juga jangan memakai lebih dari 3 font. Jenis font bulat tidak kaku. Bisa seperti Arial, Calibri, dan sejenisnya.

Membuat Objek
Ya, main-main dalam membuat objek square dan circle.

Teknik pewarnaan
Warna yang dipakai dalam poster flat adalah wanna soft, bisa pastel atau warna solid. Jarang bahkan tidak ada teknik brush yang berlebihan.

Kerapihan
Tata letak yang nyaman dengan menyatukan antara warna background dan warna font juga sangat berpengaruh. Jangan sampai background gelap, kita memberi warna font gelap juga. Bisa-bisa tidak terbaca dan sakit untuk dilihat.

Untuk contoh-contoh poster flat bisa dilihat di sini.

Workshop tersebut efisien dan berjalan dengan baik. Aku bisa mengikuti. Meski pada dasarnya hal itu aku sudah bisa, tapi nyatanya aku salah besar ketika merasa bisa. ternyata aku bisa tahu fungsi tool yang sebelumnya nggak pernah aku pakai dan itu justru memudahkan desainer. Beberapa hal yang aku baru tahu diantaranya adalah:
  • Auto Select. Ini digunakan supaya desainer mudah dalam memilih layer hanya dengan meng-klik objeknya. 
  • Nambah selection dengan memencet Shift.
  • Ctrl + Alt + Z untk undo lebih dari satu kali.
  • Selective Color .
  • Treshold.
  • Ezualize untuk jadiin hitam putih.
  • Layer via Copy untuk mengopy bagian yang diselect saja dan menjadikannya layer baru.
  • Layer via Cut untuk mengambil bagian yang diselect dan menghapus di layer originalnya. Istilahnya dipindah ke layer baru.
Ikut workshop bagiku banyak manfaatnya. Apalagi yang sesuai dengan hobi, minat, dan bakat kita. Karena meski kita merasa sudah bisa, nyatanya? Masih aja ada yang belum kita ketahui.

Ohya, aku akan menampilkan hasil karyaku selama pelatihan. Ini dia...

Hasil latihan membuat poster
Poster hasil latihan membuat mirip seperti contoh Original.

Pengenalan Jember lewat poster
Poster buatanku #IniJemberku #MakeJemberAnArt 


14 comments :

  1. Good job. Menyenangkan ya kerja desain grafis. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya..., menyenangkan. Karena membuat gambar dari imajinasi. ;)
      Makasih ya, Haris...

      Delete
  2. Aku ngga bisa bikin desain. Paling gambar-gambar doank. Tapi temen ku ada jugak yang jadi desain grafis en bayarannya bikin mupeng.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya nggak apa-apa dong. Bisa gambar aja itu udah oke :)

      Delete
  3. Wah seneng banget bisa gambar-gambar gitu, adek aku juga lagi suka gambar-gambar manga gitu, aku suruh browsing tentang cara ngewarnain, kakaknya mah kagak ngerti sama sekali hahaha. Aku juga suka ikut worksho^^ nambah ilmu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul, Workshop itu bisa nambah ilmu. ^^
      Eh adeknya dimotivasi dong. Keren kalau bisa bikin manga sendiri. Bikin komik dehh... ^^

      Delete
  4. Replies
    1. Iya... tapi aku bingung cara ngajarinnya gimana... >_<

      Delete
  5. waah jadi pengen ne belajar desain grafis, tapi apakah mungkin bisa ya seperti aku yg hanya lulusan sekolah dasar...!!!??

    salam kenal by: wong cangkring baru - jenggawah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mas Dedhy...!
      Emangnya ada keharusan lulusan mana? Aku aja bukan lulusan Visual Desain Grafis atau Seni Budaya, bisa kok. ^^

      Delete
  6. Seru banget ya kalau kerjadi bidang yang emang udah jadi hobby

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banget, Cha..., nggak kerasa kalau kita lagi kerja. :D

      Delete
  7. hehehe kalo aq malah suka gambar desain manual...masih berupa sketsa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya nggak apa-apa. Itu bukan masalah. Tinggal cari orang yang bisa mendigitalkan gambar sketsamu. ^^

      Delete

Jejakkan komentar, saran, kritik, dan pertanyaan melalui Contact atau komentar di bawah ini. Gunakan komentar Facebook (di atas) jika ingin mendapat notifikasi balasan langsung dari Facebook. Atau bisa juga dengan akun Blog/Gmail.

Terima kasih berkenan membaca dan mampir di Vindy Pindy Mindy.
--- www.vindyputri.com